Wajib Rapid Test, 14 Ribu Polisi Amankan Pilkada di Jateng

14 ribu polisi yang diterjunkan di pengamanan Pilkada di Jawa Tengah wajib rapid test dan swab test.
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menyampaikan 14 ribu polisi yang bertugas amankan Pilkada 9 Desember mendatang wajib jalani rapid dan swab test. (Foto: Tagar/Humas Pemprov Jateng)

Semarang - Pilkada serentak 2020 tinggal menghitung hari. Polda Jawa Tengah (Jateng) menyatakan kesiapannya mengamankan Pilkada di 21 kabupaten kota. Sebanyak 14 ribu personel yang bertugas di pengamanan Pilkada wajib menjalani rapid test dan swab test.

Kapolda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Polisi Ahmad Luthfi memastikan, pihaknya berkomitmen memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama gelaran Pilkada berlangsung. Pihaknya sudah menggelar operasi Mantap Praja sejak tahapan awal Pilkada serentak. 

Saya sudah membuat protap anggota Polri sekitar 14 ribu personil untuk dilakukan rapid test dan swab.

Pada kegiatan pengamanan tersebut, pihaknya telah membuat penugasan kepada 14.575 anggota Polri untuk amankan sekitar 44 ribu Tempat Pemungutan Suara (TPS). Kegiatan pengamanan juga dibantu oleh 5.520 anggota TNI.

"Saya sudah membuat protap anggota Polri sekitar 14 ribu personil untuk dilakukan rapid test dan swab. Hal ini bertujuan agar anggota Polri siap dan sehat saat melaksanakan pengamanan Pilkada pada H-3 hingga hari H Pilkada," ujar dia di Bawen, Kabupaten Semarang, Sabtu, 28 November 2020.

Selain anggota kepolisian reguler, lanjut Ahmad Luthfi, pihaknya juga menyiapkan pasukan khusus yang siap dikerahkan untuk kondisi-kondisi darurat tertentu. Seperti untuk membantu mengamankan pelaksanaan Pilkada di Klaten dan Boyolali yang rentan terdampak bahaya erupsi Merapi. 

"Jadi anggota yang terlibat Operasi Mantab Praja akan dibedakan. kami pisah dengan kontijensi di wilayah Merapi nyang saat ini berstatus," ujarnya. 

Baca juga: 

"Kami juga punya powerhand di masing-masing eks keresidenan. Itu adalah satu SSK Brimob yang setiap saat bisa kami gerakan manakala eskalasi meningkat," sambung dia. 

Dalam kesempatan itu, Kapolda Luthfi mengajak awak media untuk memberitakan hal yang menyejukkan masyarakat.

"Saya berharap rekan-rekan wartawan ikut memberitakan yang positif, sehingga masyarakat kita dapat percaya dan tidak terpancing, serta menjadi sejuk dalam rangka menyampaikan hak saat Pilkada di 21 kabupaten kota," bebernya. []

Berita terkait
Bayang-bayang Erupsi Merapi di Pilkada Klaten dan Boyolali
Pilkada Boyolali dan Klaten menjadi perhatian KPU, pemerintah dan kepolisian Jawa Tengah. Kontinjensi erupsi Merapi jadi penyebabnya.
Skenario Darurat Pilkada di Tengah Pandemi dan Bahaya Merapi
Pemprov Jateng menyiapkan sejumlah skenario darurat pelaksanaan Pilkada di kondisi darurat di tengah pandemi dan bahaya erupsi Merapi.
Jelang Pilkada, Anggota Polres Blora Jalani Swab Test
Ribuan anggota Polri di Blora jalani swab test secara bertahan. Langkah ini sebagai screening awal pencegahan Covid-19.
0
Nama Varian Covid-19 Dengan Alfabet Yunani Hindari Stigma
WHO akan ganti penyebutan nama varian Covid-19 untuk hapus stigma negara-negara di mana jenis varian baru virus corona pertama kali dilaporkan