Rusia Belum Siap Akui Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran Resmi

Menyamakan mata uang semu dengan instrumen moneter tradisional membahayakan sistem keuangan dan ekonomi.
Bitcoin. (Foto: Tagar/Pixabay)

Jakarta - Rusia belum siap untuk mengakui bitcoin sebagai alat pembayaran resmi, pernyataan ini disampaikan oleh Bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan di Moscow baru-baru ini.

Peskov menilai, menyamakan mata uang semu dengan instrumen moneter tradisional tidak dapat menyebabkan apa pun selain membahayakan sistem keuangan dan ekonomi.

"Rusia jelas tidak siap untuk langkah seperti itu, dan sejauh ini tidak ada alasan sedikit pun untuk mengambil langkah tersebut. Menyamakan mata uang kuasi tersebut dengan aset moneter tidak dapat menyebabkan apa pun selain membahayakan sistem keuangan dan ekonomi,” kata Peskov dikutip dari AA, Rabu, 9 September 2021.

Bitcoin adalah aset digital atau cryptocurrency  ditemukan pada 2008 oleh orang atau sekelompok orang yang tidak dikenal dengan menggunakan nama "Satoshi Nakamoto".

Bitcoin dikenal juga dengan uang virtual ataupun aset Kripto. Bitcoin adalah uang elektronik yang dapat digunakan untuk investasi masa depan.



Rusia jelas tidak siap untuk langkah seperti itu, dan sejauh ini tidak ada alasan sedikit pun untuk mengambil langkah tersebut. Menyamakan mata uang kuasi tersebut dengan aset moneter tidak dapat menyebabkan apa pun selain membahayakan sistem keuangan dan ekonomi.



Saldo token Bitcoin disimpan dengan sebuah "kunci" publik dan pribadi, serta merupakan kombinasi panjang angka serta huruf yang terhubung melalui enkripsi algoritma matematika yang digunakan dalam membuatnya.

Kunci publik (sebanding dengan nomor rekening bank) memiliki fungsi sebagai alamat yang terpublikasi ke dunia dan ke mana orang lain bisa mengirim bitcoin. Kunci pribadi (sebanding dengan PIN ATM) memiliki fungsi sebagai rahasia yang terjaga dan hanya digunakan untuk otorisasi transmisi Bitcoin.

Keunikan dari mata uang Bitcoin adalah tidak adanya bentuk fisik, hanya saldo yang disimpan di buku besar publik yang aksesnya transparan bagi setiap orang, dan seluruh transaksi yang menggunakan Bitcoin, terverifikasi melalui berbagai sistem.

Perbedaan Bitcoin dengan mata uang negara adalah suplainya yang terbatas, tidak seperti mata uang negara yang dapat terus dikeluarkan oleh bank sentral negara. Bitcoin hanya memiliki suplai total 21 juta yang dikontrol oleh algoritma yang mendasarinya.


Baca Juga :

Blinken Sebut Taliban Harus Buktikan Legitimasinya pada Dunia

Duterte Dicalonkan Partainya Sebagai Wakil Presiden Filipina

Filipina Dihantam Topan dan Badai Conson

Negara-negara Kaya Didesak Tunda Suntikan Booster Hingga 2022








Berita terkait
Goldman Sachs: Ethereum Gantikan Bitcoin di Masa Depan
Perusahaan investasi ini menyebut Ether bisa memberikan potensi menjadi penyimpanan nilai digital yang dominan di masa depan.
Alasan Elon Musk Larang Mobil Listrik Tesla Dibeli Pakai Bitcoin
Produsen mobil listrik Tesla, tidak akan lagi menerima Bitcoin sebagai alat pembelian mobil listrik. Berikut alasan yang disampaikan Elon Musk.
Mengenal Alat Tambang Bitcoin Pencetak Cuan Rp 131 Juta
Dengan harga Bitcoin saat ini US$60 ribuan per BTC, Antminer S19j bisa mencetak cuan lebih dari US$9 ribuan (Rp131 juta) per tahun.
0
Rusia Belum Siap Akui Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran Resmi
Menyamakan mata uang semu dengan instrumen moneter tradisional membahayakan sistem keuangan dan ekonomi.