UNTUK INDONESIA
Puluhan Driver Online Unjuk Rasa ke DPRD Sumbar
Puluhan pengemudi transportasi online menggelar unjuk rasa ke kantor DPRD Sumatera Barat.
Koordinator pengemudi online Sumatera Barat Sepriandi. (Foto: Tagar/Rina Akmal)

Padang - Puluhan driver angkutan dalam jaringan (daring) atau online di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), menggelar unjuk rasa ke kantor DPRD Sumbar, Kamis, 27 Februari 2020.

Jika pembatasan wilayah juga diberlakukan, akan semakin berat bagi driver karena tidak bisa menerima pesanan penumpang ketika berada di luar zona.

Mereka menolak pembatasan wilayah operasional yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan nomor 118 tahun 2018 yang dianggap merugikan para pengemudi angkutan sewa khusus (ASK), terutama soal pembatasan wilayah operasi.

"Aturan itu sangat merugikan pengemudi ASK. Kami menolak diberlakukan," kata koordinator pengemudi ASK Sumbar Sepriandi.

Sepriandi juga menyebut peraturan menteri itu cacat hukum, kontra produktif dan bertentangan dengan aturan yang ada. Menurutnya, aksi damai ini digelar secara nasional oleh pengemudi ASK.

"Driver ASK saat ini menjadi lapangan kerja alternatif bagi masyarakat, tapi kalau aturan ini diberlakukan, kami menjadi sulit," katanya.

Salah seorang pengemudi taksi online lainnya, Arif mengatakan pengemudi ASK dikenai pemotongan oleh aplikator sebesar 20 persen. Kemudian, ada lagi tambahan potongan untuk biaya asuransi.

"Jika pembatasan wilayah juga diberlakukan, akan semakin berat bagi driver karena tidak bisa menerima pesanan penumpang ketika berada di luar zona," katanya.

Dia mencontohkan ketika driver mendapatkan pesanan penumpang dari Padang ke Bukittinggi. Misalnya, mendapat bayaran sebesar Rp 300 ribu, yang sudah ditentukan di aplikasi. Dari jumlah tersebut ada potongan sebesar 20 persen atau Rp 60 ribu dan asuransi Rp 3 ribu, dan yang tersisa hanya Rp 237 ribu.

"Parahnya, driver tidak bisa mengambil lagi penumpang dari Bukittinggi karena dibatasi wilayah operasional. Sehingga pulang ke Padang dalam keadaan kosong," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumbar Suwirpen Suib mengatakan akan menerima aspirasi para pengemudi angkutan online tersebut. "Aspirasi yang disampaikan sudah kami catat dan akan dibahas lebih lanjut, untuk menentukan langkah yang akan diambil dalam rangka menyikapi persoalan yang disampaikan hari ini," katanya. []

Berita terkait
Sumbar Target Kelahiran Sapi-Kerbau 132 Ribu Ekor
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menargetkan kelahiran sapi dan kerbau baru sebanyak 132 ribu ekor.
Bawaslu Sumbar Laporkan Sekjen DPD RI ke KASN
Bawaslu Sumatera Barat merekomendasikan temuan dugaan pelanggaran netralitas ASN yang diduga dilakukan Sekjen DPD RI Reydonnyzar Moenek ke KASN.
Wanita Tak Berhijab Ditegur Masuk Masjid Raya Sumbar
Seorang wanita yang tidak mengenakan hijab ditegur Pengurus Masjid Raya Sumatera Barat.
0
Uji Coba Fitur Stories, Tagar #RIPTwitter Bergema
Twitter tengah melakukan uji coba fitur stories yang dinamai Fleets di Brazil. Fitur ini mendapat kritikan dari penggunanya.