UNTUK INDONESIA
Rabiah dan Mimi, Cermin Mirisnya Fasilitas Kesehatan
Film Rabiah dan Mimi menjadi cerminan dari keadaan fasilitas kesehatan di Indonesia.
Ibu Rabiah sosok suster apung (Foto: Instagram/@arfansabran)

Jakarta - Kisah dalam film Rabiah dan Mimi menjadi cerminan dari keadaan fasilitas kesehatan di Indonesia. Sekuel film ini diputarkan kembali dalam Laporan Pembangunan Manusia United Nation Development Program (UNDP) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) UNDP yang terbaru. 

Film ini bercerita tentang seorang wanita bernama Rabiah yang bekerja sebagai suster atau perawat yang berkeliling dari satu pulau ke pulau lainnya di Flores. 

Rabiah merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkab Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan. Dia bekerja sebagai perawat tahun 1978, dan ditugaskan di Pulau Sapuka.

Faktor fasilitas menjadi halangan bagi masyarakat untuk mendapatkan perawatan kesehatan. Akses yang cukup sulit dan keterbatasan, membuat masyarakat di pulau tersebut menaruh kepercayaan kepada Rabiah. 

Pernah suatu ketika Rabiah datang ke Pulau Liukang Tangaya yang berada di tengah-tengah laut flores, ia dijemput menggunakan sampan. 

Ketika berada di sana, tak banyak masyarakat mau menerima pengobatan yang diberikan. Sebab, memang pada saat itu mereka masih percaya dengan dukun. 

Namun, Rabiah tidak pernah bosan memberikan penjelasan mengenai tugas dan kewajiban yang diembannya itu. Meski dengan keadaan seperti itu, perlahan masyarakat mulai percaya dan mengerti.

Terkadang ada beberapa penyakit yang tidak biasa ditangani olehnya, tetapi dengan membaca buku tentang kesehatan dan petunjuk Tuhan, Rabiah bisa menangani penyakit tersebut. 

Meski dia senang bisa mengabdikan diri di pulau itu, tetapi Rabiah juga sempat takut kalau melakukan kesalahan dalam penanganan pengobatannya itu. Tetapi, Rabiah hanya menyerahkannya kepada Tuhan dan percaya semuanya akan baik-baik saja. 

Dengan semangat yang tinggi, dirinya selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk masyarakat di sana. Suatu ketika, ada pasien yang sangat membutuhkan penanganan kesehatan, tetapi lokasinya sangat jauh dari tempatnya bertugas, mau tidak mau Rabiah pun dijemput untuk mengobati pasien tersebut. Walau terkadang kapal yang digunakan tidak layak untuk bisa menerjang ombak. 

Karena kecintaan kepada profesinya dan kepada masyarakat, dia berani melawan ganasnya ombak demi membantu pasien yang membutuhkannya.   

Sekarang wanita kelahiran tahun 1957 itu sudah pensiun dan perjuangannya dilanjutkan oleh anaknya yang bernama Mimi. Meski sudah pensiun, perempuan yang telah lanjut usia itu, tetap mendampingi anaknya dalam bertugas. 

Usianya yang sudah lanjut itu, tidak menjadi alasan untuk Rabiah berhenti peduli dengan kesehatan masyarakat yang ada di pulau tersebut. 

Dalam benaknya berjanji selama lutut dan pinggang masih kuat, dia akan terus mengabdi kepada masyarakat pulau.  Dari kisah hidupnya itu, Rabiah berharap pemerintah lebih memperhatikan masyarakat daerah terpencil untuk fasilitas kesehatan.

"Seperti di trailer tadi Mimi mengatakan butuh mental yang kuat, dan memang harus benar-benar mau mengabdi di sana. Tapi kalau hanya untuk menganggap untuk pekerjaan atau sebuah profesi misalkan tidak sesederhana itu," kata Sutradara Andi Arfan Sabran kepada Tagar, Selasa, 10 Desember 2019. 

Dari sisi ini bisa dilihat bahwa fasilitas penunjang kesehatan di beberapa tempat masih sulit didapat. Khususnya, dipedalaman pulau seperti tempat di mana Rabiah dan Mimi tinggal. 

Sebelumnya kisah Rabiah dan Mimi ini ditayangkan dalam sebuah film berjudul "Suster Apung" yang dibuat sekitar 15 tahun silam dan disutradarai oleh Andi Arfan Sabran. []

Baca lagi:

Berita terkait
Solusi Tunggakan BPJS Kesehatan Rp 564 Miliar di DIY
Tunggakan BPJS Kesehatan mencapai Rp 564 miliar yang tersebar di 34 dari 78 rumah sakit di Provinsi DIY. DPRD DIY mengusulkan dua solusi soal itu.
KPCDI Gugat Perpres Jaminan Kesehatan ke MA
Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) mendaftarkan hak uji materiil atau menggugat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019.
Lima Cara Sederhana Jaga Kesehatan Organ Pernapasan
Menjaga kesehatan organ pernapasan sudah mulai dipikirkan dan dilakukan agar tubuh tetap fit.
0
Bobby Nasution Kandidat Kuat Partai NasDem di Medan?
Dari awal sebenarnya Partai NasDem sudah memasukkan nama Bobby Nasution sebagai calon Wali Kota Medan.