Revitalisasi Kota Lama Semarang Abaikan Prinsip Cagar Budaya

Tak hanya pembangunan kanopi, pekerjaan revitalisasi Kota Lama banyak yang abaikan prinsip-prinsip cagar budaya.
Suasana malam hari kawasan Kota Lama Semarang depan Gereja Blenduk. Revitalisasi kawasan Kota Lama dinilai banyak mengabaikan prinsip cagar budaya. (Foto: Tagar/Agus Joko Mulyono)

Semarang - Revitalisasi Kota Lama Semarang dinilai banyak mengabaikan prinsip-prinsip cagar budaya. Selain pembangunan kanopi yang akhirnya dibatalkan, sebelumnya ada sejumlah kegiatan revitalisasi yang malah menghilangkan atau menutup benda maupun bangunan bersejarah yang ada. 

Pegiat sejarah Semarang, Rukardi menyampaikan munculnya kasus pembangunan kanopi transparan di gang depan Gereja Blenduk atau Jalan Suari hanya satu dari sekian banyak permasalahan terkait pelaksanaan revitalisasi kawasan Kota Lama Semarang.

Menurutnya, Pemerintah Kota Semarang dan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dalam melaksanakan revitalisasi belum memenuhi prosedur yang mengacu pada prinsip cagar budaya.

Hari ini kanopi, bulan depan pemerintah bangun apa lagi.

kanopi kota lama semarangPembangunan kanopi di gang depan Gereja Blenduk dinilai salah satu bentuk pengabaian prinsip cagar budaya di revitalisasi Kota Lama Semarang. Pembuatan lorong di Jalan Suari itu akhirnya dibatalkan. (Foto: Tagar/Agus Joko Mulyono)

Rukardi melihat pemerintah hanya terkesan mempercantik Kota Lama saja, namun tidak memperhatikan nilai historis yang ada berdasarkan kajian-kajian sejarah.

"Selain kanopi di Jalan Suari, juga pembongkaran tiang reklame kuno di ujung Jalan Merak, kini dihilangkan. Karena dianggap mengganggu ruas jalan Merak tersebut. Bahkan, tanpa adanya kajian terlebih dulu. Seharusnya, sebelum dibongkar tetap harus ada kajian meminta para ahli untuk berikan keterangan tentang fungsi bangunan itu seperti apa dulunya," tuturnya, Selasa, 27 Oktober 2020.

Sebelumnya, lanjut Rukardi, juga ada temuan batu bata kuno di kedalaman 1,5 meter saat pekerjaan pembuatan saluran atau ducting di Jalan Gelatik. Semestinya pekerjaan drainase dihentikan sembari menunggu kajian lebih lanjut dari ahli.   

"Harusnya kalau gunakan prinsip cagar budaya mestinya temuan seperti ini penting. Fungsi batu bata itu apa? Sebagai alas jalan pada masa lalu, atau batu bata itu malah sudah dipakai sebelum era kolonial. Namun temuan itu diabaikan, bekas galian ditutup begitu saja untuk drainase," beber dia. 

Selain itu, ada pembuatan bangunan MCK yang menutup atau menghalangi akses artefak sumur artetis di Kota Lama. Padahal sumur itu punya nilai sejarah penting saat kolera mewabah di Semarang.

"Kalau teknik komunikasinya seperti itu, pemkot dan pemerintah pusat dalam pelaksanaan revitalisasi Kota Lama tanpa kajian dan tanpa melibatkan stakeholder dan masyarakat, maka akan terus muncul permasalahan lain. Hari ini kanopi, bulan depan pemerintah bangun apa lagi," kritiknya.

kota lama semarangPengadaan pernak-pernik buatan era sekarang seperti lampu penerangan dan batas jalan di revitalisasi Kota Lama Semarang juga dinilai tidak sesuai dengan prinsip cagar budaya. (Foto: Tagar/Agus Joko Mulyono)

Apalagi kawasan Kota Lama, saat ini terdaftar dalam list warisan cagar budaya dunia. Artinya pelaksanaan revitalisasi harus mengacu pada ketentuan pelestarian cagar budaya

"Yang dilihat UNESCO di konservasi Kota Lama adalah mengembalikan bentuk aslinya, bukan mempercantik. Misal penambahan lampu, maupun pernak pernik buatan era sekarang justru tidak tepat dipasang," tutur dia.

Baca juga: 

Sementara, Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan soal pembatalan pembangunan lorong kanopi di Jalan Suari. Bahwa pekerjaan itu merupakan bagian dari tahap akhir revitalisasi Kawasan Kota Lama. 

Niat awalnya adalah adalah untuk menambah estetika kawasan, serta kenyamanan bagi pengunjung Kota Lama. Namun karena dianggap masyarakat membuat tidak nyaman, pembangunannya dibatalkan. 

"Dari yang saya baca di berbagai platform media sosial, alasannya karena menghalangi vista atau pemandangan Gereja Blenduk dari Jalan Suari. Untuk itu lorong kanopi tersebut akan kami relokasi ke jalan Kedasih," pungkasnya. []  

Berita terkait
Viral Kanopi di Kota Lama Semarang, BPK2L: Akan Dibongkar
Viral di media sosial rencana pembangunan kanopi transparan di depan Gereja Blenduk kawasan Kota Lama Semarang. BPK2L memutuskan untuk membongkar.
Aman dan Nyaman Bersama Gojek di Festival Kota Lama Semarang
Gojek kembali mendukung perhelatan Festival Kota Lama Semarang dengan mengedepankan pelayanan berbasis protokol kesehatan.
Kota Lama Semarang di Tangan Pelukis Sketsa, Ganjar: Wedian
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dibuat kagum dengan karya para pelukis sketsa yang melukis bangunan tua di Kota lama Semarang.
0
Prakiraan Cuaca Jakarta, Selasa 1 Juni 2021
BMKG menyampaikan peringatan dini waspada potensi hujan, kilat, petir, dan angin kencang, di wilayah Jakpus, Jakbar, Jaksel, dan jaktim.