Macet dan Mogok Akibat Jalan Protokol Surabaya Terendam

Hujan intesitas tinggi terjadi di Surabaya. Sejumlah ruas jalan di Surabaya terendam sehingga menyebabkan macet akibat banyaknya motor mogok.
Seorang perempuan menerobos genangan air di Jalan Banyu Urip (depan Pasar Asem Simo) karena kendaraan yang dikendarai keluarganya mogok. (Foto: Tagar/Ihwan Fajar)

Surabaya - Hujan deras disertai angin kencang terjadi di Surabaya, Senin, 28 Desember 2020. Hujan mulai pukul 17.30 WIB membuat sejumlah jalan protokol di Surabaya mengalami terendam.

Sejumlah jalan protokol digenangi air hingga paha orang dewasa membuat kendaraan milik warga mengalami mogok. Beberapa jalan protokol terendam seperti di Jalan Banyu Urip (depan Pasar Asem Simo), Raya Darmo Satelit, Mayjend Sungkono, HR Muhammad.

Banjir mas. Nang ngarepe pasar sampai nang ngarepe kantor BNN.

Banjir terjadi menjadi ujian pertama Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana di Kota Pahlawan usai ditinggal Tri Rismaharini yang menjadi Menteri Sosial (Mensos).

Pantauan Tagar di Jalan Banyu Urip - Sukomanunggal bahkan air setinggi paha orang dewasa. Kemacetan panjang terjadi akibat sejumlah motor mengalami mogok karena nekat menerobos banjir.

Seorang pengendara, Rusli mengaku dirinya terjebak macet selama 2 jam di Jalan Banyu Urip. Ia mengaku kemacetan terjadi akibat Jalan Banyu Urip, tepatnya depan Pasar Asem Simo hingga Sukomanunggal banjir hingga sepaha orang dewasa.

"Banjir mas. Nang ngarepe pasar sampai nang ngarepe kantor BNN (Di depan pasar Asem Simo sampai depan kantor BNNP Jatim)," ujar warga Benowo ini.

Rusli mengaku tak menyangka jika Jalan Banyu Urip hingga Sukomanunggal terendam. Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir dirinya tidak pernah mendapati jalanan banjir. Ia pun mengaku bingung mencari jalan alternatif lainnya, karena juga mengalami banjir.

"Lewat di Jarak (Jalan Girilaya) aman, tapi setelah itu banjir juga katanya teman," tuturnya.

Sementara, Harun mengatakan motor matic miliknya mengalami mogok karena nekat menerobos banjir. Dengan terpaksa dirinya harus mendorong cukup jauh ke daerah yang lebih tinggi.

"Tinggi airnya mas. Ini sampai mogok karena air masuk ke knalpot," tuturnya.

Selain itu, hanya ada satu petugas polisi yang terlihat mengatur arus lalu lintas. Sedangkan petugas Satpol dan Linmas tidak terlihat dilokasi banjir.[]

Berita terkait
Penjelasan Pejabat Pemkot Surabaya Ikut Risma ke Ponorogo
Kepala Diskominfo Surabaya, M Fikser mengaku dirinya turut mendampingi Risma ke Ponorogo dikarenakan hari libur.
Merasa Nyaman, Risma Tarik Para Stafnya di Surabaya ke Jakarta
Risma akan menarik para stafnya di Pemerintah Kota Surabaya untuk membantunya di Kemensos.
Diizinkan Khofifah, Pemkot Surabaya Tutup Sementara Suramadu
Pemkot Surabaya bersama TNI dan Polri akan membuat posko dipintu keluar Jembatan Suramadu mencegah perayaan malam pergantian tahun.
0
Pulihkan Ekonomi, Kementerian PDTT Dukung Work From Bali
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mendukung program pemerintah work from Bali dalam rangka memulihkan ekonomi yang terdampak pandemi Covid.19