UNTUK INDONESIA
Taspen Targetkan Pertumbuhan di Atas Industri
Badan usaha milik negara yagn bergerak dalam industri asuransi, PT Taspen menargetkan pertumbuhan di atas rata-rata industri pada tahun 2020.
Direktur Utama PT Taspen (Persero) Antonius Kosasih NS. (Foto: Tagar/Andy Winanto)

Jakarta - Badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak dalam industri asuransi PT Taspen (Persero) menargetkan bisa mencapai pertumbuhan di atas rata-rata industri pada tahun 2020 ini. Direktur Utama Taspen Antonius NS Kosasih mengatakan jika industri asuransi dalam negeri diproyeksi bakal memiliki pertumbuhan sebesar 6 hingga 7 persen, maka pihaknya membidik kenaikan yang lebih tinggi.

Menurut dia, keyakinan itu merupakan hasil kalkulasi banyak faktor yang mempengarui, seperti perhitungan suku bunga obligasi yang cenderung menurun, serta tren penurunan suku bunga deposito. "Kami sudah menghitung itu semua, semoga bisa tercapai," tutur Kosasih dalam jumpa pers Paparan Kinerja 2019 di Jakarta, Senin, 27 Januari 2020.

Kosasih juga optimistis Taspen mampu meraih laba lebih dari Rp 400 miliar sepanjang 2020. "Kami menargetkan pertumbuhan yang hampir sama dengan capaian tahun lalu, dan yakin bisa membukukan laba lebih dari Rp 400 miliar," ujarnya.

TaspenIlustrasi pekerja melihat produk PT Taspen (persero). (Foto: Tagar/Nuranisa Hamdan)

Sepanjang tahun 2019, perseroan itu meraih laba bersih sebesar Rp 388 miliar. Keuntungan itu banyak ditopang oleh kenaikan pendapatan premi sebesar 12,08 persen atau Rp 977 miliar menjadi Rp 9,07 triliun. Selain itu, pendapatan investasi juga diklaim sebagai instrumen lainnya yang membentuk cuan perseroan. Per Desember 2019, pendapatan investasi Taspen tercatat naik sebesar Rp 1,46 triliun menjadi Rp 9,11 triliun. Angka tersebut tumbuh 19,08 persen dibandingkan perolehan 2018.

Dari sisi penghimpunan aset, Taspen mencetak pertumbuhan 13,53 persen menjadi Rp 263,25 trilun dibandingkan dengan 2018 yang sebesar Rp 231,87 triliun. Kemudian dari penempatan dana perusahan, perseroan memilih instrumen obligasi dengan persentase 67,5 persen. Disusul selanjutnya, deposito 18,7 persen, reksadana 6,7 persen, saham 4,9 persen, dan investasi langsung 2,2 persen. "86 persen investasi ditempatkan pada instrumen dengan tingkat risiko rendah," ucap Antonius.[]

Baca Juga:

Berita terkait
Mau Dilebur dengan Asabri, Dirut Taspen: Kami Siap
Rencana pemerintah untuk melebur dua perusahaan asuransi berlabel BUMN PT Taspen (Persero) dan PT Asabri (Persero) masih terus bergulir.
Dirut Taspen Sebut Jokowi Tak Pernah Lupakan Pensiunan
Saat hadir di acara Program Wirausaha ASN & Pensiunan di kawasan Sentul, Bogor.
Sengkarut Jiwasraya, Taspen Malah Untung Rp 388 M
Berbeda dengan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang berpotensi merugikan negara hingga Rp 13,7 triliun 2019, PT Taspen berhasil untung.
0
Pulang dari Zona Merah, 1 Warga Samosir ODP Covid-19
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Samosir, menetapkan seorang wanita sebagai ODP.