UNTUK INDONESIA
PSBB Parsial di Cianjur Petugas Siaga 24 Jam
Pelaksanaan PSBB parsial di Kabupaten Cianjur optimis berhasil, aparat keamanan pada saatnya nanti akan melaksanakan penjagaan selama 24 jam
Pemeriksaan di perbatasan Kabupaten Cianjur, Jabar. (Foto:Tagar/Muhammad Ginanjar).

Cianjur - Menjelang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Pemkab Cianjur akan mengikuti peraturan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam melaksanakan PSBB. Hanya saja Kabupaten Cianjur hanya melaksanakannya di 18 kecamatan.

Menanggapi hal tersebut, Polres Cianjur optimis pelaksanaan PSBB hanya dilaksanakan sekali dan tidak ada perpanjangan PSBB di Cianjur. “Otomatis kalau sudah diajukan, nanti kegiatan harus diliburkan atau diistirahatkan kegiatan apapun, paling lama selama 14 hari, jangan sampai 14 hari ini tidak berhasil, takut kita nanti ditambah lagi, jangan sampai masyarakat kebingungan, kita harus kasih solusi dan solusi terbaiknya di Cianjur,” kata Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto, di Cianjur, Senin, 4 Mei 2020.

Menurut Juang, Kabupaten Cianjur dinilai bagus dalam menangani penyebaran Covid-19 karena masyarakat di Cianjur bisa tertib dan kompak. “Bisa ditanya, Pak Danyon Brimob ini 'kan membawahi beberapa wilayah kabupaten dan kota di Jawa Barat yang paling bagus di sini, bahkan belum PSBB saja sudah terasa PSBB,” tutur Juang.

kapolres cianjurKapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto. (Foto: Tagar/Muhammad Ginanjar).

Menurut Juang, jika nantinya pelaksanaan PSBB, harus bisa bersama-sama, baik Pemerintah, pihak terkait dan masyarakat bisa kompak dalam pencegahan penyebaran Covid-19 ini, pasalnya PSBB ini merupakan tujuan dari Pemerintah Provinsi dalam upaya mempercepat pencegahan penyebaran Covid-19. “Tapi kalau sudah PSBB, saya tidak setuju kalau ada sanksi, kita himbau aja, kita bareng-bareng melaksanakan ini, kita lebih baik melakukan pendekatan secara kemanusiaan, walaupun ada yang bandel, walaupun cape itu resiko kita, jadi pejabat cape pasti kalu banyak yang bandel,” ungkap Juang.

Polisi di Cianjur, menurut Juang, sebelumnya sudah melaksanakan upaya penyekatan, baik di perbatasan ataupun di beberapa tempat yang banyak kerumunan terjadi seperti pertokoan dan pusat Kota Cianjur. Namun ketika pelaksanaan PSBB nantinya para pedagang akan diterapkan physical distancing. “Nanti jika di Abdullah bin Nuh, kita kasih garis batas untuk para pedagang, jadi nanti jika ada pembeli tidak sampai bergerombol, kita akan atur jarak para pedagang,” papar Juang.

Sementara untuk perbatasan, pihaknya akan memperketat pemeriksaan, secara tegas Polres Cianjur akan menolak para pemudik, dalam sehari saja, Ia mencatat ada 500 kendaraan menuju Kabupaten Cianjur, Juang pun mengaku jika masih banyak orang yang ingin masuk ke Kabupaten Cianjur. “Kalau PSBB mulai kita akan lebih perketat, ada dari TNI dari Brimob juga tambah banyak, kita akan 24 jam jaga, jalur tikus juga ditutup nanti dibantu ormas banpol dan masyarakat setempat,” kata Juang.

Juang juga meminta kepada masyarakat, jika pada pelaksanaan PSBB nanti bisa bekerja sama agar dapat melihat situasi dan kondisi tetangganya, jangan sampai ada warga yang kelaparan. ”Nanti dikasih tugas siapa yang belum dikasih bantuan sembako dari 9 jejaring sosial ini, lakukan pendataan nanti kita bantu, Polres siap ada beras 25 ton, belum yang lain lain, ini kota beras ko jangan sampai ada yang kelaparan disini gudang beras gudang sayur, tidak usah khawatir,” papar Juang. []

Berita terkait
Di Kabupaten Cianjur 18 Kecamatan Terapkan PSBB
Kabupaten Cianjur akan laksanakan PSBB parsial pada mulai 6 Mei 2020, ada 18 kecamatan yang akan melaksanakan PSBB untuk tekan penyebaran Covid-19
Tiga Kecamatan di Cianjur Akan Menerapkan PSBB
Pemkab Cianjur akan lakukan PSBB parsial agar fokus penangan di wilayah yang rawan penyebaran Covid-19 sehingga tidak menyebar ke kecamatan lain
Pemkab Cianjur Ajukan PSBB di Beberapa Kecamatan
Pemkab Cianjur, setuju jika Pemprov Jabar akan laksanakan PSBB di Cianjur. Hanya saja PSBB yang dilakukan Pemkab Cianjur cuma di beberapa wilayah
0
Cewek Medan Gagalkan Aksi Jambret, Dua Pelaku Babak Belur
Dua sekawan ditangkap setelah gagal menjambret handphone milik seorang cewek warga Jalan Anggrek Raya, Kota Medan, Sumatera Utara.