UNTUK INDONESIA
Susunan Lengkap Komisi Pengarah Revitalisasi Monas
Berikut susunan Komisi Pengarah revitalisasi kawasan Monumen Nasional (Monas), melibatkan Menteri Sekretariat Negara hingga Gubernur DKI Jakarta.
Terdengar sorak sorai "presiden, presiden, presiden" dari mulut ribuan massa pada saat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan hendak memberikan sambutan di acara Reuni Akbar 212 pada 2 Desember 2019 pagi hari. (Foto: Tagar/Nurul Yaqin)

Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan pekan depan pembahasan revitalisasi kawasan Monumen Nasional (Monas) akan diputuskan oleh Komisi Pengarah. 

Menurutnya, Komisi Pengarah memegang peran paling krusial. Tugasnya yaitu menyetujui dan mengendalikan rencana pelaksanaan revitalisasi Monas. 

Sekarang progres-nya sudah 70-80 persen, progres fisiknya.

Baca juga: Pemprov DKI Tak Diikutkan Rapat Revitalisasi Monas di Setneg 

"Sampai dengan pembiayaan malah," kata Menteri Basuki di kantor Kementerian Sekretaris Negara (Kemensetneg), Jakarta, Senin, 27 Januari 2020.

Dia melanjutkan, pembahasan revitalisasi kawasan Monas sudah melalui diskusi internal yang melibatkan tim ahli tata kota. 

Basuki tidak memungkiri, memang terdapat beberapa masalah yang membuat revitalisasi jadi bermasalah.

"Saya kira IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) sudah memberikan kronologi berkaitan dengan revitalisasi Monas ini, bahwa revitalisasi bukan baru kali ini dilakukan, tapi sejak zaman Pak Sutiyoso, ini yang ke-empat kali akan direvitalisasi oleh pak Anies," kata dia. 

"Yang jadi masalah prosedur itu dan sekarang sedang dilihat, memang sekarang progres-nya sudah 70-80 persen, progres fisiknya," lanjutnya.

Dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 25 Tahun 1995 tentang Pembangunan Kawasan Medan Merdeka di Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta, setiap kali ada pembangunan maupun revitalisasi di kawasan Medan Merdeka, termasuk di Monas, harus mendapatkan izin dari Komisi Pengarah di bawah Kementerian Sekretariat Negara.

Baca juga: DKI Ingin Revitalisasi Monas Mirip Menara Eiffel

Mensetneg dan Menteri lainnyaMensetneg Pratikno beserta jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju usai rapat tertutup di Istana Negara, Senin, 27 Januari 2020, guna membahas revitalisasi Monas bersama pengamat tata kota. (foto: Tagar/Popy Sofy).

Berikut susunan keanggotaan Komisi Pengarah revitalisasi Monas:

1. Menteri Negara Sekretaris Negara Pratikno sebagai Ketua merangkap anggota;

2. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sebagai anggota;

3. Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar sebagai anggota;

4. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebagai anggota;

5. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim sebagai anggota;

6. Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi: sebagai anggota;

7. Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Anies Baswedan sebagai Sekretaris merangkap anggota. []

Berita terkait
Respons Moeldoko Soal Revitalisasi Monas Tak Berizin
Respons KSP Moeldoko soal permasalahan revitalisasi Monas yang belum mendapatkan izin .
Proyek Revitalisasi Monas Janggal, PSI Lapor ke KPK
PSI membuat laporan ke KPK soal kejanggalan proyek revitalisasi Monas yang diperkirakan menelan anggaran Rp 114 miliar.
Kemensetneg: Pemprov DKI Tak Izin Revitalisasi Monas
Revitalisasi Monas oleh Pemprov DKI dinilai bermasalah karena tidak mengantongi izin. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Utama Kemensetneg.
0
Demi Kepentingan Pekerja, BPJAMSOSTEK Potong 90 Persen Iuran
Pada masa pandemi Covid-19 peserta BPJAMSOSTEK cukup membayar iuran 10 persen setiap bulan selama 3 bulan dan bisa diperpanjang 3 bulan berikutnya.