Program Jagoan Diharapkan Cegah Candu Gawai pada Anak

Diharapkan dengan adanya program Jagoan dapat menggugah semua pihak agar berupaya mencegah candu gawai ini pada anak-anak si seluruh Indonesia.
Diena Haryana dalam Konferensi Pers Program Jagoan. (Foto: Tagar/Ranu)

Jakarta – Pendiri Yayasan Sejiwa Diena Haryana meluncurkan gerakan Jauhkan Adiksi Gawai, Optimalkan Potensi Anak (Jagoan) pada sabtu hari Sabtu, 2 Oktober 2021. Gerakang ini sudah didukung oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Kominfo, Siber Kreasi, Pusat Penguatan Karakter (Puspeka), Divisi Psikiratri, Kemendikbudristek, dan 47 Mitra di seluruh Indonesia.

Program Jauhkan Adiksi Gawai, Optimalkan Potensi Anak (Jagoan) akan terus dilakukan di bulan Oktober 2021, bersama 45 mitra lembaga yang ada di beberapa wilayah di Indonesia. 

Diharapkan dengan adanya program ini dapat menggugah semua pihak agar berupaya mencegah candu gawai ini pada anak-anak. Para psikiater, ahli neurosains, psikolog, ahli-ahli pendidikan, bergabung untuk bersama menggaungkan pesan yang sama Jauhkan Adiksi Gawai, Optimalkan Potensi Anak (Jagoan).


Tugas kita adalah meyakinkan bahwa para penerus kita adalah sosok-sosok yang unggul dan tangguh menjadi bangsa besar menuju Indonesia maju. 


“Peluncuran program Jagoan di kelima wilayah di bulan Oktober ini akan berlanjut dengan kegiatan-kegiatan lain yang diperlukan di kemudian hari. Para mitra akan terus diajak bergerak bersama agar upaya-upaya yang dibutuhkan, misalnya melakukan TOT terkait pencegahan adiksi gawai, melakukan penelitian, maupun melakukan publikasi terkait isu ini bisa dijalankan dengan lebih mengalir dan berdampak,“ ujar Diena Haryana, Pendiri Yayasan Sejiwa.

Saat ini penggunaan internet semakin meningkat karena adanya program belajar dari rumah di Sekolah ataupun Universitas, karena hal ini penggunaan internet pada remaja menjadi 12 jam sehari yang tadinya hanya 6 jam sehari. Namun tujuan utama mereka menggunakan internet adalah bermain games online dan media sosial.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan bahwa orang tua juga harus berperan aktif dalam memastikan anak – anaknya menggunakan media digital secara proporsional, sehat dan positif. 

Berdasarkan survei nasional KPAI tahun 2020, durasi anak menggunakan dan mengakses media digital juga cukup tinggi. Secara nasional, usia anak yang menggunakan gadget di luar kepentingan belajar, 1-2 jam perhari 36,5 %, 2-5 jam per hari 34,8 %, lebih dari 5 jam per hari 25,4 % dan 1-4 perminggu 3,3 %

Diena Haryana selaku pendiri Yayasan Sejiwa dan inisiator Jagoan, Berharap agar gerakan ini dapat melahirkan generasi yang unggul dan tangguh.

“Kita punya janji untuk menjaga Indonesia. Tugas kita adalah meyakinkan bahwa para penerus kita adalah sosok-sosok yang unggul dan tangguh menjadi bangsa besar menuju Indonesia maju. Kita punya tanggung jawab besar untuk mengatasi adiksi gawai ini bersama-sama,” kata Diena

(Ranutyas Djati Kusuma)

Berita terkait
Psikolog Anak: 3 Hal yang Dikhawatirkan pada Anak Saat Ini
Menurut Psikologi Anak Novita Tandy gerakan Jagoan ini bertujuan untuk membantu perkembangan anak di era digital yang semakin canggih ini.
Peran Orang Tua dalam Mencegah Adiksi Gawai pada Anak
Psikiater Ahli Adiksi Perilaku Enjeline Hanafi mengatakan orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam mengasuh dan memperhatikan anak-anak.
Jangan Lengah! Pentingnya Membatasi Screen Time untuk Anak
Seiring perkembangan teknologi di seluruh dunia membuat semua kalangan merasakan buah dari hasil teknologi tersebut, tidak terkecuali anak-anak.
0
Program Jagoan Diharapkan Cegah Candu Gawai pada Anak
Diharapkan dengan adanya program Jagoan dapat menggugah semua pihak agar berupaya mencegah candu gawai ini pada anak-anak si seluruh Indonesia.