UNTUK INDONESIA
Sering Begadang Berdampak Negatif pada Hubungan Seks
Orang berfikir begadang sudah menjadi lumrah sebagai bagian dari hidup. Padahal, sering begadang bisa berdampak negatif pada hubungan seks.
Ilustrasi dampak begadang terhadap hubungan seks. (Foto: Tagar/Getty Images)

Jakarta – Salah satu krisis kesehatan masyarakat yang saat ini dilakoni jutaan orang dewasa adalah meluasnya gaya hidup kurang tidur. Kebanyakan orang berfikir begadang sudah menjadi lumrah sebagai bagian dari hidup. Padahal, sering begadang bisa berdampak negatif pada hubungan seks lho. Kok bisa?

Banyak faktor menjadi pemicu fenomena ini, diantaranya tingkat kecemasan, karier, dan tuntutan keluarga yang terus meningkat, serta ketergantungan pada perangkat seluler dan video streaming. Alhasil, kebanyakan dari kita berada jauh di bawah jumlah jam tidur yang disarankan setiap malam.

Penelitian yang dilakukan oleh National Sleep Foundation (NSF) diberitakan Psychology Today, menemukan bahwa orang dewasa biasanya membutuhkan antara tujuh dan sembilan jam tidur setiap malam. Jajak pendapat dan studi klinis telah menemukan bahwa rata-rata orang dewasa saat ini hanya tidur kurang dari tujuh jam setiap malam.

Semakin lama seseorang tidur, mereka semakin tertarik pada seks keesokan harinya.

Laporan lembaga riset yang berbasis di Amerika itu menjelaskan kekurangan tidur jangka panjang meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan masalah medis serius seperti penyakit kardiovaskular, kanker, dan gangguan neurologis. Selain itu, begadang juga memengaruhi suasana hati dan kepribadian seseorang secara signifikan.

“Tidur kurang dari delapan jam semalam dapat menyebabkan kecemasan dan depresi, masalah kesehatan mental yang memiliki dampak yang luas. Selain membuat Anda merasa tidak bahagia, kondisi ini dapat memengaruhi hubungan Anda, terutama dalam kehidupan seks Anda,” jelasnya dilansir Tagar, Kamis, 8 Oktober 2020.

Meskipun sama-sama dilakukan di atas kasur, hubungan antara seks dan tidur jauh lebih kompleks. Seringkali, kehidupan seks yang sehat akan menghasilkan kesehatan tidur yang lebih baik dan sebaliknya.

“Jika seks atau tidur mengganggu, kemungkinan besar salah satunya bisa diperbaiki dengan memperbaiki yang lain,” katanya.

Baca juga: Hoaks, Dapatkan Data Internet Gratis 200 GB Tanpa Isi Ulang?

Kecemasan dan depresi, kata NSF jika diperparah oleh efek samping insomnia dan kurang tidur, bisa menyebabkan disfungsi seksual karena berbagai alasan, baik fisik maupun kognitif.

Ketika tubuh menjadi stres karena kesulitan tidur, otak akan menekan produksi hormon seks seperti estrogen dan testosteron yang mendukung hormon stres seperti kortisol.

“Pergeseran kadar hormon ini dapat menyebabkan penurunan gairah seks, infertilitas, atau disfungsi ereksi,” jelasnya.

Seringkali, kurang tidur berdampak pada kehidupan seks individu karena alasan yang jelas: hal itu membuat mereka lelah. Terlalu lelah untuk berhubungan seks adalah alasan utama yang dilaporkan oleh individu atau pasangan yang kehilangan minat pada seks.

Di sisi lain, sebuah studi tahun 2015 yang dilakukan di University of Michigan Medical School menemukan bahwa semakin lama seseorang tidur, mereka semakin tertarik pada seks keesokan harinya.

“Tidur singkat memengaruhi hampir setiap aspek kesehatan dan kesejahteraan seseorang secara keseluruhan. Tentunya tidak terkecuali kesehatan seksual,” katanya.[]

Berita terkait
Wow, Harga Remdesivir di Amerika Dipatok Rp 9 Juta Sehari!
Obat virus corona Remdesivir di Amerika dilaporkan sudah melebihi permintaan, harganya kini Rp 45 juta untuk paket pengobatan selama lima hari.
Khasiat Remdesivir Obati Corona di RSAM Bukittinggi, Teruji?
Dokter Spesialis Paru di RSAM Bukittinggi telah pernah menggunakan khasiat obat Remdesivir untuk menangani pasien corona. Apakah Remdesivir teruji?
Tidak Bisa Tidur? Berikut 5 Fakta Terbaru tentang Insomnia
Berikut sederet fakta terbaru tentang insomnia. Susah tidur berdampak pada kekebalan tubuh hingga rentan terkena virus di saat pandemi.
0
Dua Polisi di Toraja Dipecat Tidak Hormat, Ini Kasusnya
Dua anggota Polri yang bertugas di Polres Tana Toraja, Polda Sulsel, di pecat tidak dengan hormat atau PTDH. Ini kasusnya.