UNTUK INDONESIA
Wakil Ketua DPRD Kota Solok Motivasi Pemuda Muhammadiyah
Pemuda Muhammadiyah harus mampu menjadi penggerak pemuda di Kabupaten Solok.
Wakil Ketua DPRD Kota Solok (dua dari kanan) ketika memaparkan soal pemuda dan demokrasi di Indonesia bersama Ukma Elsa Dias, Komisioner KPU Sumbar Nova Indra dan Ketua PWPM Sumbar Deri Rizal. (Foto: Tagar/Istimewa)

Solok - Kemerdekaan Indonesia hadir karena semangat juang pemuda. Presiden Soekarno hingga Bung Hatta bertaruh nyawa demi bangsa dan negara di usia muda belia.

Paling penting adalah membenahi spritual dan meningkatkan intelejensi untuk mendeteksi kejadian di masyarakat.

"Pemuda bukan sekadar harapan bangsa. Pemuda adalah tonggak negara. Jika tonggak itu kokoh, maka berjayalah Indonesia," kata Wakil Ketua DPRD Kota Solok Efriyon Coneng dalam seminar kebangsaan yang digelar Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Solok, Minggu, 20 September 2020.

Seminar bertajuk "Pemuda dan Demokrasi" itu digelar usai pelantikan Pengurus PDPM Kabupaten Solok. Seminar tersebut juga mendatangkan narasumber Komisioner KPU Sumbar Nova Indra, politisi Ukma Elsa Dias dan Ketua PWPM Sumatera Barat Deri Rizal dengan moderator Zaki Zakaria.

Politisi PAN itu mengatakan, ciri khas dari pemuda adalah sportif, jujur dan energik, pemuda harus memiliki semangat dan komunikatif. "Paling penting adalah membenahi spritual dan meningkatkan intelejensi untuk mendeteksi kejadian di masyarakat," tuturnya.

Apalagi Pemuda Muhammadiyah, kata Coneng, yang khittah perjuangan jelas lurus di jalan dakwah Islam. "Saya yakin, Pemuda Muhammadiyah mampu menggerakkan semua potensi kader-kadernya untuk kemajuan daerah. Intinya satu, harus bergerak," kata lelaki yang menempuh pendidikan di sekolah Muhammadiyah itu.

Menyoal demokrasi, katanya, semua pergerakan politik di negara ini tidak lepas dari peran pemuda. Namun, sedikit juga pemuda yang terjebak politik praktis. "Kita sangat sayangkan jika pemuda hanya bersikap pragmatis. Artinya, sekadar memanfaatkan momen dan dimanfaatkan keadaan," tuturnya.

Efriyon ingin pemuda memberikan ruang terbaik di demokrasi. Dengan kata lain, pemuda menjadi tolak ukur berjalannya pesta rakyat. Menjadi pelurus dari praktik-praktik pemilihan yang melenceng. Seperti money politik, black kampanye dan sebagainya.

"Kami berharap, pemuda Muhammadyah dan pemuda pada umumnya menjadi agen perubahan di Pilkada 2020 ini. Paling tidak, jangan sampai tidak memilih. Bagaimana mungkin kita menaruh harapan kepada seseorang yang kita harapkan menjadi pemimpin, jika tidak memberikan hak konstitusi sebagai warga negara," tuturnya.

Senada dengan itu, politisi Ukma Elsa Dias mengatakan, mengisi demokrasi salah satunya dengan gerakan sosial dan gerakan politik. " Politik bukan barang haram yang tidak boleh disentuh sama sekali. Pemuda harus ambil bagian dalam perpolitikan dan mesti mengisi demokrasi dengan gerakan sosial," katanya.

PDPM Kabupaten SolokPelantikan Pengurus Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Solok periode 2018-2020. (Foto: Tagar/Istimewa)

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (DPWPM) Sumbar Deri Rizal melantik Pengurus PDPM Kabupaten Solok periode 2018-2022 di ruang Solok Nan Indah kantor Bupati Solok. Pelantikan dihadiri langsung oleh Bupati Solok Gusmal Dt Rajo Lelo, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Solok, Pimpinan Daerah Aisyah (PDA) dan warga Muhammadiyah.

PDPM Kabupaten Solok dinahkodai Riki Chandra dengan Sekretaris Johari Anggi Saputra dan bendahara Jadri Rahmi. Selain itu, di hari yang sama juga dikukuhan Pengurus Nasyatul Aisyiah (NA). []



Berita terkait
Ngaku Jenderal Polisi, Pria Solok Tipu Korban Ratusan Juta
Polisi menangkap DH, 49 tahun, karena diduga terlibat dalam kasus penipuan dengan modus berpura-pura menjadi jenderal polisi di Solok.
Pemicu Aksi Penyegelan Rumah Pribadi Wabup Solok
Rumah Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin disegel sejumlah orang. Diduga dipicu masalah utang-piutang.
Satu Calon Bupati Solok Gagal Bertarung di Pilkada
Seorang bakal calon bupati Solok dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) dari hasil pemeriksaan kesehatan.
0
Bali I Miss U, Wisata Sehat dengan Budaya Patuh Protokol Kesehatan
Perempuan Indonesia Maju (PIM), Pertiwi Indonesia, dan Prakarsa Nusantara menginisiasi sebuah kampanye pariwisata bernama Bali I Miss U.