UNTUK INDONESIA
Seto Nurdiyantoro Resmi Tangani PSIM, Ini Harapannya
PSIM Yogyakarta memastikan Seto Nurdiyantara menjadi pelatih kepala untuk mengarungi kompetisi Liga 2 musim 2020.
PSIM Yogyakarta memastikan Seto Nurdiyantara (tengah) menjadi pelatih kepala untuk mengarungi kompetisi Liga 2 musim 2020. Kepastian itu disampaikan CEO klub Bambang Susanto (kiri) dan Pembina PSIM Haryadi Suyuti (kanan). (Foto: Tagar/Hidayat)

Yogyakarta - PSIM Yogyakarta memastikan Seto Nurdiyantara menjadi pelatih kepala untuk mengarungi kompetisi Liga 2 musim 2020. Mantan pelatih PSS Sleman tersebut menaruh harapan mendapat dukungan dari semua pihak yang terlibat bila ingin membidik sebuah target. 

PSIM kembali ditangani Seto setelah tidak dipertahankan PSS. Ini sekaligus mengakhiri teka-teki siapa yang akan menangani PSIM musim ini berakhir sudah. 

Menurut Chief Executive Officer (CEO) PSIM Bambang Susanto pihaknya memiliki beberapa kandidat mengenai pelatih baru. Namun pilihannya jatuh pada Seto yang disebutnya sebagai aset Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Persiapan kami hanya enam minggu. Persiapan tim memang sedikit terlambat. Demikian pula perekrutan pemain sudah agak terlambat sehingga pemain bagus sudah bergabung dengan klub lain

"Seto adalah aset DIY. Jadi jangan sampai aset berharga ini meninggalkan DIY. Jadi kami harus menyelamatkan aset ini. Kami memilih Seto juga setelah melakukan sharing. Ternyata kami memiliki kesamaan visi dan misi," ujar Bambang di Yogyakarta, Rabu 29 Januari 2020.

Bambang juga mengatakan bila kedatangan Seto diharapkan bisa menjembatani tim sepak bola yang sama-sama dari DIY, yakni PSS Sleman dan PSIM. Menurutnya sudah saatnya PSIM dengan PSS bukan lagi rivalitas melainkan soliditas. 

"Kalau bisa nanti sama-sama ke Liga 1. Kami bisa bertemu di sana dan bertanding dengan sportivitas," kata Bambang.

Bambang penunjukan Seto tak ubahnya sebagai jalan Tuhan. Pasalnya setelah menyelesaikan kompetisi Liga 2 musim lalu, PSIM sempat mengalami kevakuman. Saat tim-tim Liga 2 sudah mempersiapkan diri, PSIM justru tidak ada aktivitas. 

Semua pihak melakukan introspeksi setelah insiden rusuh di laga terakhir PSIM melawan Persis Solo. Setelah pertandingan, suporter bertindak anarkis dan membakar mobil polisi

"Setelah cukup lama melakukan introspeksi dan membereskan segala urusan, kami justru dipertemukan dengan pelatih Seto. Bila persiapannya sejak awal, kami mungkin tidak bertemu dia. Ini mungkin sudah jadi jalan Tuhan," ucapnya. 

Sementara, Seto menuturkan bila pertimbangannya menerima tawaran dari PSIM karena keluarg. Menurutnya baik istri dan anak yang meminta agar tetp berada di Yogyakarta. Selain itu dirinya memiliki visi dan misi yang sama, yaitu untuk menjadi tim yang berprestasi harus melalui suatu proses.

"Beliau-beliau, Bapak Haryadi (Haryadi Suyuti, pembina PSIM) dan Bapak Bambang mungkin merasa kasihan sama saya. Cah cilik disio-sio (anak kecil disia-siakan). Mungkin kasihan, saya tidak tahu pasti. Sampai saat ini saya tidak mempunyai pekerjaan sebagai pelatih, akhirnya ada kesepakatan dengan PSIM," katanya.

Hanya, Seto memiliki waktu yang singkat untuk mempersiapkan tim. Dengan digulirkannya kompetisi Liga 2 pada awal Maret, waktu yang dimiliki mantan pemain PSIM ini hanya enam minggu. Keterlambatan ini pun berujung perekrutan pemain yang terlambat. 

"Persiapan kami hanya enam minggu. Persiapan tim memang sedikit terlambat. Demikian pula perekrutan pemain sudah agak terlambat sehingga pemain bagus sudah bergabung dengan klub lain," ujar Seto yang tidak berani menjamin PSIM bakal ke Liga 1. Namun bila tim ingin promosi ke kasta tertinggi dibutuhkan kerja keras dari semua stake holders. Ini yang menjadi harapan eks pemain tim nasional era 2000-an ini. 

"Saya tidak menjanjikan yang muluk-muluk kepada suporter. Saya tidak menjamin PSIM menjadi lebih bagus atau masuk Liga 1. Tetapi kerja keras yang mungkin menjamin PSIM akan berprestasi. Selain itu kami butuh dukungan dari stake holders untuk membantu apa yang menjadi impian kami," ucapnya. 

Bambang mengakui bila pembentukan tim termasuk mepet. Dia pun tak memberi target muluk. Namun dirinya berharap semua bekerja keras memenuhi target. []

Berita terkait
Diintimidasi Pemain PSIM, Jurnalis Lapor ke Polda DIY
Jurnalis Budi Cahyono melaporkan pemain PSIM Yogyakarta Achmad Hisyam Tolle yang mengintimidasi dia di laga PSIM lawan Persis Solo yang ricuh.
Derbi Mataram Berakhir Rusuh Saat Persis Taklukkan PSIM
Derbi Mataram berakhir rusuh saat PSIM Yogyakarta dikalahkan Persis Solo 2-3 di Stadion Mandala Krida, Senin 21 Oktober 2019.
PSIM Vs Persis, Derbi Mataram Demi Gengsi dan Posisi
Derbi Mataram yang sarat gengsi dan menentukan posisi saat PSIM Yogyakarta menjamu Persis Solo di Yogyakarta, Senin 21 Oktober 2019.
0
Ojek Online Kirim Bakpia dari Yogyakarta ke Jakarta
Driver ojek online asal Yogyakarta ini penuh tanggung jawab. Dia mengirimkan pesanan dari Yogyakarta ke Jakarta, karena pemesan sedang mengidam.