Syarat Rapid Test Gratis Sopir Logistik Banyuwangi

Pemkab Banyuwangi menyediakan rapid test gratis bagi sopir logistik agar memudahkan mengirim sembako ke Pulau Bali.
Sopir logistik yang mau ke Bali mengikuti rapid test gratis di Puskesmas Sobo, Banyuwangi. (Foto: Istimewa/Tagar)

Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memfasilitasi pelaksanaan rapid test gratis bagi sopir logistik non perusahaan menuju Pulau Bali. Para sopir tersebut bisa memanfaatkan layanan rapid test gratis ini di 45 puskesmas di berbagai kecamatan se-Banyuwangi.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Widji Lestariono mengatakan fasilitasi rapid test gratis ini untuk merespons kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memberikan syarat bahwa semua sopir logistik  menuju Bali harus membawa rapid test dengan hasil non reaktif saat memasuki Pelabuhan Gilimanuk.

Kami berharap ini meringankan beban para pelaku usaha mikro dan kecil di Banyuwangi.

“Tentunya ini bagi sopir yang tidak tergabung di perusahaan menambah biaya perjalanan. Maka kami membuka fasilitas gratis ini,” ujar Rio, sapaan akrab Widji Lestariono melalui keterangan tertulisnya kepada Tagar, Rabu, 8 Juli 2020

Rio mempersilakan sopir tidak berada di bawah naungan perusahaan untuk ke Puskesmas, dengan terlebih dahulu menyertakan surat rekomendasi dari Dinas Perhubungan. Adapun sopir berada di bawah naungan perusahaan, diharapkan perusahaannya memfasilitasi rapid test mandiri.

”Kami berharap ini meringankan beban para pelaku usaha mikro dan kecil di Banyuwangi. Yang petani bisa kirim hasil panennya dengan lancar, UMKM bisa pasok barang-barangnya ke Bali tanpa terkendala rapid test,” kata Rio.

Seorang sopir memanfaatkan rapid test gratis adalah Masruri. Dia rutin mengirim aneka makanan ringan ke Pulau Dewata. Masruri mengikuti rapid test gratis di Puskesmas Sobo, Kecamatan Banyuwangi.

“Saya nanti malam berangkat ke Bali. Alhamdulillah ada rapid test gratis dari Pemkab Banyuwangi,” kata Masruri di Puskesmas Sobo.

Surat hasil rapid test tersebut, sesuai ketentuan nasional, berlaku 14 hari. Sehingga sopir seperti Masruri bisa menggunakannya hingga 14 hari ke depan, dan bisa kembali rapid test ulang setelah waktu di surat keterangan habis. Masruri sebelumnya merasa berat jika harus melakukan rapid test mandiri.

“Tadinya bingung juga karena pendapatan jadi agak menurun kalau rapid test sendiri. Kalau gratis begini, saya bisa menyisihkan lumayan untuk dibawa pulang buat keluarga,” ujarnya.

Selain Masruri, ada Mujiono yang memanfaatkan fasilitas rapid test gratis di puskesmas. Mujiono merupakan pemasok sayur ke Bali.

“Sejak ada virus Corona, saya tidak kirim sayur ke Bali karena permintaannya menurun drastis. Sekarang sudah mulai pulih, mau kirim perdana lagi, tenyata harus menyertakan rapid test, maka saya memanfaatkan layanan gratis ini,” ujar Mujiono.

Mujiono mengatakan, rapid test gratis ini meringankan biaya yang harus dikeluarkannya.

“Tentu saja rapid test gratis ini sangat bermanfaat, karena biaya untuk menyeberang dan bensin saja sudah lumayan. Padahal sayuran yang dikirim belum sebanyak sebelum adanya wabah,” ucap Mujiono. []

Berita terkait
Nasib 100 Buruh Migran Banyuwangi Usai Dipulangkan
DPC SBMI Banyuwangi mencatat ada seratusan TKI saat ini kesusahan usai kembali ke kampung halaman akibat kontrak kerja diputus dampak Covid-19.
Pasien Sembuh Covid-19 di Banyuwangi Bertambah Lima
Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi menyebut angka Recovery Rate atau tingkat kesembuhan pasien lebih tinggi jika dibandingkan skala Provinsi.
Banyuwangi Sediakan Rapid Test Gratis Peserta UTBK
Pemkab Banyuwangi memfasilitasi siswa yang akan mengikuti UTBK SBMPTN dengan memberikan rapid test gratis di 45 puskesmas.
0
Sejarah KUA, dari Lembaga Kepenghuluan Menjadi Kantor Urusan Agama
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, bahwa KUA menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan kesejarahan Indonesia.