UNTUK INDONESIA
Rela Antre Sejak Subuh Demi Verifikasi PPDB Semarang
Heri terbangun saat ponsel berdering. Waktu menunjukkan jam empat pagi. Ia adalah penjaga keamanan SMAN 15 Semarang, Jawa Tengah.
Pelayanan verifikasi dan pengambilan akun/token untuk kebutuhan penerimaan peserta didik baru (PPDB) online 1-5 Juli 2019 di SMAN 2 Semarang, Senin, 24 Juni 2019. (Foto: Tagar/Agus Joko Mulyono)

Semarang - Heri terbangun dari tidur saat ponsel berdering. Waktu menunjukkan dini hari, belum subuh. Ia adalah penjaga keamanan SMAN 15 Semarang, Jawa Tengah.

Ia membuka ponsel, menemukan pesan baru di WhatsApp, dari seorang wali murid.

"Akhirnya no 1 aq datang," demikian isi pesan tersebut.

Pesan dikirim Senin, 24 Juni 2019, pukul 04.02 WIB. Antara percaya dan tidak, Heri bergegas menuju gerbang sekolah di bagian depan kompleks Gedung SMAN 15.

"Jelang subuh sudah ada orangtua murid yang datang ke sekolah. Saya terbangun karena ada WA masuk. Ini pesan WA-nya, jamnya 04.20 WIB. Saya cek ke depan ternyata benar dia sudah di gerbang sekolah," cerita Heri, Senin, 24 Juni 2019.

Penjaga sekolah yang setiap hari tidur di SMAN 15 ini tak menyangka orangtua murid tersebut rela datang pagi buta demi mendaftarkan anak di antrean verifikasi dan pengambilan akun atau token untuk pendaftaran online di Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019.

"Sehari sebelumnya dia sudah datang ke sini tanya-tanya proses PPDB di sini. Tapi benar-benar kaget kalau ternyata pagi-pagi sekali dia sudah datang ke sini," ujar dia.

Hari beranjak pagi, mentari menunjukkan semburat sinar. Satu demi satu, orangtua atau wali murid berdatangan. Mereka bersama anaknya sembari membawa sejumlah dokumen persyaratan masuk sekolah.

Antrean verifikasi persyaratan masuk sekolah dan pengambilan akun di area masuk sekolah, terlihat ramai ketika waktu menunjukkan sekitar pukul 07.00 WIB. Demi tertibnya antrean, pihak SMAN 15 membuat semacam daftar atau nomor urut antrean berdasar waktu kedatangan calon peserta didik baru.

"Orang yang datang pertama itu bantu, minta kertas kemudian diedarkan ke orangtua murid yang sudah datang, diurutkan sesuai kedatangan," ujar Heri.

Jelang subuh sudah ada orangtua murid yang datang ke sekolah. Saya terbangun karena ada WA masuk. Ini pesan WA-nya, jamnya 04.20 WIB. Saya cek ke depan ternyata benar dia sudah di gerbang sekolah.

Ketua PPDB online 2019 SMAN 15 Mulyadi mengatakan orangtua dan calon peserta didik baru di hari pertama verifikasi dan pengambilan akun menunjukkan antusiasme tinggi. 

Sesuai petunjuk teknis dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, pelayanan pengambilan akun dan verifikasi PPDB online 2019 dibuka Senin 24 Juni 2019 hingga Jumat 28 Juni 2019.

"Dibuka selama lima hari sampai tanggal 28 Juni nanti," tutur Mulyadi.

Mulyadi memperkirakan tingginya antusiasme masyarakat karena muncul kekhawatiran di dua proses itu dapat menentukan lolos tidak calon peserta didik baru. Masyarakat diduga memahami bahwa proses 24-28 Juni 2019 dilakukan berdasar siapa cepat mendaftar dia yang akan lolos seleksi.

Padahal selama tenggat waktu 24 - 28 Juni 2019, pelayanannya sama dan dipastikan tidak akan mempengaruhi hasil seleksi PPDB. Selama lima hari itu, pendaftaran verifikasi hanya sebatas pengecekan keabsahan berkas persyaratan.

Isu Cepat-cepatan

Ketika dinyatakan lolos administrasi maka akan mendapat akun/token yang akan digunakan untuk mendaftar secara online. "Masyarakat berpikir hari ini mempengaruhi hasil seleksi PPDB sehingga mereka ketakutan sendiri. Padahal cepat-cepatan mendaftar itu nanti, di proses pendaftaran online, mulai tanggal 1 sampai 5 Juli 2019. Mungkin kurang sosialisasi," kata Mulyadi.

Dengan pemahaman 'siapa cepat mendaftar maka diterima', masyarakat datang lebih awal ke sekolah meski gerbang masih tutup. Dan yang sudah datang ke SMAN 15 tetap minta dilayani meski sudah diberi pemahaman aturan sebenarnya.

"Masyarakat ini kan belum tahu bahwa verifikasi berkas dan mendapat akun untuk mendaftar online ada waktu lima hari, sampai 28 Juni. Tapi memaksa untuk dilayani hari ini juga," ujar Mulyadi.

Menyikapi hal itu sekolah di Jalan Kedungmundu Raya ini akhirnya melakukan pembatasan jumlah pelayanan berdasar waktu kedatangan. Tiap hari akan dilayani verifikasi dokumen persyaratan dan pemberian akun pendaftaran online maksimal untuk 250 calon peserta didik baru.

"Kami juga harus istirahat tapi tetap melayani semua dengan baik. Maka kami siasati dengan pakai nomor antrean. Yang nomor 251 kami layani besok," sambung dia.

Kebijakan pembatasan 250 pelayanan tersebut sudah dengan mempertimbangkan jumlah pendaftar tiap tahun di SMAN 15. "Dari kapasitas sekitar 358 kursi, sebenarnya 400 tapi ada dua yang tidak naik, tiap tahun biasanya ada sekitar 700 pendaftar. Jadi saya kira lebih dari cukup, 250 per hari sampai 5 hari," katanya.

Persiapan lain dengan membuka lima loket pelayanan plus dua loket tambahan jika memang jumlah peserta didik baru yang datang untuk verifikasi dan mendapat akun sangat banyak.

SMA Negeri 3

Kondisi serupa terjadi di SMAN 3, Jalan Pemuda Semarang. Banyak orangtua dan calon peserta didik baru rela datang selepas subuh demi mendapat antrean verifikasi dokumen sekaligus pengambilan token.

"Dari rumah berangkat sekitar jam 4.30 WIB, sampai sini jam 5 pagi. Ikut antre di depan gerbang karena sekolah masih tutup," kata seorang calon peserta didik baru Nathan C Putra.

Nathan datang sejak awal lantaran khawatir tidak kebagian token pendaftaran online. Pertimbangannya SMAN 3 merupakan sekolah favorit di Semarang sehingga persaingan akan sangat ketat. Apalagi ada kebijakan baru penambahan 20 persen untuk siswa berprestasi di jalur pendaftaran zonasi.

"Saya daftar zonasi karena memang masuk dalam zona sekolah. Jadi harus bertarung dengan siswa dalam zonasi yang lain maupun siswa prestasi dalam zona. Ini sekolah favorit tentu banyak yang ingin masuk dan SMAN 3 pilihan pertama saya," kata dia.

Budi Cahyono (48), orangtua calon peserta didik baru mengaku rela berdesakan dengan orangtua lain demi mendapat antrean verifikasi dan token. Bahkan ia harus izin telat ke pimpinan tempatnya bekerja guna mendampingi anak ke SMAN 3.

"Datang ke sini (SMAN 3) sekitar jam 05.00 WIB sudah ramai antre. Baru dapat nomor antrean sekitar 08.30 WIB. Ya karena sekolah ini di tengah kota, banyak yang mau daftar ke sini, jadi harus datang lebih pagi," ujarnya.

SMA Negeri 1

Di SMAN 1 Semarang, antrean verifikasi dan mendapat token juga terjadi. Sejumlah orangtua murid mengaku termakan isu bahwa yang mendaftar mulai Senin 24 Juni 2019 mendapat peluang lebih besar diterima di sekolah pilihan.

Seperti yang disampaikan Ida Hasanah (52), salah satu wali murid yang turut mendampingi anaknya antre di sekolah yang berlokasi di Jalan Menteri Soepeno, Semarang.

"Datang setelah Subuhan, sampai depan sekolah sudah banyak yang antre. Ya karena ada isu cepat-cepatan mendaftar, yang duluan daftar maka dia yang keterima. Ternyata cukup datang bawa berkas, verifikasi dan tunggu dapat token," ujar ibu berhijab itu.

SMA Negeri 2

Di SMAN 2 Semarang antrean juga berlangsung sedari pagi sebelum sekolah buka. "Saya ke sini sebelum jam 07.00, yang datang sudah banyak. Selesai verifikasi dan mendapat akun jam 13.00 WIB ini," ujar Niko, calon peserta didik baru asal Kelurahan Sendangguwo, Kecamatan Tembalang.

Humas SMAN 2 Semarang Santosa menyatakan sekolahnya membuka 16 loket untuk melayani banyak peserta didik baru yang ikut proses verifikasi dan mengambil akun pendaftaran online. 12 loket melayani dalam zonasi murni, dua loket untuk prestasi dalam zonasi serta pelayanan verifikasi prestasi luar zona dan jalur perpindahan orangtua masing-masing satu loket.

Jumlah loket tersebut belum termasuk lima loket yang digunakan untuk mengecek keabsahan dokumen prestasi kejuaraan atau kompetisi. Sekaligus menguji kemampuan dari calon peserta didik baru yang membawa dokumen pendukung tersebut.

"Jumlah kuota di SMAN 2 431 kursi," sebutnya.

"Waktu saya datang, jam 06.30 WIB sudah full. Jam 05.24 WIB ada antrean," tutur dia.

"Memang banyak, seperti yang Anda lihat sendiri. Tapi sampai berapa jumlahnya hari ini kami belum bisa mengetahui secara keseluruhan. Tadi sistemnya sempat trouble jadi belum bisa diketahui jumlah input berkas yang akan diverifikasi. Proses inputnya tetap bisa, jalan terus tapi untuk berapa jumlahnya belum bisa diketahui," tutur Santoso.

Santosa mengaku kurang tahu persis faktor yang mendorong masyarakat datang sedari pagi meski pelayanan verifikasi dan pengambilan akun/token berlangsung sampai lima hari. 

"Kan ada informasi cepat-cepatan mendaftar, padahal itu tidak berlaku. Kalau pun toh berlaku tidak untuk proses ini. Jadi saya kira masyarakat perlu tenang dan tidak khawatir di proses ini," ujarnya.

Pelayanan verikasi dan mendapat token pendaftaran tidak dibatasi dengan jumlah calon peserta didik baru seperti di SMAN 15. Di sekolah yang berlokasi di kawasan Kelurahan Gemah, Pedurungan tersebut membuka pelayanan seperti jam kerja PNS, yakni mulai dibuka server Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, sekitar jam 08.00 WIB hingga jam 15.00 WIB.

"Verifikasi manual dilayani mulai jam 07.00 WIB tapi mulai inputnya jam 08.00 WIB," ujar Santosa. []

Tulisan menarik lain:

Berita terkait
0
Mobil Ambulans Terguling di Pangkep, Satu Tewas
Sebuah mobil dinas ambulans milik pemerintah Kabupaten Pinrang mengalami kecelakaan di Kabupaten Pangkep. Satu orang penumpang tewas di tempat.