Thomas Cook dan Lima Maskapai yang Bangkrut

Thomas Cook Airlines menjadi maskapai penerbangan terakhir yang tutup karena mengalami kebangkrutan.
Pesawat Airbus A319 milik Air Berlin. (Foto: Wikipedia/Arcturus)

Jakarta - Thomas Cook Airlines menjadi maskapai penerbangan internasional terbaru yang berhenti beroperasi karena mengalami kebangkrutan. 

Berikut Tagar rangkum tujuh maskapai yang berhenti beroperasi karena bangkrut.

1. Thomas Cook Airlines

Thomas Cook Airlines didirikan pada 1986 dengan nama Trans European Airways. Maskapai ini ditujukan sebagai fasilitas penerbangan bagi pelancong yang menggunakan jasa liburan dari induk usaha mereka, Thomas Cook Group. 

Sebelumnya, maskapai yang menggunakan pesawat Airbus sebagai armadanya ini mengalami peningkatan yang signifikan dalam empat tahun terakhir. 

Berdasarkan data yang dirilis Otoritas Penerbangan Sipil Inggris, Thomas Cook Airlines sudah menerbangkan 8,01 juta orang penumpang pada 2018 dengan pendapatan sebesar mencapai 9,6 juta poundsterling atau sekitar Rp 168 miliar.

Thomas Cook Airlines berhenti beroperasi pada 23 September 2019 lalu, setelah induk usaha mereka mengalami kebangkrutan. 

Kebangkrutan tersebut disebabkan ketidakmampuan manajemen untuk mendapatkan pendanaan tambahan.

Thomas CookSalah satu armada Thomas Cook Airlines. (Foto: Wikipedia/Adrian Pingstone)

2. Pan American World Airways

Maskapai penerbangan asal Amerika Serikat (AS), Pan American World Airwayas (Pan Am) didirikan perwira Angkatan Laut AS, Henry Arnolds pada 14 Maret 1927, untuk melayani pengantaran surat dari Florida ke Havana.

Pan Am mengalami perkembangan pesat pasca perang dunia kedua berakhir pada 1945. Maskapai ini menarik perhatian dunia dengan layanan destinasi yang banyak dan layanan lainnya, seperti hotel bintang lima. 

Tidak hanya itu, Pan Am menjadi salah satu maskapai penerbangan populer di dunia. Itu disebabkan karena serangkaian strategi bisnis mereka, seperti program penerbangan keliling dunia, armada pesawat modern, dan sistem pembelian tiket yang terintegerasi dengan layanan hotel. 

Pan Am juga menjadi maskapai penerbangan pertama yang memesan pesawat terbesar saat itu, Boeing 747.

Namun, sayangnya maskapai ini mengalami kemunduran usaha setelah krisis minyak dunia pecah pada 1973. Sehingga, Pan Am terpaksa menaikkan tarifnya, yang akhirnya berdampak pada penurunan jumlah penumpang. 

Hal tersebut membuat Pan Am tidak mampu menutupi biaya operasional dan hutang akibat tingginya tarif parkir pesawat dan membeli avtur. Maskapai tersebut resmi berhenti beroperasi pada 4 Desember 1991.

Pan AmBoeing 747-100 yang menjadi salah satu armada Pan Am. (Foto: Wikipedia/Eduard Marmet)

3. Wow Air

Wow Air merupakan maskapai penerbangan berbiaya murah (low cost carrier) asal Islandia yang berdiri pada 2011 silam. 

Pada masa awal pendiriannya, Wow Air melakukan ekspansi bisnis dengan mengakuisisi jaringan operasional Icelandic Airways. Sehingga membuat maskapai ini mendapatkan lisensi destinasi ke beberapa bandara internasional strategis, seperti London, Kopenhagen, Warsawa, dan Berlin.

Perjalanan bisnis Wow Air tergolong baik dengan membukukan pendapatan sebesar 484 juta dollar AS atau sekitar Rp 8,4 triliun pada 2017 lalu. 

Maskapai yang hanya menggunakan pesawat Airbus ini, tercatat memiliki 10 unit armada dan melayani 27 destinasi domestik dan internasional.

Wow Air ditutup pada 28 Maret 2019 karena tidak mampu membiayai ongkos operasional. 

CEO sekaligus pendiri Wow Air, Skuli Morgensen mengatakan maskapainya membutuhkan dana 40 juta dollar AS untuk melanjutkan layanannya.

WOW AirPesawat dengan livery Wow Air. (Foto: Wikipedia/Eric Salard)

4. Bahrain Air

Bahrain Air merupakan salah satu maskapai penerbangan nasional milik Pemerintah Kerajaan Bahrain setelah Gulf Air. 

Maskapai ini didirikan pada 2007 sebagai bandara berbiaya murah. Namun, pihak manajemen mengubah kelas menjadi maskapai penuh pada 2008.

Bahrain Air memiliki 4 armada, yakni 2 Airbus A319 dan 2 unit Airbus A320 serta melayani 23 destinasi internasional di Asia dan Afrika. 

Maskapai ini sempat menarik perhatian, karena masih terhitung baru. Namun, memiliki prinsip tidak melayani minuman alkohol.

Bahrain Air berhenti beroperasi pada 12 Februari 2013. Pihak manajemen mengatakan alasan penutupan maskapai ini akibat kondisi politik domestik dan Pemerintah Bahrain yang tidak membayar biaya operasional maskapai.

Bahrain AirPesawat milik maskapai Bahrain Air. (Foto: logisticsmiddleeast.com)

5. Batavia Air

Batavia Air merupakan maskapai penerbangan asal Indonesia yang didirikan pada 2002. 

Batavia Air menjadi satu dari empat maskapai asal Indonesia yang memenuhi standar untuk terbang ke negara-negara Uni Eropa.

Sepanjang sejarah pelayanannya, maskapai ini memiliki total 48 destinasi termasuk 6 destinasi internasional ke Cina, Malaysia, Timor Leste, dan Arab Saudi.

Batavia Air berhenti beroperasi pada 31 Januari 2013 setelah Pengadilan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dalam surat putusan No.77/pailit/2012/PN.NIAGA.JKT.PST menyatakan pailit. 

Batavia AirArmada pesawat Batavia Air. (Foto: Wikipedia/Tsung TsenTsan)

6. Air Berlin

Air Berlin yang didirikan pada 1978 pernah menjadi salah satu maskapai penerbangan terbesar di Eropa. Hal ini disebabkan tingginya standar keamanan penerbangan yang diterapkan maskapai ini.

Tahun 2006 merupakan masa keemasan Air Berlin dengan mampu mengangkut penumpang sebanyak 22,1 juta orang dan menjadi maskapai tersibuk keempat di Eropa. 

Tercatat, maskapai ini memiliki 123 armada dan melayani 161 destinasi domestik dan internasional.

Air Berlin mengalami kebangkrutan setelah investor mereka, Etihad Airways menghentikan bantuan finansial pada Agustus 2017. 

Hal tersebut membuat manajemen Air Berlin mengumumkan maskapai mereka memasuki tahap kepailitan dan mengirim sejumlah pekerjanya ke beberapa maskapai lain, termasuk ke maskapai nasional Jerman, Lufthansa. 

Manajemen Air Berlin juga menjual sejumlah pesawat dan perusahaan kargo mereka untuk membayar hutang. Maskapai ini resmi berhenti beroperasi pada 27 Oktober 2017.

Air BerlinPesawat Airbus A319 milik Air Berlin. (Foto: Wikipedia/Arcturus)

Baca juga:

Berita terkait
Rekam Jejak Garuda Indonesia
Garuda Indonesia memiliki perjalanan panjang dalam sejarah kedirgantaraan nasional.
Kabut Asap Semakin Pekat, Pesawat Batal Terbang ke Aceh
Akibat kabut asap melanda wilayah provinsi Aceh, mengakibatkan maskapai Wings Air batal terbang dari Bandara Kuala Namu, Sumatera Utara.
Foto: BJ Habibie Jadi Inspirasi Pelajar Buat Pesawat
Mengenang jasa Presiden BJ Habibie, 250 siswa SMP dari kelas 7,8,dan 9 di Tegal membuat pesawat berbahan stereofom berbagai bentuk.
0
Indonesia Kembangkan Industri Hijau Terbesar di Dunia
Presiden Jokowi mengatakan Indonesia sedang mengembangkan industri hijau terbesar di dunia yang terletak di Kalimantan Utara sesuai visi RI.