UNTUK INDONESIA

Respon Wali Murid Persiapan Sekolah Tata Muka di Surabaya

Pemkot Surabaya melakukan tes swab terhadap 4.896 siswa selama dua hari ini. Tes swab dilakukan sebagai langkah awal sekolah tatap muka.
Pelaksanaan tes swab terhadap siswa SMPN 12 Surabaya sebelum dilaksanakannya sekolah tatap muka pada Desember 2020. (Foto: Tagar/Ihwan Fajar)

Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya terus mempersiapkan rencana sekolah tatap muka untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD). Setelah memerintahkan guru kembali masuk sekolah, selanjutnya Pemkot Surabaya melakukan tes swab terhadap 4.896 siswa.

Wali murid SMPN 12 Surabaya, Novi mengapresiasi Pemkot Surabaya yang melakukan persiapan sangat matang sebelum melakukan sekolah tatap muka. Novi mengaku tes swab yang dilakukan Pemkot Surabaya terhadap siswa bisa memberikan ketenangan anaknya tidak terpapar Covid-19.

Alhamdulillah. Dari pada di rumah sekolah online menurut saya sih, kurang masuk lah istilahnya.

"Kami ikut keputusan pemerintah, termasuk soal swab ini. Jadi kami wali murid enggak waswas saat sekolah tatap muka dilaksanakan," kata dia saat ditemui di SMPN 12 Surabaya, Rabu, 25 November 2020.

Ia mengaku senang dengan dimulainya sekolah tata muka, anaknya kembali bisa merasakan masuk sekolah. Apalagi Novi menilai sekolah daring kurang optimal bagi siswa.

Baca juga:

"Alhamdulillah. Dari pada di rumah sekolah online menurut saya sih, kurang masuk lah istilahnya. Di depan guru aja kurang memperhatikan, apalagi jarak jauh," kata Novi.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara menjelaskan berdasarkan data terbaru yang tercatat dari Dinas Kesehatan (Dinkes) setidaknya ada siswa dari 17 sekolah SMP di Surabaya menjalani tes swab. Pelajar yang dites swab ini merupakan siswa kelas 3 SMP.

“Sebenarnya untuk jumlah pelajar kelas 1 – 3 SMP yakni 12 ribu. Tetapi kali ini swab khusus untuk kelas 3 dengan total 4.896 siswa hari ini dan besok,” kata Febriadhitya Prajatara.

Dari angka tersebut, Febri memastikan setelah dihitung jumlah pelajar yang mengikuti swab pada hari ini mencapai 2.647 pelajar. Kemudian sisanya akan berlangsung pada Kamis, 26 November 2020.

“Ada sekitar 2.249 siswa yang belum swab. Karena kadang ada orang tua yang terkendala tidak bisa mengantar anaknya,” kata dia.

Selain itu, rencananya PBM tatap muka untuk kelas 3 SMP itu akan berlangsung pada awal Desember 2020 mendatang. Oleh sebab itu, berbagai persiapan telah dilakukan Pemkot Surabaya dari mulai tes swab guru, karyawan sekolah dan sekarang swab bagi pelajar. Sedangkan, untuk kelas 1 dan 2, swab akan dilaksanakan pada awal tahun mendatang.

"Ini bertahap ya, jadi saat sekolah tatap muka dimulai maka dipastikan seluruhnya negatif Covid-19. Tetapi tetap dengan protokol kesehatan (prokes) yang begitu ketat,” urainya.

Tidak hanya itu, Febri memaparkan, untuk mekanisme pelaksanaan swab, para pelajar cukup datang ke sekolah, kemudian petugas dari puskesmas yang mendatangi sekolah tersebut sesuai dengan masing-masing wilayah. Seperti SMPN 1 Surabaya, petugas Puskesmas yang datang berasal dari Ketabang, Rangkah, Pacar Keling dan Gading.

“Tesnya di sekolah masing-masing. Artinya puskesmas yang mendatangi, siswa cukup datang ke sekolah saja,” tutur dia.

Sebenarnya, ada 18 sekolah SMP yang dilakukan swab hari ini. Namun, karena salah satu dari sekolah tersebut mengundurkan diri maka berkurang menjadi 17 sekolah. Rinciannya, yakni SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 10, SMPN 12, SMPN 15, SMPN 19, SMPN 26, SMPN 28, SMPN 46, SMPN 62, SMPN 17 Agustus 1945, SMP Al-Hikmah, SMP Giki 2, SMP Kristen YBPK 1, SMP Santa Maria, SMP Santo Carolus.

“Seharusnya jumlah siswa 5.222 tetapi satu sekolah yang mengundurkan diri menjadi 4.896 pelajar," jelas dia.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Surabaya, Akhmad Suharto mengatakan pelaksanaan swab bagi pelajar ini dapat dilihat berlangsung disiplin dan tertib dengan protokol kesehatan (prokes). Bahkan, dari 405 jumlah pelajar yang mengikuti swab itu, tampak datang tidak bersamaaan. Mereka datang sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh pihak sekolah.

“Alhamdulillah anak-anak bisa mengikuti kegiatan swab untuk mengantisipasi persiapan KBM tatap muka dengan baik. Mudah-mudahan hasilnya nanti negatif semua,” kata Akhmad Suharto.

Namun, kata dia, bagi siswa yang hari ini berhalangan hadir pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinkes untuk pelaksanaan swab di hari yang lain. Meski begitu, ketika PBM tatap muka berlansung, dia memastikan tetap akan melaksanakan prokes dengan ketat sesuai anjuran pemerintah.

“Sesuai anjuran jaraknya itu 1,5 meter. Kami sudah menyiapkan bagaimana prokes yang berada di SMPN 1 Surabaya sesuai SOP,” tegasnya.

Sementara itu, kata dia, untuk tenaga pendidik, karyawan sekolah maupun pelatih ekskul dengan total 90 orang sudah dilakukan tes swab dengan hasil 100 persen negatif Covid-19.

“Gurunya berjumlah 70 orang. Selebihnya adalah karyawan dan pelatih. Alhamdulillah negatif semuanya,” ucapnya.[] 

Berita terkait
Jogoboyo dan FPI Surabaya Tak Saling Lapor Ricuh di Grahadi
Polrestabes Surabaya melakukan mediasi usai ricuh aksi damai tolak kedatangan Habib Rizieq Shihab di depan Gedung Grahadi kemarin.
DPT Pilkada Surabaya Jadi Sorotan Komisi II DPR
Wakil Ketua Komisi II DPR menilai masih banyak warga memiliki KTP Surabaya tetapi tidak masuk dalam DPT di Pilkada Surabaya.
5 Tempat Wisata Hits di Surabaya, Ada Resto di Kapal Pesiar
Selain mall dan monumen militer, Surabaya menyimpan banyak destinasi wisata yang tak kalah hits lho.
0
Respon Wali Murid Persiapan Sekolah Tata Muka di Surabaya
Pemkot Surabaya melakukan tes swab terhadap 4.896 siswa selama dua hari ini. Tes swab dilakukan sebagai langkah awal sekolah tatap muka.