UNTUK INDONESIA
Gojek Ajak Musisi Jalanan Yogyakarta Naik Kelas
Gojek menggandeng Institut Musik Jalanan (IMJ) untuk memberi peluang musisi jalanan Yogyakarta naik kelas. Dengan apa?
Kelompok musisi jalanan Yogyakarta berkesempatan naik kelas setelah masuk dalam ekosistem Gojek pada Jumat, 18 Oktober 2019. (Foto: Tagar/Ridwan Anshori).

Yogyakarta - Gopay salah satu produk ekosistem Gojek menggandeng Institut Musik Jalanan (IMJ) untuk memberi peluang musisi jalanan Yogyakarta naik kelas. Caranya, mereka diberi kode QR untuk mempermudah masyarakat memberi apresiasi.

Senior Manager Consumer PR GoPay, Deviani Wulandari mengatakan, Yogyakarta dipilih dalam program ini, karena potensi talenta musik dan kebudayaan lokalnya yang luar biasa. Pihaknya menilai, di Kota Pendidikan banyak musisi jalanan berbakat.

Deviani melanjutkan, kerja sama Gopay dengan IMJ dibuat untuk meneruskan komitmen membantu musisi jalanan naik kelas melalui literasi dan inklusi keuangan. 

"Kami punya komitmen bersama agar musisi jalanan naik kelas," ujarnya di Yogyakarta, Jumat, 18 Oktober 2019.

Deviani menjelaskan, IMJ digandeng dalam program ini karena punya pengalaman dalam merangkul dan memberdayakan para musisi jalanan.

Sebelum mendapatkan kode QR Gopay, kata dia, musisi jalanan sudah lulus seleksi program standardisasi IMJ seperti anti narkoba dan berkelakuan baik.

Kerja sama dengan Gopay peluang bagi musisi jalanan, bahwa bermusik menjadi pilihan hidup yang menjanjikan.

Untuk diketahui, musisi jalanan yang sudah lolos seleksi merupakan ikon musisi Malioboro seperti Terang Bulan, Astra Akustik, Grup Angklung Carehal, hingga nolkmkustik. Mereka sudah mendapatkan kode QR GoPay.

IMJ merupakan komunitas musisi jalanan yang diinisiasi oleh aktivis sosial Andi Malewa sejak 2014. Dengan bergabung komunitas tersebut, sejumlah musisi jalanan mendapatkan kesempatan dibimbing Iangsung oleh musisi tanah air sekaligus dosen tetap IMJ, seperti Ridho Hafiedz Slank dan Glenn Fredly.

Gopay dan IMJ YogyakartaPengguna Gopay saat memberikan apresiasi kepada musisi jalanan dengan kode QR. Inisiasi ini membuat musisi jalanan naik kelas pada Jumat, 18 Oktober 2019. (Foto: Tagar/Ridwan Anshori).

Menurut Andi Malewa, potensi musisi jalanan di Indonesia luar biasa. Namun sejauh ini kurang mendapat apresiasi termasuk dalam hal ekonomi.

"Kerja sama dengan Gopay ini adalah peluang bagi musisi jalanan, bahwa bermusik menjadi pilihan hidup yang menjanjikan," kata Andi.

Andi mengatakan, kini para musisi jalanan bisa mendapatkan manfaat dari kode QR Gopay dan digandeng ekosistem Gojek. Program ini tidak hanya memudahkan musisi jalanan dalam mencari nafkah. 

"Namun juga bisa mendorong mereka terus berkarya," ucapnya.

Antusias musisi jalanan dengan adanya inisiatif ini menjadi luar biasa. Sejak kerja sama Gopay dan IMJ ini, pada Juni 2019 di Jabodetabek, rata-rata musisi jalanan penghasilannya meningkat hingga 300 persen. "Artinya kesempatan naik kelas terbuka lebar," ujar Andi.

Dia melanjutkan, musisi jalanan juga berkesempatan memperluas akses ke ruang berkarya dengan memanfaatkan ekosistem Gojek. Mereka dapat memanfaatkan panggung milik rekan usaha Gopay.

"Di Yogyakarta misalnya, musisi jalanan bisa manggung di Omman Coffee yang merupakan salah satu kedai kopi populer di Bunderan Tugu yang merupakan ikon kota ini," kata Andi.

Gopay sudah bisa dimanfaatkan di berbagai angkringan di Jalan Malioboro. Antara lain angkringan Jaman Edan, Mas Bagong, Pak Tris, Kopi Loss Pak Jarot, dan Angkringan Tekoo. 

Gopay telah menggandeng Iebih dari 18.000 rekan usaha di Yogyakarta di mana 90 persen di antaranya adalah pengusaha mikro. []

Berita terkait
Jawaban Gojek Soal Verifikasi Wajah untuk Driver
Penjelasan manajemen Gojek tentang gambar verifikasi muka atau wajah bagi driver yang beredar luas di media sosial.
Program Gojek yang Hanya Diterapkan di Yogyakarta
Gojek menghadirkan sebuah program yang hanya diterapkan di Yogyakarta yang akan memanjakan para siswa.
Perwakilan Gojek Tetap Demo Akibat Bos Taksi Malaysia
Perkumpulan Driver Gojek Kerakyatan (PDGK) tetap turun ke jalan sebagai bentuk protes ke Bos Taksi Malaysia.
0
Kapolri Idham Aziz dan Perintah Hidup Sederhananya
Kapolri Jenderal Idham Aziz memerintahkan jajarannya tidak bergaya hidup mewah. Apakah bisa? Opini Lestantya R. Baskoro