Singkil - Puluhan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Aceh Singkil, Aceh. Dan selesai aksi, para mahasiswa ini salat Zuhur bersama dengan bupati yang mereka demo.

Dalam aksinya para mahasiswa menuntut Bupati Aceh Singkil Dulmusrid mengusut kasus proyek jalan Singkil- Teluk Rumbia senilai Rp 21 miliar tahun anggaran 2018 yang diduga bermasalah.

Aksi dikawal personel Polres Aceh Singkil. Koordinator aksi Sadriansyah Brutu memimpin aksi dan orasi di depan kantor bupati, Senin 20 Mei 2019.

Sadriansyah dalam orasinya menyatakan, kasus proyek peningkatan jalan Singkil - Teluk Rumbia bersumber dari Dana Alokasi Khusus APBN senilai Rp 21 miliar dikerjakan PT Peduli Bangsa. Proyek hingga kini mangkrak. Diduga merugikan negara dan masyarakat yang membutuhkan.

"Akibat pelaksanaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan, menimbulkan kerugian negara. Dapat memperburuk citra pemerintahan dan instansi terkait di dalamnya," teriak Sadriansyah.

Untuk lebih menguak kasus ini, pihaknya juga menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi turun. Dan kesempatan itu, massa mendesak Bupati Aceh Singkil Dulmusrid meneken empat poin pernyataan tertulis yang mengikat, bukti keseriusan untuk menangani kasus mega proyek itu.

Dulmusrid menanggapi aksi. "Demi daerah ini, siapa saja yang ingin mengawal proses hukum kasus penyimpangan proyek Rp 21 miliar itu silakan, proses sesuai dengan hukum," katanya di hadapan pendemo.

Dia mengaku tidak ada niat untuk menghalang-halangi kasus itu untuk diusut. "Hanya saja saya sampaikan, siapa yang makan cabai, dia yang kepedasan," kata Dulmusrid.

Setelah selesai aksi demo, para mahasiswa kemudian melakukan salat Zuhur bersama Bupati Aceh Singkil sebelum kemudian mereka sama-sama bubar.[]

Baca juga: