UNTUK INDONESIA
Wong Solo Kembangkan Seni Teater di Kupang
Susilo Joko Parsetyo alias Joko Bayu, warga kelahiran Solo, Jawa Tengah yang sukses membumbikan seni teater di Kupang. Siapa dia? Ini ceritanya.
Joko Bayu (kanan) bersama Wakil Wapolda NTT, Brigjen Pol. Johny Asadoma, SH.MH. usai pementasa drama kolosal "Yesus Sang Mesias" pada April 2019 di Kupang. (Foto : Tagar/Yos

Kupang - Susilo Joko Parsetyo, begitu nama lengkapnya. Orang lebih mengenalnya bernama Joko Bayu atau Majo dengan alias Bayu Sang Alang. Dia tidak lain adalah pendiri Bengkel Drama dan Flm Kupang yang sudah melahirkan sejumlah pertunjukan maupun karya seni olah peran, baik teater maupun sinetron.

Jiwa seni mengalir deras dalam diri pria kelahiran Solo, 28 Februari 1957 ini. Pecinta seni lukis dan wayang ini sukses menjadi aktor sekaligus sutradara. Tentu ada alasan yang melatarbelakangi pria yang juga berprofesi sebagai arsitek ini ingin membumikan seni olah peran di Tanah Kupang.

Siapa itu Bayu Sang Alang? Pria yang berdomisili di Jalan Timor Raya KM 8 Desa Mata Air, Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menghabiskan masa kecilnya di Desa Tegalmade, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Sejak kecil, dia sudah memiliki bakat seni teater, lukis dan menari.

Darah seni iu mengalir dari kakeknya. "Darah seni mengalir dalam jiwa saya dari eyang kakung (kakek) saya. Dia sudah almarhum, dia seorang seniman tradisional Jawa," ungkapnya kepada Tagar, Senin, 18 November 2019.

Dalam pendidikan formal, Joko justru tidak mengenyam pendidikan bidang seni. Usai menyelesaikan pendidikan menengah atas, Joko mengenyam di Universitas Merdeka (Unmer) Surabaya. Di kampus ini Joko tidak mengambil Fakultas Seni Budaya, melainkan Fakultas Teknik Arsitektur. Lulus pada 1979 dengan gelar Sarjana Muda Arsitektur.

Pada masa perumbuhan beranjak dewasa sampai kuliah, Joko aktif di kegiatan kampus. Seperti aktif di kegiatan pecinta alam "Sindhu Manggala" maupun unit kegiatan Pecinta Alam Mahasiswa (Mapala) UNMER Surabaya. Selain itu, Joko juga aktif di beberapa grup teater di Solo dan Surabaya.

Darah seni mengalir dalam jiwa saya dari eyang kakung (kakek) saya.

Lulus sarjana muda, Joko melanjutkan kuliah di Kupang pada 1980. Lagi-lagi bukan bidang seni dan budaya yang dipelajari. Joko meneruskan kuliah di Akademi Teknik Kupang (ATK) Jurusan Teknik Sipil. Selama lima tahun Joko menyelesaikan studinya.

Lulus kuliah tidak membuatnya pulang kampung. Dia merasa Kupang sudah menjadi masa depan hidupnya. Dia bertahan hidup di tanah rantau dengan bakat seni yang dimiliki, sebagai pegiat seni maupun pekerja seni di Kupang. "Kecintaan saya dalam dunia seni membuat saya menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara," katanya.

Namun Joko juga memanfaatkan ilmu akademiknya yang didapatkan semasa kuliah sebagai arsitek freelance. Bermodal jiwa seni dan arsitek freelance ini, Joko pada 1992 mempersuting perempuan pujaan hatinya, Desy M. Pello. 

Hasil pernikahannya ini, Joko dan Desy dikarunia tiga orang. Kini ketiga anaknya sudah mandiri, Dyah Ayu membuka usaha atau wiraswasta, Cantika Paramita bekerja di Jepang serta Putri Librani, S.Km bekerja sebagai pegawai swasta di PT Kimia Farma Kupang.

Joko BatuSusilo Joko Parsetyo atau Joko Bayu yang dijuluki Bayu Sang Alang (dok pribadi/Tagar/Yos Syukur)

Mendirikan Bengkel Drama dan Flm Kupang

Kemahiran dalam seni olah peran juga membawanya sebagai tim penulis skenario, tim casting dan tim Sutradara dalam kegiatan akbar Prisesi Paskah Pemuda GMIT sejak 1994-2018. Ia juga pernah menjadi Pengurus Dewan Kesenian Daerah NTT periode 1999 - 2005 dan anggota Departemen Teater serta pembawa acara LOPO TVRI NTT pada 2018 - 2019.

Bagi Joko, seni teater adalah dunia ke dua dalam hidupnya dan tiada hari tanpa berkarya seni. "Bagi saya seni teater adalah dunia saya yang kedua. Apa artinya hidup? Jika kita tidak bekerja dan berkarya," ujarnya.

Atas dasar itu, Joko merintis dan mendirikan Bengkel Drama dan Film Kupang. Tujuannya tidak lain adalah mengembangkan bakat dan minat generasi muda di Kupang dalam seni teater. BDFK ini mengusung visi misi Mengembangkan dan Menampung Bakat Seni Peran untuk masyarakat Umum - Menyampaikan pesan-pesan Sosial Lewat Seni Pertunjukan Teater.

Perjalanan BDFK tidaklah mudah. Namun pria yang mengantongi motto Kita lebur dalam seni demi terciptanya jiwa yang jernih ini membuatnya tetap tegar hingga saat ini. Dia menyadari hal itu, menjadi seniman tidak mudah, karena minat generasi muda dalam seni teater masih kurang.

"Kehadiran seni teater kurang diapresiasi, khusunya bagi generasi muda di Kupang. Minat mereka terhadap seni teater masih sangat rendah," ujar Majo, sapaan lain Joko.

Tidak hanya itu, Joko juga menyadari Pemerintah Provinsi NTT juga kurang merespon dunia teater. Bahka perhatian Pemprov NTT terhadap para seniman di Kupang juga minim. Salah satu buktinya, tidak adanya tempat yang memadai dan representatif untuk menyelenggarakan pentas teater. "Idealnya Kupang sebagai ibu kota provinisi NTT harus memiliki Gedung Kesenian yang standar internasional," ujarnya.

Tetapi di sisi lain, bapak tiga anak ini juga menyadari para seniman di Kupang kurang kompak. Keberadaan pegiat seni tidak terkoordinasi dengan baik. Sejauh ini belum pernah ada booming power seni pertunjukan teater di Kupang. "Generasi seniman-seniman muda di Kupang tidak berjalan dan berkembang, khususnya seniman teater. Para seniman di Kupang kurang produktif dalam berkarya seni," ungkapnya.

Kecintaan saya dalam dunia seni membuat saya menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Belajar dari situasi ini, Joko berharap pendirian Bengkel Drama dan Film Kupang mampu menumbuhkan semangat seni bagi pemuda di Kupang khusunya seni Teater. Dia bersyukur pendaftar yang berminat lumayan. Dua tahun berjalan, usaha keras yang dijalani Joko akhirnya menuai hasil. Pada 2010 ia memproduksi sinetron perdananya yang berjudul Kabut Malam Natal.

Hasil Karya Bengkel Drama dan Film Kupang

Dalam perjalanan waktu, bukan hanya Kabut Malam Natal yang dihasilkan. Joko lebih fokus pada seni peran, teater dan film. Ia juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarkatan. Bengkel Drama dan Film Kupang sampai saat ini sudah memproduksi 19 kali pentas drama atau teater, baik umum dan atau gerejawi. Karya lainya berupa aksi memperingati peristiwa-peristiwa yang aktual dengan pentas teatrikal.

Perjuangannya terberkati, Bengkel Drama dan Film Kupang beberapa kali menggelar pementasan kolosal gabungan dengan beberapa Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) di Kupang. Pentas drama kolosal itu antara lain GMIT Kalvary Puluthie Klasis Kupang Tengah, GMIT Elim Naibonat Klasis Kupang Timur, GMIT Betlehem Oesena Klasis Amarasi Timur dan Klasis Sabu Raijua, GMIT Kefas Oetete Klasis Kota Kupang.

Pada 2019, Joko Bayu menjadi sutradara dalam drama kolosal 500 pemeran Yesus Sang Mesias Teater Jagad Lontar Pemuda GMIT Kefas Oetete Kota Kupang 20 April 2019. Dalam waktu dekat, tepat 28 Februari 2020, Joko akan menggelar pentas dengan lakon Antigone karya Sopocles. Ini merupakan hasil kaya Bengkel Drama dan Flm Kupang yang ke-20.

Joko mempersikan pegiat seni maupun umum untuk berpartisipasi dalam pentas Antigone ini. Pentas teater ini membutuhkan seniman sebagai pemeran, pemusik, crew pentas dan panitia. Selain itu Joko Bayu juga merintis Wayang Koepang Show yang akan dipentaskan di awal Januari 2020.

Membuka Pendaftaran Untuk Angota Baru angkatan Ke-III

Keanggotaan Bengkel Drama dan Film Kupang ini sudah lumayan. Jumlah anggota angkatan I ada 50 orang terhitung sejak 2008-2015. Angkatan II ada 50 orang pada 2016-2019. Demi meningkatkan minat dan bakat pemuda dalam seni teater, Bengkel Drama dan Film Kupang kembali membuka pendaftaran untuk anggota baru angkatan III Tahun 2019.

Joko berharap informasi pendaftaran ini disambut dengan suka cita oleh generasi di Kupang dan sekitarnya. Pendaftaran ini terbuka untuk semua umur. Bagi masyarakat yang ingin mendaftar, bisa melalui whatsapp kepada nomor WhatsApp Joko Bayu di nomor 082146849640.

Persyaratan pendaftaran mengisi biodata calon anggota seperti, nama lengkap, tempat/tgl lahir, umur, pekerjaan, agama, pendidikan, hobi, alamat rumah, No HP/WhatsApp. Pendaftaran tersebut dibuka sampai 30 November 2019. 

Untuk wawancara diadakan pada Minggu 1 Desember 2019, pkl 16.oo-20.oo Wita di Home Stay Pasar Seribu Tarus Jalan Timor Raya KM 8 atau depan Kantor Yayasan Alfa Omega Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. "Bagi yang minat untuk daftar tidak perlu ragu, karena pendaftaran ini tidak dipungut biaya alias gratis," kata Joko. []

Baca Juga:

Berita terkait
Teater Koma Pentaskan Lakon JJ Sampah-Sampah Kota
Teater Koma kembali dengan produksi terbarunya berjudul J.J Sampah-Sampah Kota pada 8-17 November 2019.
Sha Ine Febriyanti, Ratu Bengis di Teater WS Rendra
Aktris Sha Ine Febriyanti didaulat memerankan tokoh bengis Ratu Dara dalam pentas ulang drama karya maestro WS Rendra bertajuk Panembahan Reso.
Slamet Rahardjo, Main Teater Seperti Pulang Kampung
Slamet akan tampil dalam pementasan Teater Koma berlakon Goro-Goro: Mahabarata 2 arahan sutradara Nano Riantiarno.
0
Lapak Berjarak Diterapkan di Pasar Bitingan Kudus
Pemkab Kudus mulai menerapkan physical distancing di Pasar Bitingan. Jarak lapak diatur sedemikian rupa agar pedagang tidak berdekatan.