UNTUK INDONESIA

Saran Hidayat Nur Wahid dan Fahri Hamzah untuk Mensos Risma

Menurut Hidayat Nur Wahid, kondisi pengemis dan pemulung yang ada di Jakarta tidak jauh berbeda dengan di Surabaya.
Menteri Sosial Tri Rismaharini temui Yanto. (Foto: Tagar/Dok. Kemensos)

Jakarta - Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid memberikan saran kepada Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini. Hal ini menanggapi aksi blusukan Risma sapaan Tri Rismaharini yang rajin menemui pemulung dan pengemis di Jakarta.

Menurut HNW, kondisi pengemis dan pemulung yang ada di Jakarta tidak jauh berbeda dengan di Surabaya dimana Risma pernah menjadi wali kota di sana.

"Di Surabaya juga masih banyak pengemis dan pemulung yang tinggal di bawa kolong jembatan," kata Hidayat Nur Wahid seperti dikutip Tagar dari CNN.

Karena itu, anggota Komisi VIII DPR RI ini menyarankan ketimbang blusukan ke kolong jembatan menemui pengemis dan pemulung yang ada di Jakarta, Risma lebih baik fokus untuk menyelesaikan dua masalah utama di Kemensos saat ini.

Pertama, HNW menyarankan Risma segera membenahi data tentang calon penerima bantuan sosial (bansos) tunai yang baru diluncurkan Jokowi. Karena menurut dia data tersebut harus segera divalidasi dan diverifikasi karena banyak yang bermasalah.

"Seharusnya beliau konsentrasi di situ supaya tidak terjadi pengulangan terjadi korupsi akibat data yang tidak valid," kata HNW.

Menurutnya, kemiskinan tidak hanya terjadi di Jakarta saja. Namun, juga terjadi di daerah terpencil. Fahri juga meminta Risma untuk melalukan analisa data dan bekerja menggunakan konsep.

Kedua, HBW meminta kepada mantan Wali Kota Surabaya ini untuk segera memastikan program bansos tunai agar rapat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat terdampak Covid-19.

"Mensos harus memastikan bahwa bansos yang disalurkan benar-benar membantu rakyat yang terdampak pandemi Covid-19 dan bisa menggerakan ekonomi masyarakat," kata dia.

Ketua MPR RI ke-12 ini pun meminta Risma fokus mengurusi anggaran perlindungan sosial supaya bisa efektif membantu warga korban Covid-19.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora yang juga mantan politisi PKS, Fahri Hamzah mengingatkan Menteri Sosial Tri Rismaharini agar dapat membedakan posisi dirinya ketika menjabat sebagai menteri dengan wali kota terkait aksi blusukannya di DKI Jakarta pada Senin, 4 Januari 2021.

“Staf-nya Bu Risma harus kasih tahu beliau beda jadi wali kota dan menteri,” ujarnya melalui akun Twitter, @Fahrihamzah pada Rabu, 6 Januari 2021.

Baca juga: Fahri Hamzah Sebut Risma Tak Paham Perbedaan Menteri dan Wali Kota
Baca juga: Mensos Risma Temui Gelandangan di Jalan Thamrin Jakpus

Menurut Fahri, apa yang dilakukan Risma tidak sesuai dengan pekerjaan sebagai seorang menteri. Dirinya juga mengatakan bahwa perbedaan antara menteri dan wali kota tidak hanya pada filosofi, skala, dan juga metode.

“Perbedaan tidak hanya saja pada filosofi, skala, juga metode. Menteri tidak dipilih, tetapi ditunjuk, kerja sektoral saja dan berlaku di seluruh negeri. Wali kota dipilih, non-sektoral, tetapi terbatas Kota. #MenSOS,” tuturnya.

Menurutnya, kemiskinan tidak hanya terjadi di Jakarta saja. Namun, juga terjadi di daerah terpencil. Fahri juga meminta Risma untuk melalukan analisa data dan bekerja menggunakan konsep.

“Ayolah mulai dari data. Kalau ada data, analisa, keluar konsep, lapor presiden, hearing di @DPR_RI. Muncul kritik, muncul koreksi, publik nimbrung lalu bikin kesimpulan akhir, lalu eksekusi secara massif nasional melalui jalur2 struktural. Barulah masalah selesai. Itu kerja negara bukan kerja media,” ujarnya.

Dirinya juga berharap para pemimpin tidak menyia-nyiakan waktu untuk memperbaiki negara. []

Berita terkait
Mensos Risma Temui Gelandangan di Jalan Thamrin Jakpus
Tri Rismaharini temui beberapa gelandangan saat menyusuri jalur pedestrian di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat.
Ajak Anak Jalanan Ikut Program Kemensos, Risma: Mau Ikut Ibu Gak?
Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma meminta anak jalanan untuk mengikuti program pembinaan dari pemerintah.
Mensos Risma Pastikan Bantuan Pemerintah Tidak Ada Potongan
Menteri Sosial Tri Rismaharini menegaskan, dirinya akan mengevaluasi secara detail bantuan pemerintah hingga tidak ada potongan diterima rakyat.
0
Saran Hidayat Nur Wahid dan Fahri Hamzah untuk Mensos Risma
Menurut Hidayat Nur Wahid, kondisi pengemis dan pemulung yang ada di Jakarta tidak jauh berbeda dengan di Surabaya.