UNTUK INDONESIA
Rahasia Masa Lalu Ma'ruf Amin di Koja Jakarta Utara
Lorong 27 Koja Jakarta Utara menyimpan banyak rahasia masa lalu Maruf Amin. Cerita tak terduga. Mengejutkan. Tagar menelusurinya. Ikuti kisahnya.
Tagar (kiri) bersalaman dengan seorang tentara yang menjaga kediaman Ma\'ruf Amin di kawasan Koja, Jakarta, Utara, Minggu pagi, 20 Oktober 2019. (Foto: Dok Tagar)

Jakarta - Minggu pagi itu matahari belum bersinar penuh, belum terlalu banyak kendaraan lalu lalang, udara masih segar saat langkah kaki Tagar berpijak di depan rumah keluarga Ma'ruf Amin di kawasan Koja, Jakarta Utara. 

Rumah Ma'ruf Amin berdesain minimalis, tidak ada perbedaan mencolok dengan rumah tetangga kanan kiri. Ukurannya tidak terlalu besar, bertingkat, bercat abu-abu. Sebuah kendaraan terparkir di garasi. Tanaman hias berjejer rapi terawat di sisi luar pagar.

Karangan bunga nuansa kuning merah, berdiri tegak di dekat pagar teralis, menghangatkan pagi yang istimewa. Karena pada hari itu, Minggu, 20 Oktober 2019, sang pemilik rumah menjalani pelantikan sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia 2019-2024.

Namun tak ada sesuatu yang khusus pada hari itu di rumah tersebut. Tak ada tanda-tanda bakal ada acara keramaian. Sesuatu yang menjadi penanda khusus adalah adanya tentara dan polisi yang menjaga rumah itu. 

Para penjaga itu bersikap ramah. Tagar menyalami mereka, bahkan ikut apel pagi bersama. Sangat mengesankan. 

Karangan bunga bernuansa kuning merah tadi berasal dari Gubernur Banten, Andika Hazrumy. Karangan bunga berisi ucapan selamat atas pelantikan Jokowi sebagai Presiden Indonesia dan Ma'ruf Amin sebagai Wakil Presiden Indonesia.

Para penjaga rumah Ma'ruf Amin adalah personel polisi dari Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara dan Kepolisian Sektor Koja. Mereka secara bergiliran menjaga rumah tersebut sejak Ma'ruf resmi diumumkan Komisi Pemilihan Umum sebagai calon wakil presiden mendampingi Jokowi dalam pemilihan presiden 2019.

Dan setelah Ma'ruf Amin ditetapkan sebagai Wakil Presiden terpilih, sesuai aturan konstitusi, pihak kepolisian menyerahkan tugas pengamanan rumahnya kepada Pasukan Pengamanan Presiden atau Paspampres. Walaupun demikian, pihak kepolisian terdekat akan terus berjaga di sekeliling wilayah rumah Ma'ruf. Demikian keterangan seorang polisi di rumah Ma'ruf Amin kepada Tagar. Ia enggan disebutkan namanya.

Istrinya mengira Abah melakukan hal yang tidak-tidak.

Maruf AminTagar (paling kanan) berpose bersama para penjaga kediaman Ma\'ruf Amin di Koja, Jakarta Utara, Minggu, 21 Oktober 2019. (Foto: Dok Tagar)

Dari Siti Churiyah ke Wury Estu Handayani

Rumah di Jalan Deli Lorong No. 27 RT 07 RW 08 Koja, Jakarta Utara, itu menyimpan sejarah panjang berliku kehidupan masa lalu Ma'ruf Amin, lengkap dengan suka-duka, pahit-manis, hingga membuat Ma'ruf Amin, ayah delapan anak - sebenarnya sembilan, seorang anak meninggal pada saat dilahirkan - menjadi seperti yang dikenal luas sekarang.

Warga sekitar mempunyai panggilan akrab kepada Ma'ruf Amin, yaitu Abah. Berdasarkan informasi yang dihimpun Tagar, Ma'ruf tinggal di Koja sejak masa lajang. Ada masanya Ma'ruf hidup mengontrak, berpindah-pindah tempat sembari menyebarkan ajaran Islam.

Hingga Ma'ruf bertemu pujaan hati bernama Siti Churiyah yang kemudian jadi istrinya, menjadi ibu bagi delapan anaknya. Siti Churiyah meninggal 21 Oktober 2013. Setahun kemudian, dengan restu anak-anak, Ma'ruf menikah lagi dengan Wury Estu Handayani, tepatnya pada 31 Mei 2014. Wury telah memiliki dua anak dari pernikahan terdahulu. Tentang Wury, baca di sini: Mengenal Sosok Wury Estu Handayani Istri Ma'ruf Amin.

Ma'ruf Amin dan Siti Churiyah menikah pada 26 Mei 1964. Keluarga ini memulai kehidupan baru di Koja hingga akhirnya bisa membeli rumah di Jalan Deli Lorong No. 27 RT 07 RW 08.

Itu tahun yang sangat bermakna bagi Ma'ruf. Ia sudah dikenal sebagai orang yang sangat sibuk dengan pekerjaan dan organisasi, dan tetap menyempatkan diri berolahraga bersama warga sekitar.

Cerita cikal-bakal kehidupan Ma'ruf Amin di Lorong 27 tersebut disampaikan tetangga yang memiliki hubungan baik dengan Ma'ruf. Yaitu di antaranya Haji Ahmad Barmawi 57 tahun dan Mualimin Makhroj 67 tahun.

Semoga negeri ini selalu damai. Tidak ada lagi kerusuhan.

Maruf AminOrang-orang yang mengenal Ma\'ruf Amin. Ahmad Munir 77 tahun (tengah), Mualimin Makhroj 67 tahun (kiri) Haji Ahmad Barmawi 57 tahun (kanan). (Foto: Tagar/Muhammad Nefki Hasbiansyah)

Tidak Dibukakan Pintu Rumah

Ahmad Barmawi, tinggal di sebuah rumah yang letaknya agak berhadapan dengan rumah Ma'ruf. Ia tahu Ma'ruf sejak remaja. Mereka bersahabat. Ma'ruf Amin kadang mencurahkan isi hati kepadanya.

Ia masih ingat curahan hati Ma'ruf Amin suatu hari kepadanya. Ma'ruf yang mempunyai jiwa sosial sangat tinggi, pada masa susah pernah mengajar sampai harus naik getek - perahu terbuat dari gedebok pisang - menyusuri sungai demi menjangkau tempat yang dituju. Situasi tersebut membuat Ma'ruf sering pulang larut malam.

"Karena Abah Ma'ruf saat itu sangat sering pulang larut malam, pernah suatu hari istrinya tidak mau membuka kunci rumah. Istrinya mengira Abah melakukan hal yang tidak-tidak," tutur Barnawi dengan senyum mengembang.

Ma'ruf kemudian, kata Barmawi, dengan kesabaran dan penuh cinta, menjelaskan secara bijak kepada sang istri.

Kepada Barmawi, Ma'ruf pernah mengatakan menjadi Wakil Presiden Jokowi bukan keinginannya.

"Layaknya Sayyidina Abu Bakar r.a yang menjadi seorang khalifah saat itu bukan keinginannya," tutur Barmawi.

"Saya ini jadi wakil bukan kepingin, kepingin ini masyarakat," Barmawi menirukan ucapan Ma'ruf kala itu.

Warga Lorong 27 merasa kehilangan Ma'ruf, sosok yang sangat mengayomi masyarakat, kata Barmawi. Mereka merindukan kehadiran Ma'ruf Amin untuk mengajar kitab. Warga merindukannya karena cicit Syekh Nawawi Al Bantani itu bisa menjelaskan kitab dengan sangat logis. Mudah dimengerti. 

Banyak orang tua meminta anak-anak giat belajar agar kelak bisa seperti Ma'ruf Amin.

Maruf AminMalawi Makhraj 51 tahun, Ketua RT di lingukan rumah Ma\'ruf Amin di Lorong 27, Koja, Jakarta Utara. (Foto: Muhammad Nefki Hasbiansyah)

Gacoan Ma'ruf Manchester United

Mualimin Makhroj juga tetangga, teman Ma'ruf dalam berolahraga.

"Abah sangat suka berolahraga keliling Lorong 26, 27, 28, sampai kawasan SMA 13, dan kita biasa makan soto bersama setelah berolahraga," kenang Mualimin.

Ia mengaku bangga orang yang dikenal sebagai pribadi supel dan baik hati itu menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia.

"Semoga negeri ini selalu damai. Tidak ada lagi kerusuhan," tutur Mualimin.

Mualimin bercerita, Ma'ruf remaja sangat menggemari sepak bola. Klub sepak bola gacoan Ma'ruf adalah Manchester United MU. Ma'ruf saat lajang pernah mengikuti pertandingan sepak bola. 

"Tidak hanya bola. Abah juga menyukai cabang olahraga lain seperti bulu tangkis," kata Mualimin.

Ahmad Munir 77 tahun, tetangga lain, tahu betul masa muda Ma'ruf hingga kini. Munir mengatakan Ma'ruf seorang yang berilmu tinggi, sangat dihormati. Saat Ma'ruf maju calon wakil presiden, banyak kabar miring tentangya. Ma'ruf tidak berlebihan menanggapi kabar miring tersebut, malah membalasnya dengan doa yang baik. 

Tidak hanya bola, Abah juga suka bulu tangkis.

Jokowi-Ma\\\'rufPresiden Joko Widodo (kanan) dan Wakil Presiden Ma\'ruf Amin (kiri) seusai pelantikan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu, 20 Oktober 2019. (Foto: Tagar/Gemilang Isromi Nuari)

Menjadi Inspirasi Anak-anak

Malawi Makhraj 51 tahun, Ketua RT setempat, menyampaikan harapan agar Kiai Ma'ruf tidak melupakan lingkungan Lorong 27, tempat ia tumbuh dan berkembang.

“Bersyukur alhamdulillah, asal jangan lupain warga 027 di sinilah, di sini kan tempat beliau merintis,” kata Malawi.

Ia mengenali Ma'ruf Amin sebagai sosok terbuka dan tidak sombong, walau ia tokoh masyarakat dan pejabat negara.

Ma'ruf Amin, cerita Malawi, di rumahnya membuka Majelis Nurul Irfan untuk mencerdaskan anak bangsa. Sampai suatu saat rumahnya bocor parah dan akhirnya majelis pengajian itu dipindahkan ke Musala Baitul Huda.

“Dulu pengajian di rumah Abah, sampai rumah Abah bocor, rusak, Abah tidak minta kepada masyarakat. Akhirnya pengajian dipindahkan ke musola ini, dan warga membantu membetulkan rumah Abah," cerita Malawi saat ditemui di Musala Baitul Huda.

Ma'ruf Amin terpilih sebagai Wakil Presiden, kata Malawi, warga Lorong 27 senang. Banyak polisi dan tentara berdatangan dengan menggunakan mobil serba hitam. Warga beramai-ramai mengajak mereka foto bersama, bersama personel gabungan dengan latar kendaraan serba hitam.

Malawi mengatakan capaian Ma'ruf menjadi inspirasi warga Lorong 27. "Banyak orang tua meminta anak-anak giat belajar agar kelak bisa seperti Ma'ruf Amin," ujarnya.

Pera tentara dan polisi penjaga rumah Ma'ruf di Lorong 27, saat Tagar menanyakan hal sama, juga mengatakan memotivasi anak dan remaja setempat untuk belajar lebih giat agar menjadi orang berguna bagi bangsa Indonesia. 

Abah baik banget orangnya.

Maruf AminRumah Ma\'ruf Amin di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 20 Oktober 2019. (Foto: Tagar/Muhammad Nefki Hasbiansyah)

Lebih Sering di Jalan Situbondo Menteng

Nurmawati 69 tahun, tetangga, juga merasa bangga kepada Ma'ruf Amin.

"Abah baik banget orangnya, setiap Sabtu malam pengajian ibu-ibu di rumah Abah. Tapi karena Abah sibuk banget, kadang digantikan saudaranya yang mengajar," ujar Nurmawati.

Nurmawati bercerita, sejak ditetapkan menjadi Wakil Presiden terpilih, Ma'ruf sangat jarang pulang ke rumahnya di Lorong 27. Banyak warga Lorong 27 sangat merindukan momen olahraga pagi bersama. 

Setelah ditetapkan sebagai Wakil Presiden terpilih, Ma'ruf lebih sering menempati rumah di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta pusat. Paspampres mengikuti ke mana Ma'ruf pergi, dan otomatis lebih sering berjaga di rumah Menteng, bukan di Koja.

Pada hari itu seorang polisi dari Kepolisian Sektor Koja, Kepala Regu Pengamanan, Inspektur Polisi Dua Edhi Charlie, mengatakan belum mendapat informasi dari pusat mengenai akan ada acara apa di rumah Ma'ruf di Lorong 27 Koja.

Ada acara khusus ataupun tidak, kata Edhi Charlie, penjagaan akan tetap dilakukan 1 x 24 jam oleh pihak kepolisian. Karena kini Ma'ruf adalah orang yang sangat sangat penting di Indonesia. Very very important person (VVIP)

Edhie mengatakan pihaknya berjaga di luar rumah, sedangkan di dalam dijaga Paspampres.

Ma'ruf, cerita Barmawi, pernah mengatakan tidak mau menyusahkan warga Lorong 27, datang dengan pasukan pengawal, hal yang dikhawatirkan mengganggu aktivitas masyarakat.

Dari Lorong 27 Koja, Tagar menuju kediaman Ma'ruf di Jalan Situbondo, Menteng, pada sore hari. Rumah di sini dijaga Paspampres. Ada kendaraan ANOA di halaman depan. Tidak boleh sembarang orang melintas kecuali tamu Presiden, VIP, Menteri, dan warga yang ada satu blok dengan rumah Ma'ruf. []

(Muhammad Nefki Hasbiansyah)

Baca juga:

Berita terkait
Takdir Jokowi Dua Kali Jadi Presiden RI
Jokowi rakyat jelata, bukan bangsawan elite politik, bukan darah biru militer. Takdir menjadikannya Presiden Republik Indonesia. Sampai dua kali.
Pidato Lengkap Jokowi Usai Pelantikan Presiden
Joko Widodo (Jokowi) diambil sumpah dan dilantik sebagai Presiden RI periode 2019-2024 di Gedung DPR/MPR, Jakarta. Berikut pidato lengkapnya.
Jokowi Nyaman Didampingi Kiai
Jokowi nyaman didampingi seorang kiai. Ia akan seperti biasanya, kerja kerja kerja, dan segala kebisingan yang tidak perlu akan dihadapi sang kiai.
0
Anies Baswedan Diagendakan Buka Rakornas PKS
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diagendakan membuka Rakornas PKS di Hotel Bidakara Jakarta. Acara ini akan membahas sikap partai kepada Jokowi.