UNTUK INDONESIA
Angin Segar Warga Keturunan Afrika di Marvel Cinematic?
Apakah kabar baik ini angin segar bagi warga keturunan Afrika-Amerika di industri film, utamanya Marvel Cinematic Universe?
Syuting film produksi Marvel Cinematic Universe, Iron Man. (Foto: dok Marvel)

Jakarta - Warga keturunan Afrika-Amerika kembali mendapat kesempatan menyalurkan bakatnya di Marvel Cinematic Universe. Nia DaCosta dilaporkan akan menyutradarai sekuel film blockbuster tahun 2019, Captain Marvel 2.

Wanita berusia 30 tahun itu memperoleh kesempatan tersebut setelah pihak rumah produksi atau PH Marvel Cinematic Universe melakukan diskusi panjang dan mengantongi sejumlah kandidat lain.

Complex pada Kamis 6 Agustus 2020 menyebutkan karya sutradara film horror Candyman itu memimpin jalannya produksi Captain Marvel 2 sangat dinantikan, setelah sebelumnya prekuel film ini digarap oleh duo sutradara Anna Boden dan Ryan Fleck.

Selain warga keturunan Afrika-Amerika, DaCosta adalah wanita istimewa yang diberi kesempatan mengarahkan adaptasi komik blockbuster ke film setelah sutradara Chloe Zhao dan Cathy Yan, yang masing-masing menyutradarai The Eternals dari Marvel dan Birds of Prey dari DC Extended Universe.

Ms Captain MarvelAdegan dalam film Captain America. (Foto:  dok Marvel)

Karya Nia DaCosta sebagai sutradara memang belum banyak, tetapi arahannya saat memimpin film Candyman sempat dipuji sutradara horror Jordan Peele. Jordan yang menyutradarai Get Out dan Us menilai DaCosta memiliki pandangan yang menarik terhadap film horor.

"Nia memiliki pendirian yang mantap, yang tidak sering Anda lihat di ruang horor. Dia halus, anggun, setiap pengambilan gambar indah. Ini film [Candyman] yang indah dan indah," ujar Jordan.

Nia DaCosta didaulat menjadi sutradara film produksi Marvel Cinematic Universe mungkin menjadi berita baik bagi masyarakat keturunan Afrika-Amerika. Sebelumnya sejumlah protes diarahkan kepada industri film Hollywood bahkan Marvel karena jarang melibatkan warga keturunan Afrika-Amerika menjadi kru film.

Captain MarvelFilm Captain Marvel. (Foto: Marvel)

Pemeran superhero Falcon yang muncul dalam seri-seri film Avangers, Anthony Mackie, sempat menuduh Marvel Cinematic Universe bertindak rasisme.

Anthony yang kerap menyoroti rasisme di Hollywood mengatakan heran, kenapa Marvel sebagai produsen film superhero besar masih enggan memperkerjakan kru film keturunan Afrika-Amerika.

"Ini benar-benar mengganggu saya. Saya telah membintangi tujuh film Marvel di mana setiap produser, setiap sutradara, setiap pemeran pengganti, setiap perancang kostum, setiap PA, setiap orang berkulit putih," kata Anthony kepada Variety, Senin 29 Juni 2020.

Isu ini juga ditanggapi positif oleh tokoh utama film Deadpool, Ryan Reynolds. Ryan mempekerjakan 20 orang untuk menjadi kru magang film. Ryan menggunakan duitnya sendiri untuk membayar apa yang telah dikerjakan oleh orang-orang tersebut.

Adapun 20 orang tersebut berasal dari warga keturunan Afrika-Amerika dan mereka yang memiliki latar belakang Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) berbeda. Langkah itu untuk merealisasikan keberagaman atau pluralitas dalam industri film di Amerika.

"Menjadi anggota kru film adalah pengalaman khusus. Tapi hak istimewa itu belum meluas ke semua orang. Ada banyak bakat yang belum dimanfaatkan di luar sana," kata Ryan kepada Hollywood Reporter, Minggu 2 Agustus 2020.

Baca juga:


Berita terkait
Putra Rapper P Diddy Ditabrak Pengendara Mabuk
Putra dari rapper P Diddy mengalami kecelakaan. Kendaraannya ditabrak pengendara mobil yangs edang mabuk.
Aktris Disney Ditangkap Polisi Karena KDRT
Bintang serial komedi Disney Channel Ronni Hawk ditangkap polisi karena dituding lakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Marcus Rashford Nongol di Sampul Vogue Edisi Aktivis
Striker Manchester United, Marcus Rashford, muncul di sampul depan majalah gaya hidup Vogue edisi Aktivis.
0
Perhatian! Puncak Bogor Berlakukan Contraflow saat Libur Panjang
Mengantisipasi membludaknya jalur menuju Puncak Bogor, polisi akan menerapkan contraflow saat libur panjang.