Awas, Idham Azis Terbitkan Maklumat Kapolri Saat Natal dan Tahun Baru

Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Pol Idham Azis menerbitkan Maklumat terkait larangan berkurumun saat Hari Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.
Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Pol Idham Azis menerbitkan Maklumat terkait larangan berkurumun saat Hari Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. (Foto: Tangkapan layar YouTube)

Jakarta - Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Pol Idham Azis menerbitkan Maklumat baru terkait larangan berkurumun untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Peraturan ini diterbitkan guna memberi tindakan tegas kepada masyarakat apabila nekat melakukan kerumunan massa pada hari Raya Natal dan libur akhir tahun.

Maklumat keempat yang diterbitkan itu bernomor Mak/4/XII/2020 tertanggal 23 Desember 2020. Idham menegaskan agar seyogianya masyarakat patuh dengan protokol kesehatan dalam pelaksanaan libur Hari Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

"Tujuannya agar mencegah terjadinya penyebaran virus corona," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono dalam keterangan tertulis, dilihat Tagar, Kamis, 24 Desember 2020.

Baca juga: Isi Maklumat Kapolri Tentang Perayaan Natal dan Tahun Baru

Maklumat itu digagas Kapolri dimaksudkan untuk mempersempit rantai penyebaran wabah menular. Selain itu, maklumat ini dibuat guna memberikan perlindungan dan menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat selama pelaksanaan libur Natal dan tahun baru 2021.

Apabila terdapat pihak yang melanggar, Polri akan melakukan tindakan tegas sesuai dengan aturan perundang-undangan jika terdapat perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini.

"Bahwa apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan," kata Idham dalam maklumat tersebut.

Baca juga: Isi Maklumat Kapolri soal Protokol Kesehatan Pilkada 2020

Maklumat KapolriKepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Pol Idham Azis menerbitkan Maklumat terkait larangan berkurumun saat Hari Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. (foto: Tagar/Twitter).

Pertama, Idham meminta agar masyarakat tak menyelenggarakan kegiatan atau pertemuan yang mengundang kerumunan orang banyak di tempat umum.

Pasalnya, penyebaran virus corona dalam skala nasional masih belum sepenuhnya terkendali. Selain itu, masih ada potensi penyebaran virus di tengah masyarakat.

Selain itu, juga terdapat kegiatan-kegiatan yang dilarang digelar selama libur Natal dan Tahun Baru antara lain, perayaan Natal dan kegiatan keagamaan di luar tempat ibadah, pesta atau perayaan malam pergantian tahun, arak-arakan, pawai hingga karnaval dan pesta penyalaan kembang api.

Kendati begitu, masyarakat tetap bisa merayakan hari Natal dan tahun baru 2021 asal tidak melanggar dari isi maklumat di atas. Libur akhir tahun tetap menyisakan delapan hari, yakni libur Natal sebanyak empat hari dan libur tahun baru sebanyak empat hari. [] (Magang/Victor Jo)

Berita terkait
Kapolres Minta Calon Bupati Pessel Patuhi Maklumat Kapolri
Kapolres Pesisir Selatan meminta semua calon bupati dan wakil bupati mematuhi maklumat Kapolri tentang pencegahan penyebaran corona.
Isi Maklumat FPI - GNPF Ulama - PA 212 Soal Pilkada Maut
FPI, PA 212, dan GNPF Ulama meminta pelaksanaan Pilkada 2020 pada Desember mendatang dihentikan. Menurut mereka, pilkada ini menjadi klaster maut.
Isi Kesepakatan Maklumat Iduladha di Kulon Progo
Kabupaten Kulon Progo mengeluarkan Maklumat Bersama Iduladha yang berisi tentang kesepakatan ketentuan dalam perayaan saat pandemi Corona.
0
Permintaan Risma Kepada ASN Kemensos di Hari Lahir Pancasila
Mensos minta semua teman-teman di lingkungan Kemensos menegakkan integritas. Bayangkan bila kita salah mengetik angka bisa merugikan negara.