UNTUK INDONESIA
Teten Masduki: Hadapi Pandemi UMKM Harus Tahan Banting
Menkop UKM Teten Masduki, meminta semua pelaku UMKM di Indonesia agar sabar dan tahan banting dalam menjalankan usaha di tengah pandemi Covid-19.
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengunjungi Koperasi Tana Oba Lais Manekat di Sukamana, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat, 23 Oktober 2020. (Foto:Tagar/Kemenkop UKM)

Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki meminta semua pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia agar sabar dan tahan banting dalam menjalankan usaha di tengah pandemi corona Covid-19.

“Harus sabar dan tahan banting. Artinya, kalau pendapatan Anda menurun bahkan usaha Anda harus tutup karena pandemi ini, ya jangan putus aja. Coba bertahan dan bila perlu cari usaha yang sesuai dengan keadaan ini,” ucap Menteri Teten.

Menteri Koperasi dan UKMMenteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengunjungi Koperasi Tana Oba Lais Manekat di Sukamana, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat, 23 Oktober 2020. (Foto:Tagar/Kemenkop UKM)

Hal ini, disampaikan Menkop UKM untuk menjawab pertanyaan dan keluhan 30 perwakilan dari sekitar 10.000 anggota Koperasi Tana Oba Lais Manekat atau TLM (Melayani dengan Sepenuh Hati) Indonesia di Sukamana, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat, 23 Oktober 2020.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten MasdukiMenteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengunjungi Koperasi Tana Oba Lais Manekat di Sukamana, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat, 23 Oktober 2020. (Foto:Tagar/Kemenkop UKM)

Selain itu, Menteri Teten juga menjelaskan, pelaku usaha akan tetap sukses dan dapat bertahan di saat krisis. Caranya, harus ada divestifikasi usaha. “Kalau usaha yang satu mati, maka bisa gerakan usaha uang lain. Inilah namanya tahan banting dan kreatif,” katanya.

Harus sabar dan tahan banting. Artinya, kalau pendapatan Anda menurun bahkan usaha Anda harus tutup karena pandemi ini, ya jangan putus aja. Coba bertahan dan bila perlu cari usaha yang sesuai dengan keadaan ini.

Dalam hal kreatifitas, Menteri Teten memberi contoh tentang seorang penjual batik di Jawa Tengah yang saat pandemi ini usaha batiknya lesu. Tetapi, pengusaha itu tak hilang akal, dia banting stir mencoba menyediakan dan menjual pakaian rumahan seperti celana pendek, daster dan sebagainya. “Dan ternyata jualan seperti ini sangat laku,” katanya.

Teten MasdukiMenteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengunjungi desa Sukamana, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat, 23 Oktober 2020. (Foto:Tagar/Kemenkop UKM)

Menteri Teten pun meminta agar semua masyarakat Indonesia, khususnya NTT dan terutama pelaku UMKM agar mendirikan dan bergabung dalam koperasi. Sebab, kesulitan permodalan, pemasaran dan pengembangan sumber daya manusia bisa diatasi lewat koperasi.

“Ibu-ibu di sini dan bergabung dan berjuang di koperasi sudah bagus. Dan buktinya kalian semua bisa berusaha bahkan sukses,” jelas Teten.[]

Berita terkait
Teten Masduki: Punya Sertifikat Halal Omzet UMKM Naik 8,5%
Menkop UKM Teten Masduki mengatakan, omzet UMKM yang difasilitasi pemerintah untuk dapat sertifikat produk halal naik 8,5%.
Penyebab UMKM Gagal Jualan Online Menurut Menteri Teten
Menkop UKM Teten Masduki mengatakan, kegagalan utama UMKM saat masuk pasar digital lantaran tidak sanggup penuhi permintaan pasar yang besar.
Teten Masduki Ingin UMKM Terhubung ke Perbankan Pajak & BPJS
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menginginkan para pelaku UMKM nantinya bisa terhubung ke lembaga perbankan, perpajakan dan BPJS.
0
Teten Masduki: Hadapi Pandemi UMKM Harus Tahan Banting
Menkop UKM Teten Masduki, meminta semua pelaku UMKM di Indonesia agar sabar dan tahan banting dalam menjalankan usaha di tengah pandemi Covid-19.