Tim Swab Hunter Surabaya Disiagakan saat Tahun Baru

Pemkot Surabaya bersama TNI-Polri akan melakukan penyekatan di delapan titik pintu masuk Kota Surabaya mulai pukul 17.00 WIB.
Plt Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana. (Foto: Tagar/Ihwan Fajar)

Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menegaskan tidak ada perayaan malam pergantian tahun untuk penanggulangan Covid-19. Bahkan saat malam pergantian tahun nantinya, disiagakan Tim Swab Hunter di 10 titik di Kota Surabaya.

Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana mengatakan pada saat malam pergantian tahun nantinya, delapan titik perbatasan di Kota Surabaya akan dijaga polisi, TNI, Dishub, Satpol PP, dan BPB Linmas Surabaya. Selain penjaga pintu masuk Kota Surabaya, kata Whisnu, juga disiapkan sepuluh titik untuk tim swab hunter.

Memang sesuai maklumat Kapolri, jam 8 (malam) semua harus tutup dan itu akan kita razia. Jadi seluruh kecamatan, kelurahan juga kita libatkan untuk razia kegiatan-kegiatan.

"Besok saya siapkan 10 tempat untuk swab hunter. Dan beberapa kondisi kalau memang perlu di swab, maka kita arahkan swab hunter dititik yang sudah ada," ujarnya usai menggelar rapat koordinasi di Rung Sidang Wali Kota, Balai Kota Surabaya, Selasa, 29 Desember 2020.

Whisnu mengaku filterisasi dilakukan mulai pukul 17.00 WIB di delapan pintu masuk Kota Surabaya. Whisnu mengaku berdasarkan maklumat Kapolri, seluruh kegiatan saat malam pergantian tahun hanya sampai pukul 20.00 WIB.

Baca juga:

"Memang sesuai maklumat Kapolri, jam 8 (malam) semua harus tutup dan itu akan kita razia. Jadi seluruh kecamatan, kelurahan juga kita libatkan untuk razia kegiatan-kegiatan. Pokoknya maksimal kegiatan itu jam 8 malam pada tanggal 31 Desember 2020," kata dia.

Ia berharap dengan adanya Tim Swab Hunter tersebut tidak memunculkan klaster baru dan peningkatan kasus Covid-19 di Kota Surabaya.

"Kita berharap malam perayaan tahun baru dan pasca liburan tahun baru tidak ada peningkatan (kasus Covid-19) atau klaster baru di Kota Surabaya. Ini kita harapkan bersama penanganan persiapan pengendalian Covid ini betul-betul kita matangkan," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya, Komisaris Besar Jhonny Edizon Isir mengatakan pihaknya bersama TNI dan unsur Pemkot Surabaya akan melakukan penyekatan delapan titik perbatasan Kota Surabaya.

"Kami menindak lanjuti maklumat Kapolri. Artinya warga menyambut tahun baru monggo silakan dilaksanakan di rumah kediaman masing-masing. Tidak perlu berkerumun tidak perlu arak-arakan, tidak perlu konvoi yang kemudian menimbulkan potensi kerumunan," ujarnya.

Isir juga mengungkapkan pihaknya akan mengerahkan Tim Swab Hunter saat malam pergantian tahun.

"Swab hunter tetap, pelanggaran protokol kesehatan akan kita tilang dan swab. Pola-polanya akan dimantapkan lagi kwalitas dan kuawantitasnya," kata Isir.

Isir menengaskan pada pergantian malam tahun baru nanti, warga yang dari luar kota tidak memiliki kepentingan seperti emergency, layanan distribusi sembako akan diputar balikkan.

"Kita putar balikkan tidak boleh lewat," tutur Isir.

Selain itu, pihak kepolisian bersama TNI dan Pemkot Surabaya akan menurunkan tim swab hunter yang tidak jauh dari titik lokasi perbatasan kota.

"Nanti tim swab hunter ada dilokasi-lokasi perbatasan seperti di CITO. Nanti kalau ada pelanggar kita bawa kesitu," ujar Isir.[] 

Berita terkait
Positif Covid-19, Bupati Gresik Dirawat di RS Surabaya
Sebelum terpapar Covid-19, kondisi kesehatan Bupati Gresik menurun dan meminta untuk dilakukan tes swab.
Macet dan Mogok Akibat Jalan Protokol Surabaya Terendam
Hujan intesitas tinggi terjadi di Surabaya. Sejumlah ruas jalan di Surabaya terendam sehingga menyebabkan macet akibat banyaknya motor mogok.
Penjelasan Pejabat Pemkot Surabaya Ikut Risma ke Ponorogo
Kepala Diskominfo Surabaya, M Fikser mengaku dirinya turut mendampingi Risma ke Ponorogo dikarenakan hari libur.
0
DPR: Bukan Salah Pemerintah Jika Pemberangkatan Haji 2021 Batal
DPR menilai, bila tahun ini pemberangkatan jemaah haji kembali batal seperti tahun lalu, bukan menjadi kesalahan pemerintah Indonesia.