UNTUK INDONESIA
Anies Ngaku Tak Orang Arab Demi Kepentingan Politik
Ferdinand menyayangkan sikap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang tidak mengakui dirinya keturunan Arab hanya untuk kepentingan politik.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: Antara)

Jakarta - Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahaean menyayangkan sikap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang tidak mengakui dirinya keturunan Arab hanya untuk kepentingan politik.

"Saya pikir Anies sedang menyangkal dirinya, menyangkal silsilahnya dan menyangkal orang tuanya hanya demi tujuan politik. Kasihan orang tuanya Anies Baswedan, dengan begini kan sama saja Anies menyangkal orang tuanya. Anak yang menyangkal orang tuanya berapa sangat berdosa," katanya dihubungi Tagar, Jumat, 17 Juli 2020.

Saya yakin 100 persen tanpa ragu, bahwa seluruh orang Indonesia tahu Anies bukan orang Jawa tapi WNI Keturunan Arab. Dari namanya saja sudah ketahuan dia turunan Arab

Ferdinand berpandangan, Gubernur DKI sengaja menutupi jejak dirinya sebagai warga Negara Indonesia keturunan Arab Yaman agar terpilih pada kontestasi Pilpres 2024.

"Anies sadar betul bahwa ini melekat dihati orang Indonesia Asli maka Anies melihat peluangnya kecil untuk terpilih, maka mulailah dia membangun opini bahwa dirinya orang Indonesia asli dan orang Jawa tulen. Ini dugaan saya, mengapa Anies tiba-tiba mengaku sebagai orang Jawa tulen," ujarnya.

Menurutnya, di era post truth ini, Anies tidak memiliki alasan lain untuk menarik simpatik masyarakat Indonesia selain mengaku Jawa dan Yogya tulen.

"Butuh waktu untuk membangun opini apalagi sekarang era post truth, era dimana kebohongan yang terus diulang-ulang akan dianggap sebagai sebuah kebenaran. Tidak ada alasan lain, menurut saya mengapa Anies mengaku sebagai orang Jawa, dugaan saya jelas ini tujuannya membangun opini bagi dirinya demi kepentingan politik," kata Ferdinand.

Politisi Partai Demokrat ini menegaskan, masyarakat tidak mudah dibohongi dengan upaya yang dilakukan Anies dalam menutupi silsilah keluarganya sebagai warga negara Indonesia keturunan Arab.

"Tapi Anies salah, orang Indonesia ini sudah pintar, pada sekolah, tahu mana orang Indonesia asli, mana warga negara keturunan. Tahu mana kebenaran dan paham mana kebohongan. Saya yakin 100 persen tanpa ragu, bahwa seluruh orang Indonesia tahu Anies bukan orang Jawa tapi WNI Keturunan Arab. Dari namanya saja sudah ketahuan dia turunan Arab," ucapnya.

"Tujuannya untuk mendapat simpatik dari pemilih apalagi bangsa kita mayoritas suku Jawa. Simpatik untuk tujuan politik Pilpres, tidak ada alasan lain menurut saya kecuali politik Pilpres," tambahnya.

Lantas dia berpesan agar Anies tidak melakukan kebohongan demi kepentingan politik.

"Pesanku kepada Anies, berpolitiklah jujur, berpolitiklah dengan martabat yang positif. Jangan halalkan yang haram untuk tujuan politik," kata Ferdinand Hutahaean.

Sebelumnya, di akun Instagram pribadi Kyai nyentrik Gus Miftah, dirinya terlihat sedang berada di Kantor Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Juli 2020.

Dalam kunjungan itu, Gus Mitfah bertanya kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait keturunannya.

“Saya hari ini bersama Mas Anies. Njenengan iki (Anda ini) Arab apa Jawa sih, Mas?” guyon Gus Miftah.

"Wong Yogjo (Orang Yogya) senengane gudeg (hobinya makan gudeg)," jawab Anies dengan logat Jawa Jogja. []

Berita terkait
Reklamasi Ancol Bukti Anies Baswedan Pemimpin Zalim
Anies Baswedan dalam kampanye mengatakan akan menghentikan reklamasi, fakta kini dia mereklamasi Ancol. Apa yang dilakukan Anies ini jahat. Zalim.
Dianggap Berdusta, EWI: Anies Tak Pantas Jadi Capres
Ferdinand Hutahaean menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak layak menjadi Calon Presiden (Capres) tahun 2024 mendatang.
Indonesia-Arab Kerjasama Produksi Vaksin Covid-19
Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) akan bekerja sama untuk memproduksi vaksin corona atau Covid-19.
0
Sebut Monyet di Facebook, Wanita Ini Dituntut Penjara
Seorang wanita yang menulis kata monyet dan ditujukan kepada wanita lainnya via akun Facebook dituntut penjara 1 tahun 6 bulan.