UNTUK INDONESIA
Yogyakarta Menuju Pusat Pariwisata Terkemuka di Asia
Daerah Istimewah Yogyakarta (DIY) menuju pusat pariwisata terkemuka di Asia Tenggara.
Seorang seniman tampak serius mengikuti lomba desain motif khas lokal kontemporer pada media desain dalam Festival Pesona Lokal di Alun-alun Utara Yogyakarta, Sabtu 19 Oktober 2019. (Foto: Tagar/Ridwan Anshori)

Yogyakarta - Beragam pesona lokal dieksplorasi di alun-alun utara Kota Yogyakarta, Sabtu 19 Oktober 2019. Acara yang diinisiasi oleh Kementerian Pariwisata RI dan PT Adira Finance ini dalam rangka memeriahkan HUT Kota Yogyakarta ke-263.

Acara bertajuk Festival Pesona Lokal Yogyakarta 2019 ini dalam rangka mengukuhkan sebagai destinasi wisata nasional. Beragam seni budaya dan kearifan lokal Yogyakarta dan Jawa Tengah disuguhkan dalam acara itu.

Ribuan pengunjung datang untuk merasakan sensasi lokal mulai dari aneka kreasi kostum parade karnaval, tarian tradisional kontemporer, desain grafis komtemporer hingga kuliner dan produk khas lokal.

Kementerian Pariwisata RI sudah menetapkan 10 destinasi wisata utama nasional, salah satunya adalah Yogyakarta.

Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli mengaku bangga menjadi bagian eksplorasi budaya lokal Yogyakarta dan Jawa Tengah. "Acara ini tidak sekedar mempromosikan potensi lokal yang selama ini belum terekspos, tapi juga mengukuhkan sebagai destinasi wisata nasional," kata dia, Sabtu 19 Oktober 2019.

Kementerian Pariwisata RI sudah menetapkan 10 destinasi wisata utama nasional, salah satunya adalah Yogyakarta. Beberapa yang menjadi pertimbangan, Yogyakarta memiliki destinasi wisata lengkap; mulai wisata budaya, seni, alam, edukasi, religi, kuliner dan lainnya.

Beragam acara yang digelar, Parade Karnaval Budaya yang menyedot antusias warga. Ribuan orang menyaksikan parade yang melibatkan 700 peserta ini. Mereka menampilkan atraksi kekayaan budaya Yogyakarta dan Jawa Tengah, mulai dari baju adat, musik tradisional hingga pertunjukan kesenian khas.

Selain Parade Karnaval Budaya, ada beraneka lomba bertema promosi potensi lokal. Antara lain lomba tari lokal kontemporer, lomba desain motif khas lokal kontemporer pada media desain, serta kompetisi ala selebgram lokal yang bisa diikuti oleh seluruh pengunjung.

Di acara itu, ribuan pengunjung bertransaksi terhadap produk kerajinan karya perajin atau UMKM lokal Yogyakarta. Demikian juga kuliner khas Yogyakarta, baik kategori legenda atau populer dijajakan di sana. 

"Semua potensi lokal Yogyakarta dan Jawa Tengah kita eksplorasi di sini," ujarnya.

Hafid mengatakan, Festival Pesona Lokal yang mendapat respon positif ini membuktikan warga masih mencintai budaya lokal. Respon yang luar biasa ini mendorong pihaknya menjadikannya sebagai agenda tahunan.

Tingkat kunjungan wisatawan domestik sebanyak 4,7 juta orang, wisatawan mancanegara 397.000 orang.

"Responnya luar biasa. Semoga menjadi acara tahunan yang ikonik yang dapat menjadi daya tarik wisatawan domestik dan mancanegara mengunjungi Yogyakarta," ujar dia.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta Marlina Handayani mengatakan, tingkat kunjungan wisata di Yogyakarta tren meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2017 lalu, tingkat kunjungan wisatawan domestik sebanyak 4,7 juta orang, wisatawan mancanegara 397.000 orang.

"Rata-rata tingkat kunjungan wisatawan di Yogyakarta mengalami peningkatan 10-15 persen per tahun," katanya.

Menurut dia, Festival Pesona Lokal ini memberi sumbangsih dalam rangka mendongkrak kunjungan wisatawan. Acara ini selaras dengan misi pembangunan Yogyakarta dengan tiga pilar yakni pariwisata, kebudayaan dan pendidikan.

"Visi Gubernur DIY pada 2025 adalah menjadikan Yogyakarta menjadi pusat pariwisata, kebudayaan dan pendidikan di Asia Tenggara," kata Marlina. []

Baca juga:

Berita terkait
Gojek Ajak Musisi Jalanan Yogyakarta Naik Kelas
Gojek menggandeng Institut Musik Jalanan (IMJ) untuk memberi peluang musisi jalanan Yogyakarta naik kelas. Dengan apa?
Warung Mistis di Yogyakarta yang Mendunia
Terdapat Warung Makanan Roh Halus di Yogyakarta yang sudah 50 tahun berdiri. Tempat ini mendunia karena sempat diliput media Inggris dan Singapura.
Yogyakarta Butuh 300 Sumur Bor Atasi Kekeringan
Tahun ini sejumlah daerah di Provinsi DIY mengalami kekeringan parah. Untuk itu perlu adanya pembuatan sumur bor baru sebanyak 300 buah.
0
Sultan Minta Sirip Malioboro Yogyakarta Ditata
Uji coba Malioboro bebas kendaraan bermotor akan berlanjut. Gubernur DIY Sri Sultan HB X minta siri-sirip Malioboro juga perlu ditata.