UNTUK INDONESIA
Tujuh Kecamatan di Limapuluh Kota Waspada Banjir
Tujuh Kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar, waspada banjir yang dipicu akibat meluapnya sejumlah aliran sungai.
Air menggenangi pemukiman dan lahan pertanian warga di Nagari Sungai Antuan, Kecamatan Mungka dan Nagari Taram di Kecamatan Harau, Selasa 3 Desember 2019.(Foto: Tagar/Aking Romi Yunanda)

Limapuluh Kota - Hujan deras melanda wilayah Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, sejak Senin malam hingga Selasa 3 Desember 2019. Tujuh kecamatan di Luhak Nan Bungsu waspada banjir akibat meluapnya sejumlah aliran sungai.

Tim kami masih siaga di titik-titik lokasi rawan untuk upaya antisipasi.

Kepala Pelaksana BPBD Limapuluh Kota, Joni Amir, menyebutkan luapan sejumlah sungai membuat lahan pertanian, jalan raya hingga pemukiman warga tergenang air. Belum terhitung berapa kerugian materil akibat bencana tersebut.

"Dari pantauan kami di lapangan, ada 7 titik genangan air di wilayah kecamatan akibat luapan sungai. Pertama di Nagari Sungai Antuan, Kecamatan Mungka. Luapan sungai Batang Manggilang naik ke pemukiman warga," kata Joni Amir kepada Tagar, Selasa 3 Desember 2019.

Hingga pukul 18.00 WIB, banjir di Manggilang belum surut disebabkan hujan lebat masih mengguyur kawasan lintas Sumbar-Riau tersebut. BPBD memperkirakan puluhan rumah tergenang dari mata kaki hingga selutut orang dewasa.

Titik kedua air sungai Batang Sinamar menggenangi jalan raya dan lahan pertanian warga di Nagari Taram, Kecamatan Harau. Sama dengan nagari Manggilang di Pangkalan, tercatat sebagai daerah rawan banjir menggingat kawasan tersebut terbilang rendah dan berada di pinggir batang sungai.

Ketiga, lanjut Joni, genangan air dilaporkan melanda kawasan padat penduduk di Nagari Sungaiantuan, Kecamatan Mungka. Khusus di Sungaiantuan, genangan air juga menutupi selutut kaki orang dewasa sampai ke dalam kawasan pemukiman penduduk.

"Sungai Antuan, dari laporan ada belasan rumah tergenang. Jalan raya dan lahan pertanian juga terdampak. Tim kami masih siaga di titik-titik lokasi rawan untuk upaya antisipasi, apabila debit air masih tinggi," tuturnya.

Selain di tiga kecamatan, Joni Amir menyebut ada empat titik lokasi pada empat lokasi lainnya yang berstatus siaga bencana. Diantaranya, Kecamatan Payakumbuh, Lareh Sago Halaban, Suliki dan Kapur IX. Sehingga, ada tujuh kecamatan berpotensi bencana banjir apabila intensitas hujan masih terjadi sampai seminggu ke depan.

Terpisah, Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya bencana alam. Selama ini, Kabupaten Limapuluh Kota kerap dihantui bencana banjir dan longsor, terutama yang bermukim di wilayah perbukitan dan sungai.

"Jika kondisi air sungai terus naik, saya harap warga segera mencari tempat aman. Kami sudah perintahkan BPBD untuk memantau kondisi ini. Kemungkinan bencana longsor di Jalan Sumbar-Riau juga masih terus kami pantau agar tidak memakan korban jiwa," katanya.

Pihaknya mengaku juga telah menyebar Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD untuk terus melakukan pemantauan di lokasi yang rawan akan bencana. "Tujuannya, apabila debit air naik, evakuasi akan lebih cepat tertangani," tuturnya. []

Berita terkait
Semalam, Polisi Ciduk 7 Pemakai Narkoba Payakumbuh
Polres Payakumbuh mengamankan tujuh pelaku penyalahgunaan narkotika dalam waktu yang hampir bersamaan.
Badai Terjang Payakumbuh, Puluhan Bangunan Rusak
Hujan deras disertai badai menerjang Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh. Puluhan bangunan warga dilaporkan rusak.
Pemkot Payakumbuh Segel 9 Bangunan Ilegal
Pemerintah Kota (Pemkot) Payakumbuh, Sumatera Brata menyegel sembilan bangunan yang diduga melanggar aturan.
0
Sidak Rutan Makassar, Petugas Dapati Tissue Magic
Petugas gabungan menemukan charger handphone kabel listrik, senjata tajam hingga alat kontrosepsi seperti Tissue Magic saat Sidak ke Lapas Makassar