UNTUK INDONESIA
Turki akan Pulangkan Jihadis ISIS ke Negara Asalnya
Turki akan segera memulangkan kelompok jihadis ISIS ke negaranya masing-masing. Rencana itu akan dilaksanakan mulai awal pekan depan.
Tahanan ISIS di Turki. (Foto: FADEL SENNA/AFP)

Jakarta - Menteri Dalam Negeri Turki, Suleyman Soylu menyebut pemerintah akan segera memulangkan kelompok jihadis ISIS ke negaranya masing-masing. Rencana itu akan dilaksanakan mulai awal pekan depan. 

"Sekarang kami memberi tahu Anda bahwa kami akan mengirimkan mereka (jihadis ISIS) kembali ke negara Anda. Kami akan memulainya pada hari Senin," kata Soylu kepada Anadolu, seperti dilansir dari AFP.

Saat ini, kata Soylu di penjara Turki terdapat hampir 1.200 anggota ISIS yang menjalani masa tahanan. Jumlah itu belum ditambah dari hasil penangkapan terhadap 287 anggota ISIS dalam operasi terbaru di Suriah utara.

Namun, ratusan jihadis ISIS tersebut kebanyakan sudah kehilangan hak kewarganegaraanya akibat telah dicabut negara asalnya. 

Dari itu, Turki mengkritik negara-negara Barat yang menolak untuk menerima kepulangan warga negaranya yang bergabung dengan ISIS ke Suriah dan Irak.

Pemerintah Inggris merupakan yang menerapkan kebijakan untuk mencabut status kewarganegaraan terhadap 100 orang yang diduga bergabung dengan kelompok jihadis.

Padahal jika ditinjau dari Konvensi New York 1961, kebijakan mencabut status kewarganergaan sebenarnya tergolong ilegal. Sehingga kebijakan Inggris sebenarnya sudah tidak boleh dilakukan lagi.  

Dalam beberapa hari terakhir Turki melaporkan telah menangkap sejumlah tokoh termasuk istri, anak, dan saudara perempuan mendiang pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi.

Sebelumnya, Abu Bakr al-Baghdadi, pemimpin kelompok teroris menyebut diri Negara Islam (ISIS), diperkirakan tewas dalam serangan militer AS di Provinsi Idlib, Suriah barat laut, menurut laporan media AS.

Menurut sumber-sumber militer yang berbicara dengan CNN dan beberapa media lain, Baghdadi mungkin telah tewas dengan rompi bunuh diri ketika pasukan AS menyerang.

Pentagon memberi tahu Gedung Putih "Departemen memiliki kepercayaan diri yang tinggi" bahwa individu yang telah terbunuh adalah pemimpin ISIS al-Baghdadi, tetapi masih diperlukan konfirmasi akhir, kata seorang pejabat Angkatan Darat AS kepada Newsweek, Minggu, 27 Oktober 2019. 

Berita terkait
Turki Sisir Jejak ISIS Lewat Istri al-Baghdadi
Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan aparat negaranya telah menangkap istri Abu Bakar al-Baghdadi.
Turki Minta Bantuan NATO untuk Hadapi Ancaman
Menghadapi ancaman karena menyerang kelompok Kurdi di Suriah, Turki meminta bantuan NATO untuk tunjukkan solidaritas.
Densus 88 Waspada Setelah Tewasnya al-Baghdadi
Kepolisian menyalakan tanda waspada setelah tersiar kabar tewasnya pemimpin kelompok teroris ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi.
0
Spesifikasi Realme 5s yang Meluncur di India
Realme 5s akan diluncurkan di India pada Rabu, 20 November 2019. Penjualan ponsel pintar itu akan dimulai melalui Flipkart.