UNTUK INDONESIA
Awasi Pemudik, 9 Jalur Mudik di Jatim Dijaga Ketat
Dishub Jatim bersama TNI dan Polri akan menjaga ketat 9 titik diperbatasan Jatim, Jateng, Yogyakarta, dan penyeberangan Banyuwangi.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono. (Foto: Tagar/Adi Suprayitno)

Surabaya - Jelang arus mudik diperkirakan mulai awal Ramadan hingga lebaran Idul Fitri, Dinas Perhubungan Jawa Timur berkerja sama dengan Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Timur memperketat jalur biasa dilalui masyarakat untuk pulang ke kampung halaman.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Nyono mengatakan penjagaan ketat di jalur mudik merupakan tindaklanjut perintah dari Kakorlantas Mabes Polri untuk mencegah penyebaran Covid-19 dari luar daerah. Sembilan titik mudik ini mulai disekat tanggal 24 April hingga 31 Mei 2020.

Kalau enggak melakukan itu sanksinya dikembalikan atau disuruh mutar balik. Ini sudah tahap sosialisasi sebelum diterapkan

"Selain Dirlantas Polda Jatim, sembilan titik mudik juga dijaga penjagaan oleh TNI, dan 14 OPD," ujar Nyono, di Gedung Grahadi.

Ia menegaskan pemudik jika melewati sembilan titik tersebut akan dicek suhu tubuhnya dengan menerapkan social dan Physical Distancing. Jika kondisinya tidak sehat atau tidak mau diperiksa suhu badannya, petugas tidak akan mengizinkan untuk melanjutkan perjalanan.

"Kalau enggak melakukan itu sanksinya dikembalikan atau disuruh mutar balik. Ini sudah tahap sosialisasi sebelum diterapkan," kata dia.

Selain sembilan titik, jalur alternatif juga akan diperketat dengan kerja sama Kepolisian Resort setempat. Mengingat pemudik bisa saja menggunakan jalur alternatif sehingga membludak arus kendaraannya.

"Nantinya moda-moda lain seperti kereta api, penyebrangan (ASDP), angkutan udara juga diperketat," tuturnya.

Untuk jumlah petugas akan disiagakan, Nyono belum bisa memastikannya. Mengingat saat ini masih dilakukan inventarisir kekuatan yang ada. 

Nyono membeberkan, sembilan titik pos pemeriksaan yakni berada di jalur Rembang-Tuban, Cepu-Bojonegoro, Sragen-Ngawi, Magetan-Karangaanyar, Wognogiri-Ponorogo. Selain itu di Jogja-Pacitan-Solo, Banyuwangi, serta di beberapa pintu tol.

Nyono menegaskan, upaya mencegah penyebaran Covid-19 tidak hanya memperketat jalur mudik saja. Pemerintah sendiri sudah menyatakan melarang masyarakat untuk mudik pada lebaran tahun ini. Hal ini berimbas pada jumlah bus beroperasi.

Apalagi akan diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sehingga bus beroperasi dibatasi jumlahnya. Baik bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) mengalami penurunan hingga 90 persen.

“Sekarang tinggal 10 persen yang beroperasi. Hanya 2.500 bus AKAP dan 4.000-an bus AKDP yang beroperasi di Jatim," tuturnya.

Pelabuhan Ketapang BanyuwangiPetugas Pelabuhan Ketapang Banyuwangi menyemprotkan disinfektan kepada penumpang yang akan menyeberang ke Pulau Bali pasca libur Hari Raya Nyepi. (Foto: Dokumen Tagar/Hermawan)

Penjualan Tiket di Pelabuhan Ketapang Beralih Daring

PT Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) Ketapang Banyuwangi menerapkan sistem pembelian tiket online atau daring untuk penyebrangan Ketapang-Gilimanuk yang merupakan moda transportasi penyeberangan laut antara Pulau Jawa dan Bali.

"Sesuai arahan pemerintah agar penjualan tiket secara online, sosialisasi dilakukan sejak awal Bulan Februari, terhitung per 1 Mei penjualan tiket tidak lagi di dalam pelabuhan semuanya by online," ukur General Manager PT ASDP Ketapang Banyuwangi, Fahmi Alweni.

Sebagai langkah sosialisasi dan edukasi, pihaknya menyediakan titik pemesanan tiket online di luar pelabuhan yang tersebar di beberapa titik, diantaranya di Terminal Sritanjung Ketapang, Banyuwangi dan di Terminal Kargo, Gilimanuk Bali.

"Namun saat ini untuk pelayanan pemesanan tiket online masih di fasilitasi selama 2 bulan disediakan di buffer zone. Sebagai buffer zone pelayànan pemesanan tiket daring masih dipandu dan didampingi oleh petugas untuk mengedukasikan pemakai jasa," kata Fahmi

Sementara itu, untuk penjualan tiket secara daring bisa mengakses di situs resmi PT ASDP. Tidak hanya Pelabuhan Ketapang Gilimanuk, kebijakan penjualan tiket secara daring juga berlaku di Pelabuhan Merak-Bakauheni sejak awal Maret 2020 lalu

"Penjualan tiket ferry secara online atau menuju 1 Mei melalui laman Ferizy di 4 pelabuhan utama Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk terus mengalami peningkatan reservasi lebih dari 60 persen di tiap pelabuhan," ujar Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi.

Ditargetkan pada 1 Mei 2020 seluruh transaksi pembelian tiket di 4 pelabuhan utama dapat dilakukan secara daring 100 persen. Pembelian tiket daring sendiri dapat dilakukan mulai 60 hari sebelum keberangkatan dan maksimal 2 jam sebelum keberangkatan.

"Dan untuk perubahan atau pembatalan tiket dapat dilakukan paling lambat 48 jam sebelum jadwal keberangkatan," kata dia.

Pihaknya berharap sistem tiket daring bisa mengurangi interaksi antar orang untuk mencegah sebaran virus corona atau covid-19, dengan tidak perlu lagi antre dan bertransaksi dengan petugas loket.

"Pengguna jasa hanya perlu mencetak boarding pass di vending machine sudah disediakan setibanya di pelabuhan," ucapnya. []

Berita terkait
Update Covid-19 Bali: 1 Meninggal, 5 Sembuh
Kasus Covid-19 di Provinsi Bali masih didominasi Imported Case. Meski demikian Pemrov Bali terus mengantisipasi penyebaran transmisi lokal.
Khofifah Ungkap Sanksi Pelanggar PSBB di Surabaya
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan PSBB di Surabaya, sebagian Sidoarjo dan Gresik akan berjalan efektif jika ada sanksi.
Nekat Mudik ke Banyuwangi, Siap-siap di Karantina
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengingatkan kepada warganya merantau ke daerah lain untuk tidak mudik guna memutus rantai pandemi Covid-19.
0
Relaksasi Kredit, Bank di Daerah Masih Saja Menagih
Presiden Jokowi membuat kebijakan relaksasi kredit saat pandemi Covid-19, praktiknya petugas bank milik negara masih ada yang menagih bunga kredit.