TNI AD Dikerahkan Mengejar KKSB di Mimika Papua

TNI AD bersiap siaga di empat distrik yang rawan gangguan KKBS di Kabupaten Mimika. Seluruh TNI di masing-masing pos dikerahkan mengejar KKBS.
Prajurit TNI AD sedang siaga. (Foto: Tagar/Pendam XVII/Cenderawasih)

Timika - TNI Angkatan Darat tengah bersiaga di empat distrik yang rawan gangguan Kelompok Kriminal Separtais Bersenjata (KKSB) di Timika, Kabupaten Mimika, Papua. Seluruh personil di masing-masing pos dikerahkan mengejar KKSB yang menebar teror yang berbuntut mengungsinya 1.572 warga, Senin 9 Maret 2020 lalu.

Komandan Distrik Militer (Dandim) 1710 Mimika, Letkol Inf Pio Nainggolan mengatakan, perintah bersiaga kepada seluruh anggotanya masih berlangsung sampai saat ini.

“Dari awal Maret itu sudah kita perintahkan bersiaga hingga sekarang,” kata Nainggolan lewat gawainya saat dihubungi dari Jayapura, Rabu 11 Maret 2020, sore.

Dia mengungkapkan, tak ada penambahan personil dari TNI AD dalam upaya penegakan hukum terhadap KKSB. Hanya, seluruh komandan di masing-masing pos, termasuk Satuan Tugas (Satgas) yang ada diminta untuk mengefektifkan prajuritnya.

Dari awal Maret itu sudah kita perintahkan bersiaga hingga sekarang.

“Tidak ada penambahan personil. Kita hanya menggunakan Satgas atau pos-pos (keamanan) yang sudah tergelar sekarang. Tinggal bagaimana mengefektifkannya saja,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Nainggolan, patroli dapat lebih ditingkatkan sesuai pertimbangan masing-masing komandan pos.

“Gelombang pengungsian sudah tidak ada lagi hari ini. Empat kampung sudah ditinggalkan warga pasca diteror KKB,” bebernya.

Sebelumnya, gelombang pengungsi dari empat kampung di Distrik Tembagapura, Timika, terus meningkat. Total 1.572 jiwa warga setempat telah meninggalkan rumahnya, lalu memilih mengungsi ke Timika untuk sementara waktu.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, terjadinya pengungsian lantaran tindakan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap warga telah melampaui batas. Warga dalam tekanan, bahkan bahan makanan mereka diambil secara paksa.

"Kami sungguh-sungguh akan tidak tegas Kelompok Kriminal Bersenjata yang mengganggu ketenangan dan kenyamanan masyarakat. Keamanan sebagai tanggungjawab kami," tegas Waterpauw, Senin 9 Maret 2020, lalu.

Catatan Polda Papua, total 1.572 jiwa warga Distrik Tembagapura telah meninggalkan kampungnya sejak tanggal 6-9 Maret 2020. Mereka berasal dari Kampung Kimbeli, Utikini, Waa Banti, dan Banti.

Adapun rincian pengungsi yang dievakusi ke Timika antara lain 256 jiwa warga Kampung Waa Banti, 702 jiwa warga Kimbeli dan Kali Kabur, dan 612 jiwa warga Kampung Banti 1 dan sekitarnya. Mereka terdiri dari orang dewasa, remaja dan anak-anak. []

Berita terkait
Pengungsi Timika Meningkat, Polisi Tindak Tegas KKB
Gelombang pengungsi dari empat kampung di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, terus meningkat. Mereka mengungsi karena diteror KKB.
Teror KKB, 790 Warga Timika Papua Mengungsi
Kabid Humas Polda Papua Ahmad Mustofa mengatakan 790 warga Mimika Papua mengungsi karena merasa tidak aman akibat teror KKB.
Brimob Gugur di Timika Dimakamkan di TMP Trenggalek
Anggota Brimob, Bharatu Anumerta Doni Priyanto yang gugur usai baku tembak dengan KKB Papua mendapatkan kenaikan pangkat dari Kapolri.
0
Simak 5 Aplikasi dan Situs Simulasi Tes CPNS
Terdapat lima aplikasi dan situs simulai tes CPNS 2021 yang sudah disiapkan untuk mengisi kota sebanyak 105.777 dari 189.102 formasi ASN yang ada.