UNTUK INDONESIA
Takdir Gibran dan Bobby Bukan di Tangan Jokowi
Takdir Gibran dan Bobby apakah kelak jadi wali kota Solo dan wali kota Medan, bukan di tangan Jokowi tapi di tangan rakyat Solo dan rakyat Medan.
Bobby Nasution dan Gibran Rakabuming. (Foto: Tagar/GoSumut/Cermati)

Jakarta - Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi mengatakan takdir Gibran Rakabuming dan Bobby Nasution bukan di tangan Presiden Jokowi, tapi di tangan rakyat Solo dan Medan. Gibran putra sulung Jokowi dan Bobby menantu Jokowi, maju dalam Pilkada 2020, Gibran calon wali kota Solo, Bobby calon wali kota Medan.

"Saya selalu berpikir positif, mengapa, justru kita harus bersyukur, anak dan menantu presiden mau mengabdi kepada warga di level kota kabupaten. Biasanya anak presiden ini maunya proyek-proyek besar dan jadi menteri saja maunya, ini anak dan menantu presiden mau mengabdi ke kota, Solo, Medan," ujar Budi Arie dalam perbincangan khusus dengan Tagar, Jumat, 31 Juli 2020.

Majunya Gibran dan Bobby dalam kontestasi pemilihan kepala daerah, sebagian kalangan menyebutnya sebagai dinasti politik. Budi Arie mengatakan dinasti politik merupakan keniscayaan. Ia menganalogikan seorang ayah yang menjadi dokter, sangat mungkin anaknya juga jadi dokter.

"Itu sebuah keniscayaan dalam sistem politik di banyak negara, di belahan dunia mana pun, politik kekerabatan muncul. Logikanya bagaimana seorang anak tidak mengikuti jejak politik ayahnya kalau tiap hari di rumahnya isinya ngomong politik," ujar Budi Arie.

Baca juga: Infografis: Gibran Menuju Kursi Wali Kota Solo

Budi Arie mengatakan dinasti politik berbeda dengan politik dinasti. Dinasti politik atau kekerabatan politik karena faktor gen atau darah, tetap memperhatikan meritokrasi. Meritokrasi merujuk pada sistem politik yang memberikan penghargaan lebih kepada mereka yang berprestasi atau berkemampuan yang dapat dipakai untuk menentukan suatu jabatan tertentu.

"Kalau politik dinasti itu adalah yang kerap kali abai terhadap meritokrasi, 'Yang penting anak gua yang maju', begitu kira-kira dalam bahasa Betawi. Pertanyaannya apa masyarakat mau dibikin seperti itu," ujar Budi Arie.

Regenerasi politik adalah keniscayaan, kata Budi Arie, "Siapa pun berhak untuk menduduki posisi apa pun, jabatan-jabatan publik yang ada, melalui proses yang demokratis, akuntabel, di mana warga masyarakat punya hak untuk mendukung, memilih calon-calon dalam kontestasi Pilkada 2020."

Justru kita harus bersyukur, anak dan menantu presiden mau mengabdi kepada warga di level kota kabupaten.

Budi Arie mengharapkan Pilkada 2020 menghasilkan pemimpin yang transformatif, progresif, visioner, memajukan daerah. "Karena daerah-daerah yang berkembang, maju, dan mampu menggerakkan perubahan menjadi sumbangsih bagi kemajuan Indonesia."

Gibran Rakabuming resmi terdaftar sebagai calon wali kota Solo pada 12 Desember 2019. Ia dipasangkan dengan Teguh Prakosa sebagai calon wakilnya. Gibran dan Teguh diusung PDI Perjuangan. Semua partai politik di DPRD Solo, kecuali PKS. sudah menyatakan mendukung Gibran.

Bobby Nasution calon wali kota Medan, sedang dalam proses mencari calon wakil. Bobby diusung Golkar, PDI Perjuangan, Gerindra. dan NasDem. 

Tonton dalam video berikut ini, perbincangan Tagar dengan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi tentang majunya Gibran dan Bobby dalam kontestasi pemilihan kepala daerah atau Pilkada 2020.

Baca juga: 

Berita terkait
Mengapa Gibran Tidak Menunggu Jokowi Mantan Presiden
Ada saran Gibran menunggu Jokowi jadi mantan presiden, baru mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo. Kenapa Gibran tidak mendengar saran itu.
Denny Siregar: Jokowi Tergoda Dinasti Politik?
Kekuasaan itu menggoda, bahkan seorang Jokowi bisa berbuat apa saja untuk melanggengkan kekuasaan, begitu kata seseorang. Denny Siregar.
Haruskah Tak Kagum Jokowi Lagi Karena Gibran dan Bobby
Gibran Rakabuming dan Bobby Nasution, anak dan menantu Jokowi, mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Haruskah tidak lagi kagum kepada Jokowi?
0
Siapa Hadi Pranoto, Diwawancara Anji Ngaku Profesor
Hadi Pranoto kepada musisi Anji mengaku sebagai pakar mikrobiologi yang telah menemukan obat penyembuh Covid-19. Siapa sebenarnya dia?