Indonesia
Banjir dan Longsor Terjang Sidrap
Beberapa terakhir banjir melanda Sulsel, salah satunya di Kabupaten Sidrap.
Kondisi banjir di Kabupaten Sidrap. (Foto: Tagar/Irsal Masudi)

Sidrap -  Setelah diguyur hujan sejak 8 hingga 13 Juni 2019, sejumlah daerah di Sulawesi Selatan terendam banjir dan longsor, salah satu daerah yang terkena dampak paling parah, yakni Kabupaten Sidrap. 

Dimana daerah tersebut terdapat beberapa kecamatan terendam yakni Kecamatan Dua Pitue, Pitu Riase,  Pitu Riawa, Panca Lautang, Tellu Limpoe, dan Watang Sidenreng Ketinggian air di area perkampungan mencapai  50 sentimeter sementara di area perkebunan mencapai 180 sentimeter.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah IV Makassar telah memprediksi terjadinya hujan sedang hingga hujan  lebat menerjang daerah sekitar Pinrang dan Enrekang. BMKG wilayah IV Makassar juga memprediksi terjadi hujan sedang hingga lebat menerjang kabupaten Sidrap dengan kelembaban udara 70 hingga 95 persen.

Curah hujan tersebut mengakibatkan meluapnya air danau Sidenreng dan danau Tempe hingga merendam sedikitnya 601 rumah atau 1.452 kepala keluarga.

Baca juga: Dua Desa di Pulau Seram Terendam Banjir

Kepala Posko Komando tanggap Darurat, Dandim 1420 Kabupaten Sidrap, Letnal Kolonel Infenter JP Situmorang mengatakan tingginya curah hujan beberapa hari ini mengakibatkan wilayah tersebut terendam banjir, dari bencana alam tersebut tidak ada korban jiwa namun ribuan hektar tanah milik  masyarakat terkena dampak.

"Terdapat ribuan hektar tanah  juga rumah warga terendam banjir, namun hingga kini warga tidak ada yang diungsikan," kata JP Situmorang saat diwawancarai, Kamis 13 Juni 2019.

Untuk melakukan aktivitas keseharian, warga hanya menggunakan perahu sampan sebagai kendaraan. Dari pantauan Tagar, air yang meluap tidak sampai masuk kedalam rumah warga hal ini dikarenakan bangunan rumah khas Bugis yaitu rumah panggung terdapat jarak beberapa meter antara tanah dengan lantai rumah.

"Masyarakat sudah terbiasa karena hampir setiap tahun daerah ini banjir," tambah

Baca juga: Posko Bantuan Gowa Untuk Korban Banjir Sultra 

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Becana (BPBD) Kabupaten Sidrap, Siara Barang mengatakan pihaknya tetap membuka posko hingga air sudah benar-benar surut. Pemerintah Kabupaten Sidrap, juga telah mendistribusikan air bersih kepada sejumlah warga terdampak banjir yang masih bisa dijangkau kendaraan mobil tangki.

"Kita sudah mendirikan beberapa posko juga telah mendistribusikan air bersih untuk warga" jelasnya.

Selain banjir, bencana alam yang timbul akibat curah hujan ini juga tanah longsor menerjang disejumlah dusun di Kabupaten Sidrap diantaranya Dusun Kalempang, Dusun Paraja dan Dusun Paraja Betao.

"Karena hujan terus-menerus, longsor juga terjadi pada sejumlah titik di Sidrap, seperti di Kelurahan Tanru Tedong, kecamatan Dua Pitue," kata Siara Barang.

Lanjut Siara, musibah longsor terparah terjadi di Desa Leppangen sekira 200 meter jalanan yang tertimbun longsor. Sementara akses jalan poros di Tana Toro-Lampirrin juga rusak parah di beberapa titik dengan jumlah kerusakan total 1.500 meter.

Bantuan Untuk Korban Banjir

Yayasan Muda Indonesia (YMI) yang berada di Parepare menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Kampung Wette'e, Kecamatan Tellu Limpoe. Bantuan ini pun sebagian berasal dari para dermawan seperti mantan Kajari Parepare, Reskiana Ramayanti dan pengusaha dan tokoh masyarakat Parepare, Syamsul Latanro.

Penyaluran bantuan ini turut dilakukan sejumlah jurnalis yang ada di Parepare dengan membawa logistik bantuan ke wilayah banjir di Kabupaten Sidrap ini.

Adapun bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok dan air bersih untuk para masyarakat yang mengalami musibah banjir di perbatasan antara Wajo-Sidrap tersebut. []

Baca juga: Banjir Sulawesi Tenggara, Ribuan Warga Mengungsi

Berita terkait
0
Romo Benny Sikapi Ceramah Ustaz Abdul Somad
Rohaniwan Katolik Antonius Benny Susetyo Sikapi Polemik Ustaz Abdul Somad