Teten Masduki: Produk UMKM Harus Mengarah Custom Product

Menkop UKM Teten Masduki mengatakan, Produk UMKM harus mengarah pada Custom Product agar lebih unik, Personal dan tak perlu bersaing harga.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. (Foto:Tagar/Kemkop UKM)

Jakarta – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, Produk UMKM harus mengarah pada Custom Product agar lebih unik, personal dan tidak perlu bersaing dalam harga.

Kekayaan daerah seperti produk kelautan, perkebunan, dan perikanan, yang belum diolah secara optimal. Itu bisa dikembangkan dalam produk kustom.

"Produk UMKM harus mengarah pada Custom Product, yaitu produk yang disesuaikan dan dirancang untuk promosi merek atau produk yang dipersonalisasikan," kata Teten di Jakarta, Minggu, 8 November 2020.

Ciri produk kustom adalah unik, jarang ada yang sama, lebih personal, tidak perlu bersaing dengan harga (tidak seperti produk massal dari pabrik). Selain itu, lebih berkualitas dan harganya bisa disesuaikan dengan kemampuan pembeli.

Sementara kelemahan UMKM di Indonesia menurut Teten, antara lain mereka belum masuk sistem produksi nasional maupun global. Berbeda dengan UMKM di Tiongkok, Jepang, maupun Korea Selatan.

Di negara tersebut, produk yang mereka hasilkan seperti elektronik merupakan bagian dari rantai pasok indutri besar.

"Kalau di Indonesia, mungkin gap-nya terlalu lebar, sehingga belum mampu jadi sebuah mata rantai produksi," ungkap Teten.

Teten MasdukiMenteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. (Sumber:Tagar/Portonews)

Meski demikian, Teten masih melihat adanya peluang atau potensi bagi koperasi untuk bisa berperan sebagai agregator, konsolidator bagi UMKM, agar bisa mencapai skala ekonomi/skala bisnis untuk kemudian dihubungkan dengan ekosistem atau rantai produk ekonomi nasional.

"Saya kira, daerah juga harus melihat keunggulan domestiknya. Kta punya kekayaan daerah seperti produk kelautan, perkebunan, dan perikanan, yang belum diolah secara optimal. Itu bisa dikembangkan dalam produk kustom. Dan ini yang akan saya kombinasikan dengan koperasi," jelas Teten.

Teten berharap, dengan mencapai skala bisnis melalui kluster atau koperasi, UMKM lebih mudah mengakses pembiayaan dan memperluas pemasaran. Bahkan, masuk dalam rantai pasok global.

Apalagi, Undang-undang Cipta Kerja sudah menyederhanakan pembentukan koperasi dengan cukup 9 orang saja dan bisa melakukan rapat secara digital. Lebih lanjut, Teten mengajak generasi milenial untuk bergabung dalam Koperasi.

"Saya mengajak anak-anak muda, kaum milenial yang kaya dengan kreativitas dan inovasi, untuk bergabung dalam koperasi. Khususnya, koperasi digital. Saya menaruh harapan pada kaum muda akan masa depan UMKM dan koperasi," ungkap Teten. []

Berita terkait
Teten Masduki Ajak UMKM Pakai Fasilitas GSP Ekspor AS
Menkop UKM Teten Masduki mengatakan, GSP atau fasilitas perdagangan bebas tarif bea masuk, menjadi peluang bagi produk UMKM perluas pasar ke AS.
Teten Masduki: Cipta Kerja Konsolidasikan Data Tunggal KUMKM
Menkop UKM Teten Masduki mengatakan, UU Cipta Kerja membuka ruang bagi pemerintah untuk mengkonsolidasikan data tunggal koperasi dan UMKM.
Teten Masduki: Hadapi Pandemi UMKM Harus Tahan Banting
Menkop UKM Teten Masduki, meminta semua pelaku UMKM di Indonesia agar sabar dan tahan banting dalam menjalankan usaha di tengah pandemi Covid-19.
0
Sempat Diterpa Badai Seroja, Mensos Targetkan Pemulihan NTT Juni 2021
Menteri Sosial Tri Rismaharini, menargetkan dana bantuan sosial untuk pemulihan NTT yang terkena Badai Seroja dapat disalurkan Juni ini.