UNTUK INDONESIA
Stok Beras di Banyuwangi Aman Saat Pandemi Covid-19
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan saat ini Banyuwangi memiliki cadangan 500 ribu ton beras dan cukup hingga 6 bula ke depan.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat meninjau ketersedian beras di Bulog Banyuwangi. (Foto: Tagar/Hermawan)

Banyuwangi - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memastikan stok beras aman hingga enam bulan ke depan dan di saat pandemi virus corona atau Covid-19. Azwar Anas mengatakan stok Beras di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, hingga bulan Juni 2020 diproyeksikan mencapai 500 ribu ton.

Jumlah tersebut bisa tercapai karena pada 2019 cadangan beras di Banyuwangi masih surplus di angka 354 ribu ton. Sementara itu diperkirkan panen raya padi hingga juni 2020 bisa surplus di angka 153 ribu ton.

Kita masih bisa kirim ke NTT dan Papua. Sehingga bisa saya pastikan Banyuwangi aman kalau soal beras.

“Untuk stok beras alhamdulillah aman. Bahkan Banyuwangi jadi tempat dimintai ketika beberapa daerah kekurangan, karena tahun kemarin 354 ribu ton kita surplus,” ujar Anas, Senin, 23 Maret 2020.

Anas mengatakan berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Banyuwangi, proyeksi bulan Juni mencapai 153 ton dan surplus menjadi 500 ribu ton. Dari jumlah produksi beras yang masih surplus, pihaknya optimis bahwa Banyuwangi masih siap untuk mengrimkan cadangan beras ke beberapa daerah lain.

“Kita masih bisa kirim ke NTT dan Papua. Sehingga bisa saya pastikan Banyuwangi aman kalau soal beras. Cuman sampai saat ini masih impor kita ini bawang putih sama kedelai itu saja,” tambah Anas.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Banyuwangi Arief Setiawan memperkirkan puncak panen padi akan berlangsung mulai April. Karena dari data produksi pada Januari hingga Maret ini masih belum stabil.

“Pada bulan Januari panen kita diangka 19.809 ton beras, lalu Februari turun menjadi 17.325 ton beras. Akan tetapi pada bulan Maret berjalan ini angkanya sudah mulai naik kembali menjadi 21.166 ton beras,” kata Arief Setiawan.

Untuk konsumsi beras Banyuwangi dari total jumlah penduduk sebanyak 1,7 juta jiwa, rata- rata per bulanya mencapai 12.196 ton beras.

“Sehingga bisa dipastikan stok beras kita surplus,” tambah Arief.

Sedangan cadangan beras Bulog Banyuwangi saat ini masih diangka 22 ribu ton. Jumlah itu diperkiakan masih mencukupi hingga 6 bulan ke depan.

“Per hari rata- rata yang dikeluarkan untuk kegiatan operasi pasar sebanyak 100- 150 ton. Jika melihat dari data tersebut, stok kita 6 bulan kedepan masih aman,” kata Kepala Bulog Banyuwangi Prima Agung Nitipraja.

Belum lagi kata Prima, ditambah hasil panenan 6 bulan ke depan. Sehingga stok beras di Banyuwangi diperkirakan lebih dari cukup.

“Stok beras kita perkirkan lebih dari cukup bahkan untuk 6 bulan kedepan kita perkirkan masih ada tambahan dari panen susulan ,” tutur Prima. []

Berita terkait
Libur Nyepi, Pelabuhan Ketapang Dipadati Penumpang
PT ASDP Ketapang, Banyuwangi menyiapkan tenda terowongan untuk dilakukan disinfektan sebagai pencegahan pandemi virus corona.
Cegah Corona oleh ASDP Banyuwangi saat Mudik Nyepi
PT ASDP Ketapang, Banyuwangi mengalami keterbatasan petugas dan alat saat arus mudik Nyepi dari Bali.
DMI Banyuwangi: Salat Jumat Tetap di Masjid
DMI Banyuwangi menginstruksikan kepada umat Islam untuk tetap melaksanakan Salat Jumat dan 5 waktu di masjid.
0
Khofifah: May Day Risiko Besar Penularan Covid-19
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta kepada buruh untuk tidak turun ke jalan memperingati May Day Hari Buruh Internasional.