UNTUK INDONESIA
Update Corona di Aceh: 5 Positif, 567 ODP
Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) terkait virus corona atau Covid-19 di Provinsi Aceh menjadi 567 dari sebelumnya 416 orang.
IDI Kota Banda Aceh menerima bantuan multivitamin C dari IDI Banda Aceh, Banda Aceh, Selasa, 24 Maret 2020. (Foto: Tagar/Ahmad Mufti)

Banda Aceh - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) terkait virus corona atau Covid-19 di Provinsi Aceh menjadi 567 dari sebelumnya 416 orang. Artinya, ada penambahan sebanyak 151 orang dari Sabtu, 28 Maret 2020.

Penambahan tersebut telah diterima oleh Posko Gugus Tugas Percepatan Penangulangan Covid-19 Provinsi Aceh dari 23 kabupaten/kota di Tanah Rencong pada Minggu, 29 Maret 2020.

Juru Bicara Bicara Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani mengatakan, data tersebut berlaku hingga Sabtu, 29 Maret 2020 pukul 15.00 WIB. Dari 567 ODP tersebut, sebanyak 453 orang dalam proses pemantauan, dan sisanya 144 ODP telah selesai melewati masa pemantauan.

Kami mengimbau agar setiap ODP dalam pemantauan wajib disiplin menjalani prosedur isolasi mandiri, hingga masa penatauan berakhir.

“Jadi ada 144 ODP telah selesai melewati masa pemantauan, mereka sudah terbebas dari virus corona. Kami mengimbau agar setiap ODP dalam pemantauan wajib disiplin menjalani prosedur isolasi mandiri, hingga masa penatauan berakhir,” kata Saifullah dalam keterangannya kepada wartawan di Banda Aceh, Minggu, 29 Maret 2020.

Saifullah menambahkan, terkait jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) saat ini masih 41 orang. Artinya, hingga hari ini belum ada penambahan jumlah pasien berstatus PDP.

“Jumlah PDP masih seperti dalam rilis sebelumnya, dan 5 orang sedang dalam perawatan,” ujarnya.

Saifullah menambahkan, jumlah PDP yang positif di Aceh bertambah satu orang, sehingga jumlah seluruh Covid-19 Aceh menjadi 5 orang. Kelima kasus itu, satu di antaranya meninggal dunia dan sisanya dalam perawatan rumah sakit.

Ia menjelaskan, PDP dari Aceh yang diumumkan positif covid-19 oleh Juru Bicara Nasional Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto pada hari ini yakni, Kode: P.1136, usia 22 tahun, laki-laki, asal Aceh Besar.

Sebelumnya, kata Saifullah, pasien tersebut dirawat di Respiratory Intenseive Care Unit (RICU) RSUD ZA Banda Aceh pada tanggal 22 Maret 2020 dengan keluhan batuk, demam, dan diare.

Pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan ke Malaysia yang merupakan salah satu wilayah transmisi Covid-19 bersama istrinya. Mereka kembali ke Aceh pada 15 Maret 2020 melalui Bandara Internasional Sulatan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Aceh.

“Pada tanggal 23 Maret 2020, tim medis mengambil swab-nya untuk dikirim ke Balitbangkes RI, Jakarta. Pada tanggal 25 Maret 2020 pasien diizinkan pulang karena kondisinya sudah baik,” kata Saifullah.

Namun demikian, kata Saifullah, tim medis RSUZA Banda Aceh mewajibkan pasien tersebut menjalani karantina rumah, sesuai Pedoman Penanganan Cepat Medis dan Kesehatan Masyarakat Covid-19 di Indonesia.

“Sedangkan istrinya saat ini berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP),” tutur Saifullah.

Ia menjelaskan, setelah hasil pemeriksaan swab diterima dan PDP tersebut positif Covid-19, Tim Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Aceh kembali menjemput pasien untuk penanganan lebih lanjut.

Dalam kesempatan itu, Saifullah juga menjelaskan, satu orang yang dinyatakan meninggal beberapa hari lalu masih berstatus PDP karena hasil pemeriksaan swab-nya di Laboratorium Balitbangkes RI Jakarta belum diterima.

“Jadi, belum dapat disimpulkan PDP tersebut, dan mudah-mudahan hasilnya negatif,” ujarnya. []

Berita terkait
Wabah Corona, Pemerintah Aceh Berlakukan Jam Malam
Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, telah mengeluarkan maklumat bersama untuk memberlakukan jam malam di Aceh.
11 Warga Aceh Diisolasi Mandiri
Sebanyak 11 warga Desa Puloe Trieng, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara, sedang diisolasi mandiri
Update Covid-19 di Banda Aceh, 75 ODP, 2 Positif
Sebanyak 75 orang berstatus ODP. Jumlah itu meningkat dari sebelumnya 52 orang dan dua orang dinyatakan positif corona di Banda Aceh.
0
Penjelasan Pemkab Jember Soal Labeli Bantuan Corona
Sebelumnya DPRD Jember menyoroti pemasangan foto Bupati dan Wakil Bupati Jember di karung beras bantuan dari pemerintah pusat sebagai dampak Corona