Setelah Diterima Deputi I BNPT RI, KBA Kembali Ke Aceh

Setelah bertemu Deputi I BNPT. Besok keduanya akan pulang ke Aceh, yang ikut dilepas oleh Dr M Adli Abdullah, Stafsus Menteri ATR/BPN RI.
(Foto: Tagar)

Jakarta - Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh, Kamaruzzaman Bustamam Ahmad (KBA) bersama istrinya Fitri Zulfidar yang sedang melakukan touring Aceh-Papua, diterima Deputi I BNPT RI di ruang kerjanya, Jumat, 26 November, di Jakarta.

Suami Istri ini melakukan touring keliling Indonesia dari Aceh ke Papua dengan menggunakan sepeda motor sejak Rabu (18/7/2021) lalu. Perjalanan mulai dari Banda Aceh hingga Papua bertema 'Touring Indonesia Harmoni' telah tuntas dilakukan pasangan suami istri itu.

Setelah bertemu Deputi I BNPT. Besok keduanya akan pulang ke Aceh, yang ikut dilepas oleh Dr M Adli Abdullah, Stafsus Menteri ATR/BPN RI.

Ketua Panitia Touring Indonesia Harmoni dari FKPT Aceh, Mukhlisuddin Ilyas, yang saat ini berada di Jakarta, menyampaikan bahwa KBA bersama istrinya bertolak pulang ke Aceh dengan motornya besok, Sabtu (27/11).

Menurutnya, keduanya akan menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung. KBA dan istri melanjutkan perjalanan menyusuri lintas Sumatra menuju Banda Aceh.

Sebagaimana diketahui, Ketua FKPT Aceh, Dr KBA dan Istrinya melakukan touring Aceh-Papua dalam mengkampanyekan program Indonesia Harmoni, menebarkan perdamaian sebagai strategi mencegah intoleransi, radikalisme dan terorisme.[]

Baca Juga:

Berita terkait
BNPT : Waspadai Karakter Taliban Berkembang di Indonesia
Kepala BNPT tidak ingin aksi kekerasan yang dilakukan kelompok Taliban di Afghanistan dijadikan contoh oleh masyarakat Indonesia.
BNPT Resmikan Warung NKRI ke-3
Warung NKRI ke-3 ini bisa menjadi pionir industri yang aman dari terorisme.
BNPT Bantu Percepatan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Poso
BNPT, 27 Juli 2021, memberikan vaksinasi Covid-19 bagi warga Kabupaten Poso di Sulawesi Tengah
0
Setelah Diterima Deputi I BNPT RI, KBA Kembali Ke Aceh
Setelah bertemu Deputi I BNPT. Besok keduanya akan pulang ke Aceh, yang ikut dilepas oleh Dr M Adli Abdullah, Stafsus Menteri ATR/BPN RI.