UNTUK INDONESIA
SD Ambruk, DPR Sentil Tak Dijalankannya Rekomendasi
Wakil Ketua Komisi X DPR menyinggung rekomendasi yang tidak dijalankan pemerintah ketika menanggapi insiden ambruknya SD di Pasuruan.
Abdul Fikri Faqih. (Foto: Instagram/@afikrifaqih)

Jakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih menyinggung rekomendasi yang tidak dijalankan pemerintah Joko Widodo-Ma'ruf Amin ketika menanggapi insiden ambruknya Sekolah Dasar (SD) di Pasuruan, Jawa Timur. 

Pemerintah harus punya skema penyelesaian 1,3 juta ruang kelas yang rusak (ringan, sedang, dan berat) dari 1,8 juta ruang yang ada di Indonesia.

Menurut dia, sepatutnya pemerintah menjalankan rekomendasi yang disampaikan legislatif sebelumnya terkait penyediaan sarana prasarana sekolah dan guru di Indonesia. 

"Komisi X akhir periode lalu sudah punya rekomendasi pantia kerja (Panja) sarana prasarana pendidikan dasar dan menengah. Pemerintah harus punya skema penyelesaian 1,3 juta ruang kelas yang rusak (ringan, sedang, dan berat) dari 1,8 juta ruang yang ada di Indonesia," katanya kepada Tagar, Rabu, 7 November 2019.

Fikri Faqih menuturkan dari 250 ribu ruang kelas yang mengalami rusak berat dan perlu penanganan hanya 20 ribu ruang kelas yang diperbaiki pemerintah setiap tahunnya. 

"Sehingga selama 12 tahun ke depan kita mungkin akan disuguhi berita yang sama dengan SD di Pasuruan," ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Menurut dia, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memiliki banyak tantangan yang perlu diselesaikan segera. Selain itu juga ekspektasi perbaikan dan modernisasi pendidikan yang mendesak.

"Tapi ketahuilah bahwa di lapangan ganti kebijakan, ganti kurikulum, penerapan 8 sistem nasional pendidikan (SNP) dan sebagainya yang dibuat pemerintah pusat itu di daerah tidak mudah dilaksanakan bahkan cenderung problematikanya ya hanya sarana prasarana dan guru," kata dia.

Lebih lanjut, legislatif dapil Jawa Tengah IX (Tegal-Brebes) menjelaskan perubahan kurikulum yang berkali-kali setiap pergantian menteri tidak akan berpengaruh signifikan. Hal itu jika dua hal mendasarnya tak dipenuhi, yakni sarana prasaran dan guru yang memadai.

"Kalau dua faktor itu tidak mendukung di daerah, maka mau diubah sistem, kebijakan, kurikulum sampai 1000 kali pun nggak bakal mengubah proses KBM di daerah-daerah, apalagi di daerah 3T (Tertinggal, terdepan, dan terluar)," lanjutnya.

Sementara itu, lanjutnya, saking tidak mampunya pemerintah dalam menyediakan sarana dan prasarana dan guru masih ada SD yang diajar oleh tentara. Bahkan, saat ini di Sebatik, Kalimantan Barat seorang bidan membangun sekolah karena pemerintah abai soal itu.

"Di pulau Sebatik Kalbar, karena pemerintah tak bangun sekolah, maka seorang bidan membangun sendiri sekolah tapal batas. Itulah fakta pendidikan kita. Sehingga tolong pak menteri sekarang harus merespon dua hal ini dulu sebelum yang lain," kata Fikri faqih. 

Sebelumnya, sejumlah kelas di SDN Gentong di Kota Pasuruan ambruk pada Selasa, 5 November 2019. Dua orang meninggal dunia dan belasan lainnya terluka akibat kejadian itu.

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 08.15 WIB. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasuruan melansir, robohnya atap sekolah itu bermula dari kelas-kelas yang terletak di bagian depan sekolah. Di antaranya kelas II-A, kelas II-B, kelas V-A, dan ke las V-B.

Kelas II-A dan II-B dipenuhi murid saat itu. Sementara, kebanyakan siswa kelas V tengah mengikuti mata pelajaran olahraga.

Akibat ambruknya bangunan sekolah dasar itu, 13 orang menjadi korban. Dengan rincian, dua orang korban meninggal dan sisanya luka-luka. Dua korban tewas terdiri atas satu siswa dan satu guru. Sementara, 11 korban luka-luka merupakan siswa sekolah tersebut.

Korban meninggal adalah murid berinisial IA (8) warga Gentong, Kota Pasuruan dan Silvina Asri (19) yang merupakan guru pengganti di sekolah itu. 

Berita terkait
Nadiem Kirim Tim Investigasi SD Ambruk di Pasuruan
Nadiem Makarim telah mengirimkan tim investigasi untuk meninjau ambruknya SDN Gentong di Pasuruan.
Abdul Fikri Optimis Nadiem Makarim Majukan Pendidikan
Abdul Fikri Faqih mengaku optimis dengan dipilihnya Nadiem Anwar Makarim menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Nadiem Makarim Sedih Lihat SD di Pasuruan Ambruk
Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Nadiem Makarim mengunjungi SDN Gentong, Pasuruan, Kamis 7 November 2019.
0
Lima Fakta Putri Tanjung Staf Khusus Presiden Jokowi
Fakta-fakta tentang Putri Indahsari Tanjung sebagai staf khusus Presiden Jokowi.