UNTUK INDONESIA
Puluhan Rumah di Pesisir Selatan Diterjang Banjir
Banjir merendam puluhan rumah di Nagari Binjai dan Kampung Tangah, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan.
Banjir merendam rumah warga di Nagari Binjai Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Senin 18 November 2019. (Foto: Tagar/Teddy Setiawan)

Pesisir Selatan - Hujan deras yang melanda kawasan Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat (Sumbar) menuai bencana. Puluhan rumah warga di Nagari Binjai dan Kampung Tangah, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan direndam banjir, Senin 18 November 2019.

Warga berharap pemerintah membangunan tanggul permanen dan normalisasi Batang Tapan.

Salah seorang warga, Tomi Tridaya Putra, 35 tahun, mengatakan banjir ini terjadi akibat meluapnya Batang Tapan. Selain rumah warga, genangan air juga merendam fasilitas umum seperti masjid, kantor dan sekolah.

"Banjir disebabkan curah hujan yang sangat tinggi sejak pukul 17.00 WIB sore," katanya kepada Tagar, Senin 18 November 2019 malam.

Hingga malam ini, ketinggian air di kawasan tersebut dilaporkan mencapai 60 centimeter. Air semakin cepat meluap ke pemukiman warga lantaran tanggul sementara pengaman Batang Tapan jebol diterjang air. Bahkan listrik sempat padam akibat travo induk PLN di nagari itu tersambar petir.

Menurutnya, sejak banjir besar memutus tebing sungai pada Oktober 2018, Nagari Binjai Tapan menjadi langganan banjir setiap diguyur hujan deras.

"Warga berharap pemerintah membangunan tanggul permanen dan normalisasi Batang Tapan. Ini satu-satunya cara mengantisipasi terjangan banjir setiap musim hujan," tuturnya.

Terpisah, Camat Ranah Ampek Hulu Tapan, Alamsyah, mengatakan jumlah rumah yang terdampak banjir sekitar 67 unit. Paling parah terdampak sekitar 20 unit rumah.

"Penghuninya sudah mengungsi ke rumah saudaranya. Sedangkan 47 rumah lainnya hanya terdampak genangan air biasa," katanya.

Selain itu, akses jalan menuju lokasi kini juga terputus. Dia mengaku telah melaporkan kejadian itu pada pemerintah kabupaten.

"Ya, saya sudah sampaikan pada pimpinan. Biasanya ini hanya banjir lalu. Paling hanya 3 sampai 4 jam kondisi normal kembali," tuturnya.

Untuk antisipasi dini, pihaknya telah menyiagakan anggota taruna siaga bencana (Tagana) lengkap dengan peralatan dan perahu karet. Kemudian juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pessel.

"Ada ratusan hektare lahan pertanian yang terdampak, ada padi dan jagung. Jika kondisi memburuk, kami akan siapkan lokasi pengungsian," katanya. []

Berita terkait
Geram, Warga Blokir Akses Jalan Proyek PLTMH Pessel
Warga memblokir jalan menuju proyek PLTMH di Nagari Pelangai Gadang, Kecamatan Ranah Pesisir, Pesisir Selatan, Sumbar.
Polisi Sita Kayu Tak Bertuan di Aliran Sungai Pessel
Polisi mengamankan kayu tak bertuan dari aliran Sungai Air Haji, Nagari Air Haji Tenggara, Kecamatan Linggosari Baganti, Pesisir Selatan, Sumbar.
Truk Sawit Masuk Jurang Pessel, Sopir Luka-luka
Satu unit truk CPO terjun ke dalam jurang di Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Sopir mengalami patah tulang dan seorang penumpang luka.
0
Fakta-fakta Bentrokan Dua Nagari di Tanah Datar
Konflik tapal batas wilayah diduga menjadi pemicu bentrok warga dua nagari di Kabupaten Tanah Datar, Sumbar.