UNTUK INDONESIA
2 Pemain NBA Kecam Polisi Tembak Jacob Blake 7 Kali
Pemain NBA LeBron James mengecam aksi brutal polisi menembak Jacob Blake di punggung sebanyak 7 kali.
LeBron James (Foto: Getty Images)

Jakarta - Pemain basket klub LA Lakers LeBron James mengecam aksi brutal polisi menembak warga keturunan Afrika-Amerika bernama Jacob Blake. Blake yang tak bersenjata ditembak sebanyak 7 kali di bagian punggung.

Penembakan itu dilakukan oleh Polisi Kenosha, Wisconsin, Minggu 23 Agustus 2020. Blake ditembak ketika sedang masuk mobil dari pintu pengemudi, tiga anaknya berada di kursi belakang mobil.

"Dan kalian semua bertanya-tanya, mengapa kami mengatakan apa yang [sering] kami sebutkan tentang Polisi!" kata LeBron James lewat akun Twitternya.

Kami tidak mau ada mereka di sekeliling kami karena kami takut akan nyawa kami.

Bintang NBA itu mengetahui Blake ditembak polisi setelah melihat video rekaman dari warga sekitar lokasi kejadian yang beredar di media sosial.

"Seseorang tolong beri tahu saya kejadian apakah ini? Pria kulit hitam lain lagi-lagi menjadi sasaran. Hal ini sangat salah dan saya kecewa!!" ujarnya.

Baca juga:

LeBron mengucapkan turut prihatin kepada keluarga Blake atas kejadian yang menimpa pria yang baru pindah ke Kenosha tersebut.

"Merasa sangat prihatin kepadanya, keluarganya, dan WARGA KAMI [keturunan Afrika-Amerika]. Kami menginginkan KEADILAN," ujar LeBron.



Pemain basket NBA lainnya Donovan Mitchell juga megutuk aksi penembakan brutal Polisi Kenosha terhadap warga keturunan Afrika-Amerika. Dengan nada marah, pemain Utah Jazz tersebut menuntut keadilan atas perilaku polisi.

"F THE GAMES AND PLAYOFFS !!! ITU SAKIT DAN MASALAH YANG NYATA. KAMI MENUNTUT KEADILAN! GILA, SAYA SAMPAI TIDAK BISA BERKATA-KATA TAPI WTF! INILAH MENGAPA KAMI TIDAK MERASA AMAN !!!!" tulis Donovan Mitchell di Twitter.

CNN dalam laporannya menyebutkan perekam aksi brutal polisi menembak Jacob Blake 7 kali di punggung, Raysean White, telah dimintai keterangan oleh polisi. White mengaku marah atas perilaku polisi dan susah tidur sejak kejadian itu.

"Polisi ingin semua orang tahu bahwa mereka ingin melindungi dan mengabdi, tetapi mereka terus menerus memberi kami [orang keturunan Afrika-Amerika khususnya] alasan untuk tidak membiarkan kalian melindungi dan mengabdi," kata White.

"Kami tidak mau ada mereka di sekeliling kami karena kami takut akan nyawa kami."

"Mereka datang ke sebuah peristiwa untuk melerai pertikaian, dan pria kulit hitam itu tertembak. Seharusnya tidak begitu," kata White. 

Berita terkait
Pearl Jam Ikut Konser Penembakan Massal di SMA
Salah satu pionir band grunge asal Kota Seattle, Pearl Jam, akan ikut konser berkaitan penembakan massal di SMA sebagai bentuk menghormati korban.
Angin Segar Warga Keturunan Afrika di Marvel Cinematic?
Apakah kabar baik ini angin segar bagi warga keturunan Afrika-Amerika di industri film, utamanya Marvel Cinematic Universe?
Bintang Film dan Atlet Hadiri Pemakaman George Floyd
Sejumlah bintang film hingga atlet menghadiri pemakaman George Floyd, yang tewas ditindih lehernya oleh polisi.
0
Kisah Musawir, Wisuda Sambil Rawat Ibunya yang Sakit
Musawir Da’i mahasiwa jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri UMI Makassar wisuda di samping ibundanya yang sedang sakit.