Rizieq Tak Mau Swab Test Lantaran Prasangka Negatif ke Pemerintah?

Ferdinand Hutahaean (FH) menduga penolakan tes usap (swab) yang dilakukan Imam Besar FPI, Rizieq Shihab lantaran prasangka negatif ke pemerintah.
Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahaean. (Foto:Tagar/YouTube Ferdinand Hutahaean)

Jakarta - Ferdinand Hutahaean (FH) menduga penolakan tes usap (swab) yang dilakukan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab karena adanya prasangka negatif kepada pemerintah.

"Saya pikir ini dugaan ya, saya tidak tahu alasan sebenarnya. Mungkin beliau takut menggunakan alat-alat dan fasilitas milik pemerintah. Dia takut karena prasangka-prasangka negatif. Tentu beliau khawatir dan takut," kata Ferdinand dihubungi Tagar, Sabtu, 28 November 2020.

Dia takut karena prasangka-prasangka negatif. Tentu beliau khawatir dan takut

Kendati demikian, dia menyarankan agar Rizieq menggunakan alat swab test milik dokter pribadinya jika takut menggunakan kepunyaan pemerintah.

"Silahkan menggunakan alat swab test milik dokter pribadinya, tapi spesimen harus diperiksa oleh laboratorium milik pemerintah atau yang ditunjuk oleh Satgas Covid-19, jadi tak ada alasan untuk test diam-diam," ujarnya.

"Tapi kan ada cara yang bisa dilakukan supaya tidak menggunakan alat milik pemerintah atau satgas yang penting test nya disaksikan oleh Satgas Covid-19," ucap Ferdinand menambahkan.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menegaskan akan mendatangi keluarga besar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, yang saat ini berada di Rumah Sakit (RS) Ummi, Kota Bogor, Jawa Barat.

Pasalnya, Bima mengaku mendapatkan informasi bahwa keluarga Rizieq menolak untuk melakukan tes usap (swab) ulang terhadap pimpinan FPI itu.

"Dari keluarga menolak, saya akan datangi," kata Bima, Jumat, 27 November 2020 malam.

Sebagai kepala daerah, sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor, dia mengatakan berkewajiban menjalankan amanat sesuai Undang-undang (UU) Kekarantinaan Kesehatan.

"Kita kan menjalankan UU. Ada mandat dari UU Karantina," ujarnya.

Selain menyebut RS Ummi masih berada di wilayahnya, dia juga menegaskan bahwa tidak bisa sembarang orang menolak untuk melakukan swab test di Kota Hujan itu.

"Jadi, Rumah Sakit Ummi itu masih NKRI, Kota Bogor masih wilayah saya. Enggak bisa sembarangan menolak itu. Saya akan datangi. Saya akan minta penjelasan mengapa menolak," ucap Bima.[]

Berita terkait
Demo Kecam Habib Rizieq di Magelang Dibubarkan Polisi
Aksi tolak provokasi Habib Rizieq Shihab di Magelang dibubarkan polisi. Demo tak patuhi protokol kesehatan.
Tolak Swab Test, Bima Arya Akan Datangi Rizieq Shihab
Bima Arya Sugiarto menegaskan akan mendatangi keluarga besar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, lantaran tolak swab test.
Diduga Imbas Kerumunan Rizieq, Wali Kota Jakpus Dicopot
Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara dicopot dari jabatannya diduga akibat kerumunan massa di rumah Rizieq.
0
Politikus PDIP Jagokan Andika Perkasa Jadi Panglima TNI
Politisi PDIP Effendi Simbolon menjagokan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI mengantikan Hadi Tjahjanto.