UNTUK INDONESIA
Rawan Bencana, Tim Gabungan Disiapkan di Kota Malang
BPBD Kota Malang menyebutkan ada tiga potensi bencana di Malang Raya yakni banjir, angin kencang, dan longsor.
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata saat melakukan pengecekan personil dan perlengkapan tim gabungan antisipasi bencana di Kota Malang. (Foto: Tagar/Moh Badar Risqullah)

Malang – Cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah daerah, juga diantisipasi Polresta Malang Kota. Sebanyak 300 lebih personel gabungan sudah disiagakan di Kota Malang.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata memastikan personel Polri siap membantu dalam untuk penanganan bencana, khususnya banjir.

”Kurang lebih ada 300 hingga 500 personel kita siap siagakan. Tentu, untuk Kota Malang fokusnya lebih ke banjir. Namun, semua ancaman bencana tetap jadi perhatian kita semua,” ujarnya usai apel antisipasi bencana di halaman Mapolresta Malang Kota, Senin 6 Januari 2020.

Dijelaskannya, personel gabungan itu diantaranya terdiri dari beberapa instansi. Diantaranya yaitu Polisi, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang dan Relawan.

Kurang lebih ada 300 hingga 500 personel kita siap siagakan. Tentu, untuk Kota Malang fokusnya lebih ke banjir.

”Kita bisa lihat tadi. Teman-teman sudah menyiapkan semua peralatan untuk mengantisipasinya. Seperti ambulans untuk antisipasi angin kencang dan lain sebagainya,” ujar mantan Wakapolrestabes Surabaya itu.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Malang, Alie Mulyanto menyebutkan memang ada tiga potensi besar ancaman bencana alam di Kota Malang. Dipaparkannya seperti banjir, angin kencang dan longsor yang kerapkali menjadi momok masyarakat saat memasuki musim hujan.

”Untuk banjir, kurang lebih ada 28 titik yang tersebar di lima kecamatan di Kota Malang. Misalnya seperti di Galunggung, Soekarno Hatta, Ringin Asri dan Panji Suroso,” paparnya.

Disisi lain, ancaman banjir kiriman dari Kota Batu juga menjadi perhatian pihaknya. Karena, ketika ada peningkatan debit air Sungai Brantas. Dia mengatakan bahwa Kota Malang adalah daerah pertama yang terdampak.

Oleh karena itulah, Alie menyampaikan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan BPBD Kota Batu dan Kabupaten Malang. Tidak hanya banjir, melainkan juga untuk antisipasi semua ancaman bencana alam di Malang Raya.

”Tapi, kami (BPBD Kota Malang) sendiri juga sudah melakukan antisipasi lainnya. Seperti angkat sampah dan sendimen di sungai serta angkat sampah dan sendimen di drainase. Itu gencar kita lakukan,” ungkapnya.

Bencana di Kota Malang Meningkat

Disisi lain, dari catatan BPBD Kota Malang bahwa ada peningkatan jumlah kejadian bencana dari tahun sebelumnya. Dari total 193 bencana di tahun 2018, meningkat dengan terjadinya 223 bencana selama tahun 2019.

”Tidak hanya jumlahnya. Nilai kerusakan dan kerugian juga meningkat 78 persen. Dari awalnnya sebesar Rp 6,6 miliar naik menjadi Rp 11,7 miliar,” terang Kasi Kesiapsiagaan BPBD Kota Malang Nur Asmidi.

Dipaparkannya, kebakaran menjadi yang paling tinggi dengan 90 kejadian. Kemudian tanah longsor 47 kejadian, angin kencang 24 kejadian, pohon tumbang 22 kejadian, banjir atau genangan air 16 kejadian, 2 efek gempa bumi dan bencana lain sebanyak 22 kejadian.

Lebih lanjut, Nur Asmi mengatakan bahwa selain menimbulkan kerusakan bangunan dan kerugian. Semua bencana itu juga menyebabkan 18 orang mengalami luka-luka dan 57 orang mengungsi.

”Meski bencana tidak bisa diprediksi. Kami berharap jumlah bencana maupun nilai kerugian ini bisa direduksi semaksimal mungkin di tahun 2020 ini,” harapnya. []

Berita terkait
Dinkes Jatim Pastikan RSUD Syamrabu Tetap Beroperasi
Dinkes Jatim memastikan pelayanan kesehatan di RSUD Syamrabu, Bangkalan, Madura tetap beroperasional pasca kebakaran.
Polres Kediri Kota Siaga Longsor dan Angin Kencang
Polres Kediri Kota bersama stakeholder sudah melakukan simulasi agar warga mengerti dalam penanganan bencana alam.
Keterlibatan Artis dalam Investasi Bodong di Jatim
Polda Jatim memanggil salah satu artis ibukota karena terlibat dalam hal promosi hingga pembelian saham investasi MeMiles.
0
Pidana Mati Korupsi Dana Covid-19, PPP: Komisi III Oke
Arsul Sani: Pidana hukuman mati itu harus diberikan kepada para pelaku yang mencuri dana penanggulangan Covid-19 dengan nilai yang begitu besar.