Profil Andika Sutoro Putra, Miliarder Muda Berkat Saham

aat ini, di usianya 26 tahun, dirinya sudah mendirikan lembaga pendidikan bernama Putra Investor School untuk mengajari masyarakat berinvestasi.
Andika Sutoro Putra (Foto: Tagar/Instagram @andikasutoroputra)

Jakarta - Siapa yang tak ingin jadi seorang miliarder? Apa lagi di usia yang masih muda. Tentunya bukan hal yang mustahil. Selagi ada kemauan dan pantang menyerah, selalu ada jalan untuk membuka pintu kesuksesan.

Misalnya anak muda yang satu ini. Ia adalah Andika Sutoro Putra, jadi kaya raya hasil dari investasi saham. Ketika usianya masih 17 tahun, Andika berhasil meraih Rp 1 miliar pertamanya dan kekayaannya terus bertambah menjadikan dirinya seorang full-time investor.

Saat ini, di usianya 26 tahun, dirinya sudah mendirikan lembaga pendidikan bernama Putra Investor School untuk mengajari masyarakat investasi sedari dini. Selain itu, ia merupakan pendiri dari LandX, sebuah platform equity crowdfunding.

Untuk mendapatkan kesuksesan di usia muda, tentunya ada harga yang harus dibayar. Andika juga bukan berasal dari keluarga yang berada sehingga dirinya sudah mencoba menghasilkan pundi-pundi rupiah sejak kecil.

Andika dilahirkan di Singkawang, Kalimantan Barat dengan keadaan ekonomi keluarga yang sederhana. Ayahnya menjalankan usaha yang tidak menentu, awalnya sebagai pekerja bengkel, lalu beralih jual beli motor dan mobil, kemudian membuka jasa penyewaan CD, dan membangun bisnis burung walet.

Dari situ, Andika melihat sosok ayahnya yang seorang wirausaha. Andika pun mencoba untuk berjualan agar mendapatkan uang sendiri. Ia mulai berjualan pakaian melalui platform jual-beli online. Kemudian, ia beralih menjual CD suara burung walet, meskipun tiga bulan di awal tidak laku, Andika terus belajar untuk mengembangkan bisnisnya.

Dari proses belajar itu, bisnis Andika membuahkan hasil. Satu keping CD yang ia jual, dibanderol seharga Rp 2,5 juta. Andika pun memperoleh keuntungan dari penjualan CD suara burung walet sebesar Rp 100 juta.

Di usianya yang masih belia, ia bingung untuk diapakan uang sebanyak itu, hingga akhirnya ia browsing melalui internet untuk menemukan jalan keluar. Lalu, ketemulah jawaban untuk berinvestasi di pasar saham.

Selain itu, Andika juga mencari tahu, konglomerat di dunia ini kaya raya karena apa. Dari hasil pencarian itu, Andika menemukan para konglomerat terjun di pasar saham atau seorang investor, salah satunya Warren Buffet. Tokoh inilah yang sangat diidolakan oleh Andika.

Pria kelahiran Juni 1994 itu akhirnya belajar investasi saham di usia 14 tahun. Setelah mendapat bekal yang cukup, Andika meminta izin kepada orang tuanya untuk membuka akun di pasar saham. 

Awalnya, orang tua Andika tidak menyetujui karena masih sangat muda. Tapi, Andika terus mengedukasi dan meyakinkan orang tuanya sehingga diperbolehkan untuk terjun ke dunia saham di usianya ke-15.

Karena belum cukup umur, ayahnya yang membuka akun di pasar saham dan Andika mulai berinvestasi sebesar Rp 10 juta. 

Saat 6 bulan pertama terjun di dunia saham, dirinya mendapat keuntungan hingga 50 %. Melihat peluang ini, ia memberanikan diri untuk menaruh semua uangnya Rp 100 juta tanpa berpikir panjang. Ia pun sempat mengalami kerugian 30% di awal-awal.

Meskipun begitu, Andika terus belajar untuk berkecimpung di pasar saham. Ia kerap mengikuti berbagai workshop untuk mempertajam kemampuannya. Dari ilmu yang ia pelajari dan langsung diterapkan, siapa yang menyangka, di usia 17 tahun, Andika berhasil meraih Rp 1 miliar pertamanya dan kekayaannya terus bertambah.

Dari hasil investasi saham, dirinya sudah dapat membeli berbagai properti dan mulai mengembangkan investasi di bidang lainnya. Di usia 18 tahun, Andika berinvestasi di bidang real estate dan mengelola 22 ruko di Kalimantan Barat, di bawah naungan Magenta Development. Proyek tersebut memiliki nilai lebih dari Rp 30 miliar.

Sejak usianya 15 hingga 24 tahun, ia berhasil memperoleh uang Rp 40 miliar dari berkecimpung di pasar saham. Andika juga sebagai co-founder di Salt Ventures, sebuah perusahaan venture capital yang berfokus di startup company. Di akhir tahun 2019, Salt Ventures telah mendanai 10 lebih perusahaan dengan nilai investasi jutaan dolar.

Tak hanya itu, Andika membangun lembaga pendidikan untuk membagikan ilmunya dalam investasi saham yang bernama Putra Investor School. Ia juga merupakan pendiri dari LandX, sebuah platform equity crowdfunding. 

Andika pun berhasil menulis buku yang berjudul “Anak Muda Miliarder Saham” dan menjadi best seller serta dinobatkan sebagai penulis buku investasi termuda di Tanah Air.[]


(Christina Febrinola)

Baca Juga:

Berita terkait
5 Tips Bermain Saham Ala Raditya Dika
Raditya Dika seringkali dikatakan sebagai tokoh yang bijak, sehingga pola Raditya Dika main saham banyak diikuti para investor
Mengenal Stop Loss dalam Investasi Saham
Manfaat dari perintah stop loss adalah memungkinkan pengambilan keputusan bebas dari pengaruh apa pun.
5 Rekomendasi Buku Belajar Investasi Saham
Saham termasuk jenis investasi jangka panjang yang cocok untuk dana pensiun.
0
Profil Andika Sutoro Putra, Miliarder Muda Berkat Saham
aat ini, di usianya 26 tahun, dirinya sudah mendirikan lembaga pendidikan bernama Putra Investor School untuk mengajari masyarakat berinvestasi.