UNTUK INDONESIA

Tips Menjaga Kesehatan dengan Mengatur Jam Tidur

Mengatur jam tidur dan bangun yang teratur dapat meningkatkan produktivitas yang lebih baik di sekolah atau di tempat kerja.
Ilustrasi tidur. (Foto Freepik)

Jakarta - Bagi sebagian orang, menjadi seseorang yang sudah beranjak dewasa adalah saat bagi kita untuk bisa memutuskan pilihan sendiri dalam berbagai hal. Salah satunya adalah mengenai jam tidur.

Begadang semalaman demi menonton serial atau film favorit merupakan hal yang disukai bagi banyak orang. Namun, dengan berkurangnya waktu untuk tidur, ini bisa berdampak negatif pada kesehatan tubuh.

Inilah alasan kita harus membuat jam tidur, berapa pun usianya, tidak memandang anak-anak atau pun dewasa. Hal ini dikarenakan dengan ditetapkannya jam tidur setiap malam dapat membuat kita lebih bahagia dan sehat.

Mengutip informasi dari laman healthdigest, Jessica Lunsford-Avery -seorang asisten profesor dalam Psychiatry and Behavioral Sciences di Duke University School of Medicine-, mengatakan bahwa dengan pola tidur yang tidak teratur, maka semakin tinggi risiko obesitas, hipertensi, peningkatan gula darah, dan penyakit jantung dalam 10 tahun berikutnya.

Hal ini dapat menunjukkan bahwa menjaga waktu tidur dan bangun sekonsisten mungkin sangat bermanfaat bagi kesehatan.

Selain bisa mencegah penyakit, jam tidur dan bangun yang teratur juga dapat meningkatkan produktivitas yang lebih baik di sekolah atau di tempat kerja.

Hal ini juga bisa meningkatkan suasana hati, dan bahkan meningkatkan metabolisme (melalui kesibukan). Jadi, jika Anda mulai merasa kesulitan untuk tetap fokus pada pekerjaan, sering merasa kesal, atau kesulitan menurunkan berat badan, mungkin inilah saatnya untuk menetapkan jam tidur.

TidurIlustrasi rambut menempel di sarung bantal (Foto: Pexels/Ketut Subiyanto)

Para ahli sering bicara tentang waktu tidur dibutuhkan untuk menjadi sehat adalah sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Namun, jika ingin mendapatkan jumlah jam tidur tersebut, Anda perlu mengatur waktu tidur.

Biasanya, kebanyakan orang menetapkan jam bangun tidur adalah saat menjelang berangkat kerja atau sekolah. Namun, jarang sekali yang memiliki kebutuhan mendesak untuk tidur.

Maka, cara menentukan jam tidur adalah dengan tetapkan terlebih dahulu waktu Anda bangun setiap hari. Setelahnya, hitung mundur dari jam tersebut untuk memilih kapan saatnya Anda harus tidur.

Cobalah untuk terus mengikuti jadwal ini. Untuk hasil yang lebih baik lagi, Anda tetap harus memakai jadwal ini bahkan di akhir pekan sekalipun. Dengan tidur pada waktu yang sama setiap malam, kemungkinan hal ini akan membuat Anda tertidur lebih cepat.

Setelah memutuskan waktu tidur baru, gunakan ponsel Anda untuk menyetel alarm waktu tidur. Upayakan untuk menyetelnya selama sekitar 15 menit sebelum Anda ingin tidur. Dengan cara ini, Anda memiliki pengingat untuk mulai mematikan ponsel, bersiap-siap tidur, dan mengatur apa pun yang diperlukan di pagi hari.

The American Heart Association juga merekomendasikan untuk menemukan aktivitas relaksasi yang dapat membuat Anda tertidur, seperti membaca buku (lebih disarankan sesuatu yang membosankan daripada misteri pembunuhan yang mendebarkan).

Hindari cahaya terang di kamar tidur, termasuk cahaya yang berasal dari ponsel, laptop, atau tablet Anda. Semakin mudah Anda untuk tidur, semakin besar kemungkinan bisa bangun dengan perasaan segar keesokan harinya. []

(Okky Pratiwi)

Berita terkait
Manfaat dan Dampak Buruk Penggunaan Kipas Angin Saat Tidur
Berikut Tagar rangkumkan empat dampak buruk dan manfaat penggunaan kipas angin saat tidur bagi tubuh.
Tips Jaga Kesehatan Selama Libur Natal dan Tahun Baru 2021
Berikut Tagar rangkumkan sejumlah tips untuk tetap sehat tanpa melewatkan keseruan masa liburan Natal dan Tahun Baru 2021.
6 Tips Sehat Bagi Keluarga Pemilik Hewan Peliharaan Berbulu
Berikut Tagar rangkumkan 6 tips menjaga kesehatan keluarga bagi pemilik hewan peliharaan berbulu.
0
Video: Wawancara Pakar tentang Peta Besar Kelompok Teroris di Indonesia
Nonton video di sini, wawancara dengan pakar tentang peta besar kelompok teroris di Indonesia, pergerakan mereka, tempat persembunyian mereka.