UNTUK INDONESIA
Anggarkan Rp 22 T, BLT Dana Desa Rp 600.000 Per-KK
Pemerintah melalui Kemendes PDTT telah menganggarkan dana Rp 22 triliun sebagai instrumen ketahanan sosial berbentuk BLT bagi keluarga miskin.
Darmayanti bersama tiga orang anak yang belum pernah mendapatkan bantuan apa pun dari Dana Desa berada di pintu rumahnya di Desa Andobeu Jaya, Kecamatan Anggomoare, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Kamis, 7 November 2019. (Foto: Antara/Jojon)

Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) telah menganggarkan dana sekitar Rp 22 triliun sebagai instrumen ketahanan sosial berbentuk bantuan langsung tunai (BLT) bagi keluarga miskin yang terdampak pandemi virus corona atau Covid-19.

Kepala Pusat Data Kemendes PDTT Ivanovich Agusta mengatakan dana tersebut merupakan hasil dari upaya refocusing anggaran dana desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020.

“Rencananya, BLT dana desa ini akan kami disalurkan pada 12 juta keluarga miskin di daerah-daerah yang terdampak pandemi Covid-19. Para penerima ini merupakan keluarga miskin yang selama ini belum mendapat bantuan dari skema jaminan sosial lain,” ujar Ivanovich Agusta dalam keterangan resmi, Minggu, 26 April 2020.

Baca juga: Covid-19, Jokowi Beri BLT Masyarakat Miskin di Desa

Ivan menyebut BLT dana desa tersebut ini nantinya akan diterima sebesar Rp 600.000 oleh masing-masing kepala keluarga dengan durasi hingga tiga bulan kedepan, atau sampai dengan Juni 2020. Adapun dalam strategi penyalurannya, pemerintah memilih memprioritaskan pemberian secara nontunai melalui akses perbankan

Sementara bagi wilayah yang sulit terjangkau oleh layanan bank, pemberian dilakukan secara langsung dengan konsep door-to-door guna menghindari meminimalisir pertemuan sosial skala besar.

"Penyalurkan sejauh mungkin diselenggarakan secara nontunai agar akuntabilitas terjaga. Namun pada wilayah yang jauh dari akses perbankan dapat disalurkan secara tunai dengan transparan," kata dia.

Untuk diketahui, refocusing dana desa untuk BLT yang sebesar Rp 22 triliun merupakan 31 persen dari total dana desa sebesar 2020 yang berjumlah Rp 71,19 triliun. Hingga penyaluran tahap pertama pada April 2020, tercatat sekitar 2.694 keluarga miskin sudah menerima manfaat yang tersebar di 25 desa Seluruh Indonesia.

Dari jumlah tersebut, BLT dana desa yang sudah masuk ke 34.856 Rekening Kas Desa sebesar Rp 10,04 triliun, dan langsung bisa diserahkan kepada 5,59 juta keluarga miskin jika pendataan dinyatakan selesai oleh pemerintah kabupaten/kota.

“Oleh karena itu, Kementerian Desa PDTT mengajak seluruh kepala desa segera menyelesaikan pendataan keluarga miskin di desanya. Lalu bupati maupun walikota juga harus segera mengesahkan pendataan keluarga miskin di daerahnya selambat-lembatnya lima hari setelah penetapannya di desanya,” tuturnya.

Kebijakan ini merupakan amanat Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 6 Tahun 2020 yang mensyaratkan prioritas penggunaan dana desa tahun ini dialihkan jadi untuk Desa Tanggap Covid-19, padat karya tunai desa (PKTD), dan bantuan langsung tunai (BLT) dana desa. []

Berita terkait
Dana Desa Bantu Warga Terdampak Corona di Matim NTT
Dana desa bantu masyarakat yang terdampak akibat penyebaran Covid-19 di Kabupaten Manggarai Timur NTT.
Dana Desa Boleh untuk Tangani Corona di Rembang
Penggunaan Dana Desa tiap desa di Rembang untuk pencegahan virus corona berbeda, tergantung kebutuhan.
Martuani: Dana Desa Habis di Meja Judi Dekke-dekke
Kapolda Sumatera Utara Inpsketur Jenderal Polisi Martuani Sormin melakukan kunjungan kerja di Tapanuli Utara.
0
Lagi, ASN di Pemkot Yogyakarta Positif Terpapar Virus Corona
Satu ASN di lingkungan Pemkot Yogyakarta positif terpapar virus. Ada 12 rekan kerja yang diswab dan hasilnya negatif.