UNTUK INDONESIA
Balita Dibunuh di Humbahas, Ayah Ibunya Kritis
Seorang balita warga Desa Peadungdung, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbahas, Sumatera Utara, tewas diduga dibunuh.
LH, 42 tahun, warga Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbahas, Sumatera Utara, dirawat di RSUP Haji Adam Malik Medan. (Foto: Tagar/Istimewa)

Doloksanggul - Bayi di bawah lima tahun (balita) berinisial DT, 4 tahun, warga Desa Peadungdung, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbahas, Sumatera Utara, tewas mengenaskan. Dua orangtuanya, LH, 42 tahun dan SL, 35 tahun, dalam kondisi kritis dan masih dirawat di rumah sakit.

Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor (Polres) Humbahas Ajun Inspektur Polisi Satu Sahrial Purba kepada Tagar, Rabu, 4 Maret 2020, mengatakan DT tewas diduga akibat tusukan benda tajam pada Sabtu, 29 Februari 2020 pukul 18.00 WIB.

Menurut Sahrial, petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan terbunuhnya DT, yang ditemukan tewas dengan usus terburai di perladangan milik warga di Dusun Peadungdung, Desa Peadungdung, Kecamatan Pakkat.

"Saat ini kedua orang tua DT masih dalam kondisi kritis dan dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan. Sedangkan DT sudah dimakamkan setelah sebelumnya diautopsi," kata Sahrial.

Polisi kata Sahrial, juga belum menyimpulkan siapa pelaku dan motif pembunuhan karena LH dan SL menjalani proses perawatan intensif.

Belum ada penetapan tersangka, kemudian pemanggilan saksi-saksi belum kita lakukan

"Kepolisian belum bisa menyimpulkan motif terbunuhnya bayi tersebut, apakah dilakukan oleh LH dan SL atau ada unsur pihak lain yang melakukan pembunuhan dan penganiayaan itu," terangnya.

Untuk proses penyelidikan, polisi sementara menetapkan ayah ibu DT tersebut sebagai saksi kunci pembunuhan.

"Supaya tidak simpang siur informasinya, belum diketahui siapa pelaku pembunuhan. Karena kedua saksi belum dimintai keterangan. Kondisi saksi masih kritis, dan tetap dalam pengawalan kepolisian Humbahas," ungkapnya.

Sahrial menegaskan, karena belum ada tersangka dalam kasus ini, polisi belum bisa menentukan pasal yang disangkakan dan juga rencana rekayasa ulang kejadian.

"Belum ada penetapan tersangka, kemudian pemanggilan saksi-saksi belum kita lakukan, tetapi sudah kita kantongi nama para saksi. Kedua korban akan dimintai keterangan setelah dinyatakan sembuh oleh tim medis," tukasnya. []

Berita terkait
Anggota TNI dari Tarakan Gantung Diri di Humbahas
Seorang anggota TNI aktif ditemukan tewas gantung diri di rumah orangtuanya di Kabupaten Humbahas.
Cara Masyarakat Humbahas Merespons Wabah Corona
Untuk pencegahan virus corona Pemkab Humbahas mengandalkan puskesmas melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Corona, Mendag Jamin Pasokan Bahan Pangan Aman
Mendag, Agus Suparmanto meminta masyarakat tidak menyikapi temuan pasien suspect virus corona secara berlebihan dengan aksi panic buying.
0
Kata PKS, Presiden Jokowi Lemah dan Plin Plan
Pemerintahan Jokowi periode dua ini masih saja seperti dulu. Lemah dan plin plan. Terlihat saat wabah Covid-19 melanda negara ini. Kata orang PKS.