UNTUK INDONESIA
Syed Saddiq Ajak Masyarakat Malaysia Maafkan Zakir Naik
Menpora Malaysia Syed Saddiq mengajak masyarakat di negaranya untuk lapang dada memaafkan kesalahan Zakir Naik atas ucapan kontroversialnya.
Menpora Malaysia Syed Saddiq Syed Abdul Rahman bertemu Zakir Naik. (Foto: Twitter @SyedSaddiq)

Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Syed Saddiq Abdul Rahman telah menerima permintaan maaf penceramah asal India, Zakir Naik. Hal itu diketahui setelah menteri berumur 26 tahun itu mengunggah foto pertemuannya dengan zakir Naik di Twitter pribadinya.

Dalam postingannya itu, Syed Saddiq meminta masyarakat memaafkan dan tak perlu lagi ada polemik di negaranya. 

"Tidak ada seorang pun yang bebas dari melakukan kesilapan. Dr Zakir Naik sudah minta maaf. Saya sendiri banyak kali lakukan kesilapan dan kena berlapang dada bila ditegur. Tidak perlu nak mendabik dada & mengeruhkan keadaan lagi. Let’s move on. The country needs healing!" tulis Syed Saddiq, Minggu, 25 Agustus 2019.

Syed Saddiq juga mengunggah empat foto kebersamaan dirinya bersama penceramah kontroversial itu. Terlihat dalam potret keduanya saling melempar senyum.

Let’s move on. The country needs healing!

Syed SaddiqMenpora Malaysia Syed Saddiq Syed Abdul Rahman. (Foto: Twitter @SyedSaddiq)

Sebelumnya, Zakir Naik sudah menyampaikan permohonan maaf setelah memberikan pernyataan bernada rasial kepada kelompok minoritas di Malaysia. Menurut dia, ada kesalahpahaman oleh publik atas ucapannya.

"Meskipun saya telah mengklarifikasi diriku sendiri, saya merasa harus meminta maaf kepada semua orang yang merasa sakit hati karena kesalahpahaman ini. Saya tidak ingin ada di antara kalian yang menyimpan perasaan buruk untuk saya," kata dia, seperti dilansir dari The Sun Malaysia pada Selasa, 20 Agustus 2019.

Sejumlah menteri Malaysia menyerukan deportasi Zakir, termasuk Syed Saddiq. Seruan untuk mendeportasi Zakir Naik ke India mencuat di Malaysia beberapa waktu terakhir, usai komentarnya dalam dialog keagamaan di Kelantan pada awal Agustus menuai kontroversi.

Dalam sebuah kesempatan Zakir mengatakan warga Hindu di Malaysia menikmati lebih dari 100 persen hak-hak dibandingkan warga muslim di India.

Dia juga menyebut warga Hindu di Malaysia lebih loyal kepada Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi daripada PM Malaysia Mahathir Mohamad. Akibat ucapannya, Zakir diinterogasi polisi selama 10 jam di Bukit Aman, Malaysia pada Senin, 19 Agustus 2019.

Tuduhan rasisme yang dialamatkan kepadanya, kata Zakir, tidak tepat. Sebab ia mengaku tak setuju dengan diskriminasi atas dasar warna kulit, suku, dan ras.

"Rasisme adalah kejahatan yang saya lawan keras, seperti halnya Alquran dan itu adalah kebalikan dari semua yang saya perjuangkan sebagai seorang pengkhotbah Islam," ujar Zakir. []

Berita terkait
Meminta Maaf, Zakir Naik Mengaku Tidak Rasisme
Dalam sebuah kesempatan Zakir mengatakan warga Hindu di Malaysia menikmati lebih dari 100 persen hak-hak dibandingkan warga muslim di India.
Alasan Zakir Naik Dilarang Ceramah di Malaysia
Kepolisian Diraja Malaysia mengungkap alasan pelarangan pendakwah Zakir Naik isi ceramah di seluruh wilayah di Malaysia.
Zakir Naik Diterima, Hubungan Indonesia-India Retak
Zakir naik mendapat masalah besar karena di Malaysia bergulir wacana ia akan diusir. Sementara ke India ia dicekal. Indonesia menyambutnya?
0
Relawan Dukung Jokowi dan Mahasiswa Tolak RKUHP
Komite Penggerak Nawacita mendukung aksi demonstrasi mahasiswa di berbagai daerah yang menolak rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP).