UNTUK INDONESIA
Sukamta Tegaskan Usul Kesejahteraan TNI Ditingkatkan
Sukamta menjelaskan, maksud dari ucapannya itu hanya untuk mendorong Kementerian Pertahanan memperhatikan kesejahteraan prajurit TNI.
Anggota Komisi I DPR, Sukamta. (Foto: Dokumen Sukamta)

Jakarta - Anggota Komisi I DPR, Sukamta membantah tudingan Pengamat Intelijen dan Keamanan Stanislaus Riyanta yang menyebut pernyataannya soal penyerangan Polsek Ciracas beberapa waktu lalu bersifat provokatif.

Sukamta menjelaskan, maksud dari ucapannya itu hanya untuk mendorong Kementerian Pertahanan memperhatikan kesejahteraan prajurit TNI.

Kalau dibandingkan dengan ASN Keuangan, atau ahli IT, nanti berbeda sekali dari jenis ketugasannya

Pada rapat kerja dengan Kementerian Pertahanan, Rabu, 2 September 2020, Sukamta mengaku prihatinan terhadap kesejahteraan prajurit TNI. Hal itu diungkapkan dihadapan Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono, yang juga mengaku menangis melihat hal tersebut.

"Saya perlu menambah penjelasan dari apa yang saya sampaikan saat rapat dengan Wamenhan kemarin. Sejak awal usulan saya dimaksudkan untuk mendorong agar kesejahteraan prajurit TNI ditingkatkan," katanya dihubungi Tagar, Kamis, 3 September 2020.

Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan, perbandingan dalam usulan rapat bersama Kementerian Pertahanan itu dimaksudkan agar semua pihak melihat dengan lebih jelas dan kepala dingin, bahwa memang kesejahteraan prajurit TNi masih jauh dari standar dan perlu perhatian.

"Kenapa dibandingkannya dengan POLRI? Bukan bermaksud mengadu tetapi semata-mata kemiripan tugas di bidang hankam. Kalau dibandingkan dengan ASN Keuangan, atau ahli IT, nanti berbeda sekali dari jenis ketugasannya," ujarnya.

"Itupun dengan saya tekankan bukan dengan mengurangi kesejahteraan yang sudah sejahtera tetapi semata-mata ingin mendorong agar standar kesejahteraan Prajurit TNI yang dinaikkan," kata Sukamta menambahkan.

Doktor lulusan Inggris ini berpendapat, hal seperti itu di alam demokrasi tidak perlu ditutup-tutupi, tetapi perlu dibuka di ruang publik dan didiskusikan untuk mencari solusi bersama.

"Daripada ditutup di bawah karpet tetapi berpotensi menjadi bara api kecemburuan? Tentu saya tidak menyimpulkan bahwa akar masalah "konflik" di bawah dari para prajurit TNI dan Polri adalah soal kesejahteraan. Point saya bukan soal konflik. Point saya ada pada kesejahteraan prajurit TNI yang masih jauh dari standar dan perlu ditingkatkan," ucap Sukamta.

Sebelumnya, Pengamat Intelijen dan Keamanan, Stanislaus Riyanta menilai pernyataan Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PKS, Sukamta, yang membandingkan kesejahteraan TNI dengan Polri pasca kasus Ciracas sangat tidak etis.

"Sebagai anggota DPR seharusnya komentar yang diberikan bersifat solutif, bukan provokatif," katanya kepada Tagar, Kamis, 3 September 2020.

Stanislaus mengatakan, dalam konteks penyerangan Polsek Ciracas, Jakarta Timur, Minggu dini hari (30 Agustus 2020), komentar-komentar yang kontraproduktif seperti membanding-bandingkan kesejahteraan antar institusi seharusnya dihindari.

"Pimpinan TNI dan Polri saat ini sudah mengambil langkah-langkah yang tegas untuk menangani kasus Ciracas. Sinergitas TNI Polri yang saat ini sedang diuji tidak boleh berkurang karena kasus Ciracas, atau karena adanya provokasi dari pihak-pihak tertentu," ujar Stanislaus.[]

Berita terkait
Polsek Ciracas Diserang, TNI - Polri Jangan Terpancing
Pengamat Militer, Al Araf, meminta pimpinan TNI dan Polri mengontrol anggotanya menyusul insiden penyerangan di Mapolsek Ciracas.
Mutasi TNI, Brigjen Mohamad Hasan Jadi Danjen Kopassus
Panglima Hadi mengangkat Brigadir Jenderal Mohamad Hasan menjadi Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus).
Mahfud Dorong TNI Terlibat Tangani Terorisme
Mahfud MD menilai TNI perlu dilibatkan dalam penanganan terorisme pada situasi dan kondisi tertentu.
0
Gawat, 2 Juta Anak Indonesia Derita Berat Badan Rendah
Sekitar dua juta anak Indonesia menderita wasting parah atau berat badan rendah untuk tinggi badan, ciri-cirinya memiliki kekebalan yang lemah.