Profil Boy Rafli Amar, Calon Kapolri Pilihan Jokowi

Bahkan saat menjadi Kapolda Banten, Boy masih sering bolak-balik Jakarta-Banten untuk sekadar menyampaikan pesan Polri.
Kepala BNPT, Irjen Pol Boy Rafli Amar. (Foto: Instagram/@boyrafliamar)

Jakarta - Nama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar disebut-sebut akan diusulkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis.

Nama jenderal bintang tiga itu semakin kuat karena reputasinya yang baik selama menjalani tugas Polri. Jika telah diusulkan, Boy akan segera menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR.

Menanggapi hal tersebut,  Wakil Ketua Komisi III DPR Pangeran Khairul Saleh mengatakan penentuan calon Kapolri merupakan hak prerogatif presiden. Hal tersebut, kata dia, sesuai sudah sesuai dengan undang-undang yang mengaturnya. 

Adapun usulan dari Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) atau Kompolnas, sifatnya hanya sekedar masukan dan usulan.

“Usulan calon Kapolri ini secara teknis dan administrasinya menjadi kewenangan Presiden. Siapapun yang diusulkan presiden maka itulah yang akan kita uji secara kelayakan dan kepatutan,” tutur Pangeran saat dihubungi wartawan, Rabu, 30 Desember 2020.

Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia dan taat kepada UUD RI 1945 menjalankan segala Undang Undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya.

Menurut Pangeran, sampai saat ini pihak Istana Kepresidenan belum menyampaikan Surat Presiden (Surpres) yang berisi nama-nama calon Kapolri yang sudah ditandatangani Presiden Jokowi, untuk mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR RI.

Profil Boy Rafli Amar

Boy Rafli Amar berpengalaman menjadi corong informasi bagi korps Bhayangkara. Bahkan saat menjadi Kapolda Banten, Boy masih sering bolak-balik Jakarta-Banten untuk sekadar menyampaikan pesan Polri.

lahir di Jakarta pada 25 Maret 1965 dari keluarga asal Minangkabau. Ayahnya berasal dari Solok sedangkan ibunya dari Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat. Boy resmi dinas di kepolisian pada tahun 1988 setelah meluluskan pendidikannya di Akademi Kepolisian.

Karier dimulai di Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat dengan pangkat Insprektur Dua. Selanjutnya berbagai tugas teritorial sempat ia emban di sejumlah wilayah Indonesia. Tidak hanya itu, tugas jabatan yang pernah diterimanya juga beragam dari bagian serse, anti teror, hingga Kepala Kepolisian Resor. Bahkan dengan pangkat komisaris, ia berangkat ke Bosnia sebagai Wakil Komandan Kontingen Garuda XIV.

Karier semakin lama semakin menanjak hingga akhirnya pada 2009, Boy ditunjuk sebagai Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya. Pada 2010, ia ditarik ke Markas Besar Polri dan menduduki posisi Kepala Bagian Penerangan Umum Biro Penerangan Masyarakat Polri. Dua tahun berselang, ia dipromosikan menjadi Karopenmas Polri dengan pangkat Brigadir Jenderal.

Pada 2014, Boy kembali mendapat promosi jabatan dengan menjadi Kepala Kepolisian Daerah Banten menggantikan Brigadir Jenderal Muhammad Zulkarnain. Uniknya saat menjabat Kapolda Banten, Boy kerap ditunjuk atau diminta media untuk menjadi corong Polri karena memang ia memiliki kemampuan. 

Tak heran, ia sering bolak-balik Jakarta-Banten untuk sekadar menyampaikan pesan Polri. Ia juga berhasil meredam konflik kepolisian dan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Boy akhirnya ditarik kembali ke Mabes Polri sebagai Kepala Divisi Humas Polri pada 2016 dengan pangkat jenderal bintang dua menggantikan Inspektur Jenderal Anton Charliyan.

Kariernya kembali melejit dengan mendapat promosi sebagai Kapolda Papua pada 2017. Setahun kemudian, ia dimutasi sebagai Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri hingga akhirnya menjabat sebagai kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.

Boy Rafli Amar merupakan doktor lulusan Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang, di bidang komunikasi. Ia mampu mempertahankan disertasinya dengan judul Integrasi Manajemen Media dalam Strategi Humas Polri Sebagai Aktualisasi Promoter di depan penguji pada Rabu, 14 Agustus 2019.

Saat itu, mantan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang juga sebagai penguji tamu sempat menyodorkan sejumlah pertanyaan menohok kapada anak buahnya tersebut. Tito memberondong pertanyaan terkait masalah metode penelitian, fokus penelitian, hingga masalah sistem demokrasi yang dianut Indonesia saat ini.

Tito menilai disertasi Boy tidak menunjukkan spesifikasi dalam permasalahan inti yang dibahas. Sehingga, fokus penelitian cenderung melebar dan tidak tepat sasaran pada intinya. Padahal, kata dia, perumusan masalah merupakan jantung dari sebuah penelitian.

1. Diangkat Jadi Kepala BNPT

Boy Rafli Amar resmi menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) setelah dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 6 Mei 2020. Pangkat di pundaknya pun berubah menjadi bintang tiga.

Boy Rafli mengemban jabatan itu menggantikan posisi Komisaris Jenderal Suhardi Alius yang dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Pelantikan berlangsung terbatas seperti pelantikan-pelantikan pejabat negara lain pada masa pandemi Covid-19.

Pengangkatan Boy Rafli tersebut tertuang dalam surat Keputusan Presiden RI 86/TPA Tahun 2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Utama di Lingkungan BNPT.

Usai mengucapkan sumpah, Boy menandatangani berita acara pelantikan di hadapan Jokowi. Boy mengenakan masker berwarna hitam, begitu juga dengan para tamu termasuk Jokowi. Mereka menjaga jarak di dalam ruangan sebagai bagian dari upaya pembatasan fisik atau physical distancing untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19).

Pelantikan Boy sebagai Kepala BNPT merupakan hasil penunjukan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis melalui surat telegram Kapolri ST/1378/KEP/2020 pada Jumat, 1 Mei 2020.

Berikut petikan sumpah yang diucapkan Boy Rafli Amar saat dilantik Presiden Joko Widodo:

"Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia dan taat kepada UUD RI 1945 menjalankan segala Undang Undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya, demi dharma bakti saya kepada masyarakat, nusa, dan bangsa bahwa saya akan menjaga integritas, tidak menyalahgunakan kewenangan, serta menghindarkan diri dari perbuatan tercela," ucap Boy dalam sumpah jabatannya, di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu.

2. Keluarga

  1. Irawati (istri)
  2. Astari Rafli (anak)
  3. Kirana Rafli (anak)

3. Pendidikan

  1. Akademi Kepolisian (1988)
  2. PTIK (1997)
  3. SESPIM (2002)
  4. SESPIMTI (2011)
  5. LEMHANNAS PPSA (2013)

4. Karier Jabatan

  1. Pamapta Polres Metro Jakpus Polda Metro (1988)
  2. Kanit Ranmor Sat Serse Polres Metro Jakpus Polda Metro Jaya (1989)
  3. Kanit Resintel Polsek Metro Gambir Polda Metro Jaya (1990)
  4. Kasetops Puskodal OPS Polres Metro Jakpus Polda Metro Jaya (1992)
  5. Kasubnit Ranmor DIT Serse Polda Metro Jaya (1993)
  6. PAMA POLDA IRJA (1997)
  7. Pama Polda Irja (1997)
  8. Kapuskodal OPS Polres Sorong Polda Irja (1997)
  9. Waka Polres Sorong Polda Irja (1998)
  10. Kasat GAOPS Puskodal OPS Polda Irja (1999)
  11. PGS.Koorspripim Polda Irja (2000)
  12. Ps. Kabag Serse UM DIT Serse Polda Papua (2001)
  13. Pamen Sespim Dediklat Polri (2002)
  14. Kasat Patroli DIT Samapta Polda Metro Jaya (2002)
  15. Kasat Patko DIT Samapta Polda Metro Jaya (2002)
  16. Kasat V/Ranmor DIT Reskrimum Polda Metro Jaya (2003)
  17. Wakapolres Metro Jakut Polda Metro Jaya (2004)
  18. Kapolres Kepulauan Seribu Polda Metro Jaya (2004)
  19. Kapolres Pasuruan Polwil Malang Polda Jaktim (2006)
  20. Kanit Negosiasi Subden Penindak Densus 88/Antiteror (2007)
  21. Dir Reskrim Polda Maluku Utara (2008)
  22. Kapoltabes Padang Polda Sumatera Barat (2008)
  23. Kabid Humas Polda Metro Jaya (2009)
  24. Kabagpenum Ropenmas Div Humas Polri (2010)
  25. Karopenmas Div Humas Polri (2012)
  26. Kapolda Banten (2014)
  27. Kadiv Humas Polri (2016)
  28. Kepala BNPT. [] (Amira Salsabila Aprilia)

Baca juga: 



Berita terkait
Amien Rais Jagokan Listyo Sigit Prabowo Suksesi Kapolri Idham Azis
Mantan Ketua MPR Amien Rais mengaku menjagokan Kabareskrim Listyo Sigit Prabowo jadi suksesi Kapolri Jenderal Idham Azis yang pensiun Januari 2021.
Pengamat Intelijen Jagokan Wakapolri Gantikan Kapolri Idham Azis
Pengamat Intelijen dan Keamanan Stanislaus Riyanta, mengaku menjagokan Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono menggantikan Kapolri Idham Azis.
Profil Teten Masduki, Menteri Gagal yang Tidak Direshuffle
Pakar menilai Teten Masduki menjadi salah satu menteri Jokowi yang gagal dalam melaksanakan tugasnya. Namun, mengapa ia tidak terkena reshuffle.
0
Kemendag Teken Kerja Sama Pemberdayaan UMKM dengan Accor, BNI, dan Pemprov DKI
Kemendag kembali menandatangani perjanjian kerja sama untuk mendorong pemberdayaan UMKM dengan grup perhotelan Accor, BNI & Pemprov DKI.